Contoh Naskah Teks Khutbah Idul Fitri 1443 H Terbaik Sepanjang Masa

 

Samudranesia.id – Ramadhan akan segera berakhir, sebentar lagi hari raya Idul Fitri akan datang. Pada hari raya idul Fitri kita disunahkan untuk sholat idul Fitri. Setalah sholat idul Fitri, biasnya akan diberikan Khutbah idul Fitri.

Khutbah idul Fitri ini juga bersifat sunah. Namun alangkah baiknya kita sebagai umat muslim untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri setelah melakukan solat Id.

Biasanya khutbah sholat Idul Fitri berupa tausyah bulan suci ramdhan. Bagi anda yang sedang mencari bahan untuk khutbah Idul Fitri, di sini kamui akan membahas kutbah Idul Fitri secara lengkap. Jadi tidak perlu bingung lagi tentang isi khutbah hati raya Idul Fitri. Simak rangkuman Khutbah Idul Fitri berikut ini.

Teks Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa

Teks Khutbah Idul Fitri Terbaik Sepanjang Masa

 

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا ِلإِتْمَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَأَعَانَناَ عَلىَ الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَجَعَلَنَا خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ للِنَّاسِ. نَحْمَدُهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَهِدَايَتِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُ الْمُبِيْنُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُسُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ

Dengan mengucap syukur ke hadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat yang telah dilimpahkan, mari kita menyambut kedatangan hari yang agung, hari raya fitri, hari raya kemuliaan dan kesucian bagi umat Islam.

Bulan Ramadan sebagai bulan yang mulia telah berlalu, pergi meninggalkan kita. Mari bertakbir bersama melantunkan ayat – ayat suci Alquran, mengagungkan Allah SWT dan menyucikan-Nya dengan bertasbih, mensucikan dari segala sesuatu yang tidak baik.

Hari raya Idul Fitri selalu dinantikan kehadirannya oleh setiap insan manusia yang beriman. Dimana pada hari yang Fitri ini manusia kembali kepada fitrah. Manusia kembali putih bersih seperti bayi yang baru dilahirkan.

Kemurnian dan kesucian di hati yang Fitri ini juga bermakna kembali kepada suasana yang bersih serta terlepas dari dosa dan semua kesalahan.

Setiap orang mukmin yang melaksanakan puasa di bulan suci Ramadan sesuai petunjuk Al-Qur’an dan al-Sunnah, maka akan terlepas dari dosa dan kesalahan yang terlalu. Sehingga menjadi suci kembali.

Kesucian yang telah engkau dapat kembali, hendaknya tetap engkau jaga hingga bulan-bulan berikutnya dengan cara meningkatkan iman dan takwa.

Selama satu bulan penuh umat Islam telah menjalani puasa di ban suci Ramadhan. Dengan cara menahan diri dari rasa lapar dan haus dari sebelum terbitnya fajar hingga terbenamnya sang matahari.

Puasa yang telah dijalankan tersebut tidak hanya akan mengajarkan manusia untuk se menahan diri dari rasa haus dan lapar saja.

Melainkan juga puasa telah menuntun umat untuk senantiasa menahan diri dari segala cobaan yang ada. Sehingga membentuk jati diri seorang muslim yang baik.
Berdasarkan salah satu hadis, Nabi Muhammad SAW pernah berkata:

“Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni,” (Hadiat Ibnu Majah).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Laailahailallah Huallahhuakbar

Surat Al-Baqarah ayat 185, Allah SWT telah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya :”Beberapa hari yang ditentukan itu (ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan, mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di negeri tempat tinggalnya di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan lalu ia berbuka, maka wajiblah baginya berpuasa, sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur,” Q.S Al- Baqarah Ayat 185.

Puasa Ramadan yang telah dijalani membentuk setiap umat Islam untuk memiliki kemampuan dalam mengendalikan hawa nafsu dan dapat meningkatkan kesucian rohani.
Ibadah di bulan suci Ramadhan dapat meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. Iman dan takwa ini dibuktikan dengan berpegang teguh kepada petunjuk, sesuai Al-Qur’an dan Hadist, melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan-Nya.

Pembentukan jati diri selama proses berpuasa merupakan aktivitas yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim. Karena dengan jati diri itulah kita akan bersikap istiqomah dalam menjalani ajaran Islam.

Ibadah di bulan suci Ramadhan dapat membentuk jati diri setiap Muslim serta meningkatkan kualitas keimanannya dari tahapan yang paling rendah menuju tahapan yang paling tinggi.

Kembali kepada yang fitrah, suci dan bersih. Sesungguhnya sedang dijalani sekarang ini. Yakni Hari Idulfitri, kesucian dan keutuhan yang telah diperoleh kembali setelah melakukan puasa Ramadan selama satu bulan penuh.

Dengan kembali kepada fitrah, manusia mencapai kebahagiaan dan kesuksesan lahir batin yang selalu dinantikan oleh semua muslom di dunia.

عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فِي هذَا الْعِيْدِ السَّعِيْدِ، وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ، فَمَنْ أَطَاعَهُ فََهُوَ سَعِيْدٌ وَمَنْ أَعْرَضَ وَتَوَلَّى عَنْهُ فَهُوَ فِي الضَّلاَلِ الْبَعِيْدِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khotbah Kedua Idul Fitri

Pada khotbah kedua ini khatib dapat merangkum khotbah pertama atau langsung mendoakan kaum muslimin. Kemudian diaminkan oleh jemaah salat Idulfitri.

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ لاَ إِلهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمنُ الرَّحِيْمُ، أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. اللّهُمَّ ارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ وَعَنْ جَمِيْعِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا كَامِلاً وَيَقِيْنًا صَادِقًا وَقَلْبًا خَاشِعًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَتَوْبَةً نَصُوْحًا. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، اللّهُمَّ أَصْلِحِ الرَّعِيَّةَ وَاجْعَلْ إِنْدُوْنِيْسِيَّا وَدِيَارَ الْمُسْلِمِيْنَ آمِنَةً رَخِيَّةً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ وَجَانِبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.

Itulah tadi rangkuman Khutbah Idul Fitri. Semoga bermanfaat.