Keistimewaan Malam Lailatul Qadar dan Amalan Lailatul Qadar

 

Samudranesia.id – Di bulan suci ramadlan ini banyak keistimawaan dan keutamanaan pada malam harinya setelah kita sama-sama memperingati malam Nuzulul Qur’an ada juga malam yang sangat agung disepanjang tahun yaitu Malam Lailatul Qadar.

Menurut pendapat para ulama bahwa barangsiapa yang mengerjakan ibadah dimalam Lailatul qadar maka pahalanya setara dengan melaksanakan ibadah seribu bulan dan kalau kita hitung seperti ibadah selama 84 tahun lamanya.

Kata ‘qadar’ dalam Lailatul Qadar juga memiliki arti ‘sempit’. Pada malam itu, silih berganti malaikat turun ke bumi, sehingga bumi bagai sangat sempit dengan kehadiran malaikat

Saat itu, Allah telah mempersiapkan Nabi untuk menerima wahyu yang akan disampaikan kepada manusia, yang mengandung kebajikan dan keberkahan.

“Ada banyak keutamaan yang bisa disematkan kepada malam qadar ini,” tulis Ahmad Sarwat dalam bukunya Jaminan Mendapat Lailatul Qadar tentang Keutamaan Lailatul Qadar.

Turunnya malaikat menjadikan seseorang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar selalu mengarah kepada kebaikan. Hal ini salah satunya karena ada malaikat bersama mereka.

Apa Itu Lailatul Qadar?

Keutamaan Malam Lailatul Qodar

Diantara keistimewaan malam lailatul qadar yaitu Alloh telah menurunkan Al-Qur’an dimalam itu seperti keterangan dari firman Alloh dalam surat Al-Qodar ayat 1-5

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

Alquran merupakan kitab suci paling mulia dan abadi. Bahkan keabadiaannya telah dijamin oleh Allah sampai hari kiamat. Di dalamnya terdapat penjelasan serta petunjuk bagi umat Muslim.

Dalam firman-Nya yang lain, Dia menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar terdapat di bulan keberkahan, yaitu bulan Ramadhan. Sebagaimana dalam firman-Nya pada penggalan Q.S Al-Baqarah ayat 185,

BACA JUGA  6 Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah Menurut Sebagian Ulama

شَهْرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلْقُرْءَانُ

Artinya: “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran….”

Doa Lailatul Qadar

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Arab-latin: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwan fa’fu ‘anni

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku.”

Amalan Lailatul Qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qodar

Dalam ayat 3 surat Al Qadr sebagaimana ditafsirkan oleh Kemenag, Allah SWT menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang memancarkan cahaya hidayah yang diturunkan untuk kebahagiaan manusia.

Malam ini lebih utama dari seribu bulan. Menjalankan ibadah pada malam ini memiliki keutamaan di antaranya mendapatkan kemuliaan dan ganjaran yang lebih baik.

Berikut amalan yang dapat dilakukan pada malam Lailatul Qadar:

1. Itikaf

Dr. Ahmad Abdurrazaq Al-Kubaisi dalam bukunya Itikaf Penting dan Perlu mengatakan, itikaf berasal dari bahasa Arab ‘akafa yang bermakna menetap, mengurung diri, atau terhalangi. Menurut istilah syar’i masyhur di kalangan ulama dan fuqaha, itikaf adalah menetap atau berdiam dalam masjid disertai puasa dan adanya niat.

Perintah itikaf disebutkan dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 125

وَإِذْ جَعَلْنَا ٱلْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْنًا وَٱتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِۦمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَآ إِلَىٰٓ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَٱلْعَٰكِفِينَ وَٱلرُّكَّعِ ٱلسُّجُودِ

Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud.”

Tata cara pelaksanaan itikaf diawali dengan niat. Adapun bacaan niat itikaf sebagai berikut,

“Nawaitu an a’takifa fi hadzal masjidil ma dumtu fih.”

Artinya: “Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”Atau bisa juga dengan bacaan berikut,

“Nawaitul i’tikafa fi hadzal masjidil lillahi ta’ala”

Artinya: “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”

Beberapa riwayat mengatakan, dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, sholawat atas nabi Muhammad SAW, tilawah Al Quran, membaca tafsir dan amaliah-amaliah ibadah lainnya. Tak lupa tetap menjaga kesucian diri selama beritikaf.

2. Membaca doa lailatul Qadar

Ustadz Hanan Attaki sebagaimana dipaparkan dalam detikKultum bersama Ustadz Hannan Attaki: Malam Puncak Lailatul Qadar menyebutkan bahwa salah satu amalan yang dilakukan untuk menyambut malam Lailatul Qadar adalam membaca doa.

