Wajah Baru 5 Pelabuhan NTT

0
1301

Sebanyak lima pelabuhan di Nusa Tenggara Timur dikembangkan menjadi pelabuhan pariwisata di daerah itu. Pengembangan dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur pelabuhan.

 

“Ada lima pelabuhan yang dikembangkan infrastrukturnya untuk menjadi pelabuhan pariwisata,” kata Direktur Utama Pelindo III Orias Moedak di sela-sela kegiatan safari Ramadan, Minggu, 19 Juni 2016. Lima pelabuhan yang dijadikan sebagai pelabuhan pariwisata adalah Pelabuhan Kalabahi, Waingapu, Ende, Maumere, dan Pelabuhan Tenau Kupang.

 

Pelabuhan Kalabahi

Kalabahi adalah ibukota Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kota ini terletak di bagian dalam Teluk Mutiara (dulu bernama Teluk Kalabahi) dan memiliki pelabuhan alam sendiri. Nama kota Kalabahi diambil dari kata dalam bahasa Alor yang berarti pohon kesambi (Schleichera Oleosa. L) yang dulu banyak ditemukan di wilayah kota ini pada saat pemerintahan kolonial Belanda memindahkan pusat pemerintahan di Alor dari Alor Kecil ke Kalabahi pada tahun 1911.

Sebagai pelabuhan alam, Pelabuhan Kalabahi telah menjadi pelabuhan penting bagi lalu-lintas barang dan penumpang dari awal berdirinya. Pelabuhan ini sekarang melayani arus lalu lintas laut bagi kapal-kapal penumpang, niaga dan kargo, disamping juga armada perahu layar tradisional dan perahu layar motor.

Sebagian besar kegiatan arus lalu lintas laut di pelabuhan ini dilayani oleh armada Pelni dan ASDP Indonesia Ferry. Semua kapal ini secara regular beroperasi menghubungkan Kalabahi dengan desa-desa pantai di kabupaten Alor, kota-kota lain di Provinsi NTT dan berbagai pelabuhan lainnya di Indonesia.

Nama lapangan udara di Kalabahi adalah Bandara Mali, terletak sekitar 7 km dari pusat kota. Saat ini bandara ini telah mampu melayani pesawat-pesawat Fokker F50, Twin Otter dan CASA C 212 milik Merpati Nusantara Airlines dan TransNusa.

 

Pelabuhan Ende

Kabupaten Ende adalah sebuah kabupaten di Pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas kabupaten ini ialah 2.046,6 km² dan populasi 238.040 jiwa. Ibukotanya ialah Kota Ende.  Pelabuhan Ende di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) dipilih sebagai salah satu pelabuhan subfeeder dari sekian banyak pelabuhan di Indonesia. Sementara Pelabuhan Tenau Kupang menjadi pelabuhan feedernya.

Pemerintah Kabupaten Ende, pada 2014 telah mengganti nama Pelabuhan Ende menjadi Pelabuhan Bung Karno. Menurut pemerintah setempat hal ini untuk mengenang beliau ketika diasingkan ke Ende periode 1934-1938. Apalagi saat diasingkan di Ende, pelabuhan itulah tempat sandarnya kapal yang membawa Bung Karno bersama keluarganya.

Pelabuhan Maumere

Fasilitas Pelabuhan Lorens Say Maumere yang dibangun sejak tahun 2012 lalu sempat tidak dilanjutkan pada tahun 2013 akan kembali dilanjutkan proyek pembangunannya pada tahun 2016 ini. Pembangunan fasilitas ini menelan dana Rp 26 miliar menggunakan dana APBN dari Kementerian Perhubungan RI. Demikian penjelasan Kepala Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan Lorens Say Maumere,Jazra Yusi Irawan seperti dikutip dari Pos Kupang.

