Wonder Woman 1984: Diana Prince di Antara Dua Musuh Besar

0
549
Dok. newsweek.com

Jakarta (Samudranesia) – Sesuai dengan judulnya film ini memang mengambil setting tahun 80-an. Situasi yang banyak diwarnai politik perang dingin antardua negara adidaya saat itu. Dan, Wonder Woman 1984 ini merupakan sekuel dari Wonder Woman yang mengambil latar belakang pada masa Perang Dunia.

Di masa ini sesuai zamannya Diana Prince tentu saja bisa menyaksikan kemajuan dalam banyak aspek. Bukan cuma seni, bidang teknologi pun nampak turut mewarnai kehidupan umat manusia dan banyak bermunculan di mana-mana. Namun, Diana tetaplah Diana yang tak pernah lepas dari perannya sebagai pribadi sekaligus penjaga perdamaian.

Di film terbaru ini Diana Prince bekerja sebagai seorang antropolog senior di Smithsonian Institute di Washington DC, dengan keahlian khusus budaya peradaban Mediterania kuno. Di lembaga tersebut ia mendapat rekan kerja seorang arkeologis, Barbara Ann Minerva. Wanita yang satu ini mendapat tugas kusus dari FBI, menyeleksi benda-benda penting yang menjadi barang bukti. Di antaranya, batu kristal atau whising stone bertuliskan huruf latin yang konon bisa menuruti setiap kemauan orang yang memegangnya.

Adalah Maxwell Lord, seorang pengusaha yang mengalami kebangkrutan berambisi untuk membangun kembali kejayaan usahanya. Terkait ini, ia butuh modal yang tidak sedikit. Maxwell yang juga pemilik whising stone itu akhirnya mewujudkan ambisinya lewat batu tersebut.

Mendengar itu Diana pun tertarik untuk memilikinya. Dan, dengan usaha kerasnya batu itu berhasil dikuasainya. Diana pun lantas berupaya menghidupkan kembali kekasihnya, Steve. Namun sayang, batu tersebut hanya mampu menghidupkan kembali jiwanya saja. Untuk komunikasi dibutuhkan raga pria lain.

Seperti Diana, Barbara pun berhasil mewujudkan obsesinya, memiliki keabadian serta kekuatan super seperti cheetah. Kekuatan itu didapat lewat ritual pemanggilan dewa Urzkartaga. Keberhasilan ini rupanya bisa mengubah perangai Barbara. Sifatnya menjadi jahat dan berani melawan Diana. Bersama dengan Maxwell, kemudian Barbara menyusun kekuatan untuk menghancurkan Diana. Berhasilkah usaha mereka? Ikuti keseruan kisah Wonder Woman 1984 selanjutnya.

Wonder Woman 1984 yang merupakan film blockbuster tentu bukan cuma menyuguhkan adegan-adegan action yang seru, tapi juga menghadirkan kenangan di masa-masa 80-an. Untuk penggarapannya kembali dipercayakan kepada sutradara wanita, Patty Jenskin. Sutradara yang juga pernah melambungkan film Wonder Woman. Lalu, skenario digarap bareng Sang Sutradaranya sendiri bersama Geoff Johns dan David Callaham.

Satu hal yang menarik penampilan Wonder Woman yang diperankan oleh aktris cantik Gal Gadot dalam film terbaru ini tidak lagi mengenakan kostum yang menjadi kebiasaannya selama ini. Sudah menjadi rahasia umum Wonder Woman sangat identik dengan kostum berwarna merah dan biru. Tapi, dalam Wonder Woman 1984 ia mengenakan kostum warna emas atau Golden Eagle Armor.

Selain Gal Gadot sebagai pemeran utama, film Wonder Woman 1984 juga melibatkan aktris Kristen Wiig yang memerankan tokoh Barbara Ann Minerva alias Cheetah. Sederet bintang lain yang turut meramaikan film adalah Chris Pine, Robin Wright, Connie Nielsen, dan Lilly Aspell. Serta, Natasha Rothwell, Gabriella Wilde, Ravi Patel, Kristoffer Polaha dan Amr Waked. (guss)