BACA JUGA  6 Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah Menurut Sebagian Ulama

Doa yang dimaksudkan adalah doa Lailatul Qadar sebagaimana dalam hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dikutip dari Kitab Riyadhus Shalihin Imam an-Nawawi, Aisyah RA berkata,

Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, “Ucapkanlah, Allahuma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku)’.” (HR. at-Tirmidzi)

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ

الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya: “Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?” Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, “Ucapkanlah, Allahuma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni (Ya, Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku)’.” (HR. at-Tirmidzi)3. 3.

3. Melaksanakan Sholat Malam

Amalan lain yang dianjurkan dalam menyambut malam Lailatul Qadar adalah melaksanakan ibadah sholat. Sebagaimana sabda nabi SAW yang berbunyi:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan penuh iman dan muhasabah, dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Ahmad/Tabrani)

Arif M. Riswanto dalam Mukjizat Lailatul Qadar mengartikan hadits tersebut sebagai anjuran untuk melaksanakan sholat.

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qodar

Sudah kita ketahui pada penjelasan diatas bahwa malam lailatul qadar merupakan malam yang sangat istimewa karena pada malam itu Alqur’an diturunkan, tak mengherankan jika banyak keistimewaan terdapat pada malam lailatul qadar. Adapun keistimewaan malam lailatul qadar adalah sebagai berikut :

1. Malam Lebih Baik dari Seribu Bulan

Lailatul qadar adalah malam yang sangat istimewa dibulan suci ramadlan ini mengapa karena dimalam itu dinamakan malam yang sangat baik dari seribu bulan

Menurut pendapat para ulama barang siapa yang melakukan ibadah dimalam itu, maka ia mendapatkan pahala seperti halnya ia melakukan ibadah selama seribu bulan.

Adapun menurut pendapat sebagian ulama menurut perhitungan Syekh Abdul Halim Mahmud, seribu bulan (alfu syahrin) setara dengan 83 tahun 4 bulan atau umur standar manusia.

BACA JUGA  6 Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah Menurut Sebagian Ulama

Beliau menulis, “Seribu bulan adalah delapan puluh tiga tahun empat bulan. Itu merupakan standar umum umur manusia. Lailatul qadar (alfu syahrin) lebih baik dari umur manusia; dari umur setiap manusia, baik umur manusia di masa lalu maupun umur manusia di masa mendatang. Intinya, lailatul qadar lebih baik dari (usia) zaman.” (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadan, h. 21).

2. Para Malaikat Turun

Pada malam Lailatul qadar seperti yang diterangkan dalam surat Al-Qodar ayat 4 para malaikat turun kemuka bumi ini dan malaikat Jibril pun turun atas izin Alloh untuk mengatur berbagai macam urusan dimuka bumi ini.

Menurut Al-Imam Al-Qurthubi, setiap lapis langit dari sidratul muntaha, para malaikat turun ke bumi untuk mengaminkan doa-doa umat Islam yang dipanjatkan di malam itu sampai terbit fajar.

3. Keselamatan

Masih mengutip keterangan dari surat Al-Qodar dimalam Lailatul Qadar Alloh telah menetapkan sesuatu hanya keagungan dan keslamatan yang menyertai kita sampai terbitnya fajar atau waktu subuh.

“Maksud malam itu berarti setan tidak bisa melakukan perbuatan jahat dan keburukan,” tulis Sarwat.

4. Keistimewaan Bagi Ummat Islam

Keistimewaan malam lailatul qadar ini hanya berlaku bagi golongan pengikut nabi Muhammad SAW, berdasarkan hadis yang diriwayatkan Al-Imam Malik dalam Al-Muwaththa:

“Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya yang relatif panjang sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka beramal karena panjangnya usia mereka. Maka Allah memberikan Rasulullah lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR.Malik).

Untuk itu, selama menyambut malam lailatul qadar umat Islam dianjurkan banyak-banyak melakukan amalan sunah agar tidak melewatkan kesempatan untuk mendapatkan pahala keutamaan malam Lailatul qadar. Segala doa yang tidak diterima di waktu-waktu lain akan diterima di malam Lailatul Qadar.

Penutup

Begitu besar keutamaan malam Lailatul Qadar. Bahkan Allah SWT merahasiakan turunnya malam Lailatul Qadar ini agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam mencarinya di 10 malam terakhir Ramadan.

Sekian penjelasan tentang Keutamaan atau Keistimewaan Malam Lailatul Qadar, Terimakasih sudah menyimak penjelasan diatas sampai selesai. Semoga informasi diatas bisa membantu para pembaca setia samudranesia.id.