Irawan menjelaskan,fokus pembangunan pelabuhan oleh kementerian perhubungan khusus untuk pelabuhan yang nantinya akan dikelola oleh kementerian. Sedangkan yang dibangun Pelindo akan menjadi tanggungjawab instansi tersebut. “Kelanjutan pembangunan ini muncul lagi diawal tahun 2016.Yang mana dana lanjutan pembangunan fasilitas Pelabuhan Lorens Say Maumere mendapat dana sebesar Rp 26 M. Sesuai dengan gambar akan dibangun dermaga sepanjang 63 meter pada tahun 2016. Kemudian 27 meternya akan dilanjutkan tahun 2017.

Dengan demikian total panjang 100 meter sehingga bisa disandar kapal-kapal Pelni.Perlu saya sampai sesuai rencana induk pelabuhan ke depan akan ada pelabuhan khusus untuk kapal peti kemas dan penumpang.Biar tidak ada penumpukan di pelabuhan,” ujar Irawan.

Pelabuhan Waingapu

Januari 2016 lalu Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut telah menetapkan Pelabuhan Waingapu masuk dalam trayek III tol laut. Pelabuhan ini menjadi pelabuhan terakhir (last port) persinggahan kapal pengangkut barang-barang kebutuhan masyarakat. Kementerian Perhubungan telah menetapkan rute trayek III tol laut, yaitu dari Jakarta menyinggahi Reo (Manggarai), Maumere (Sikka), Lewoleba (Lembata), Ba’a (Rote), Seba (Sabu) dan Waingapu (Sumba Timur).

Implementasi program tol laut yang digagas Presiden Jokowi akan memberi manfaat bagi masyarakat NTT, terkhususnya lagi masyarakat Sumba Timur. Selain mendistribusi dan menyuplai ketersediaan barang-barang kebutuhan yang berdampak hidupnya ekonomi, juga mampu menekan disparitas harga barang yang selama ini terjadi di Waingapu, Sumba Timur.

Pelabuhan Tenau Kupang

Pelabuhan Tenau Kupang tahun ini direncanakan untuk segera dinaikkan statusnya menjadi Pelabuhan Internasional bersama 24 pelabuhan nasional lain di Indonesia. Peningkatan status pelabuhan internasional tersebut mengacu pada banyaknya kapal besar yang singgah di pelabuhan tersebut, minimal 180 kapal dalam setahun.  Untuk pelabuhan Tenau Kupang telah disinggahi lebih dari 180 kapal besar sepanjang 2015, dan enam kapal pesiar. Kapal yang sandar di Pelabuhan Tenau berasal dari Singapura, Malaysia dan Australia. Pelindo juga akan mengekspansi Pelabuhan Tenau Kupang sebagai pelabuhan ekonomi, sehingga pemerintah daerah dan pengusaha NTT diharapkan dapat memanfaatkan peluang tersebut.

Peningkatan status tersebut juga sejalan dengan program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat proses pertumbuhan ekonomi di NTT. Gubernur NTT Frans Lebu Raya mengatakan Provinsi NTT mendapat alokasi anggaran dari pusat sebesar Rp1,5 triliun untuk pengembangan Pelabuhan Tenau Kupang, agar dapat disinggahi kapal-kapal berukuran besar. Dengan terwujudnya jalur transportasi laut melalui pelabuhan Tenau ini maka pengiriman komoditas laut seperti rumput laut, ikan dan udang akan menjadi lebih lancar menuju pasar nasional maupun internasional.

 Fasilitas Internasional

Di lima pelabuhan ini, menurut Orias Moedak, disiapkan fasilitas untuk berlabuhnya kapal-kapal pesiar internasional. Namun pihaknya tidak menyiapkan pelabuhan khusus untuk kapal pesiar karena tetap bisa bersandar di pelabuhan tersebut.  “Tidak ada beda, semua pelabuhan lokasi sama. Jadi semua terminal penumpang siap untuk domestik maupun international,” ujarnya. Pengembangan infrastruktur pelabuhan pariwisata ini dilaksanakan pada tahun ini dengan anggaran yang disiapkan Pelindo.

dindanova | Foto: Dok. Indonesiaindustry.com