Tingkatkan Ketahanan Pangan, Marinir Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif

0
767
Dok Foto: Dispen Kormar

Surabaya (Samudranesia) – Di tengah kewaspadaan akibat merebaknya wabah penyakit mematikan yang diakibatkan oleh virus corona atau biasanya yang lebih dikenal dengan nama Covid-19 tidak membuat Resimen Bantuan Tempur (Menbanpur 2 Mar) sebagai salah satu pasukan tempur andalan Korps Marinir lantas berdiam diri. Banyak kegiatan produktif yang dikerjakan, salah satunya sesuai anjuran pemerintah adalah meningkatkan ketahanan pangan.

Mencermati hal tersebut, Komandan Menbanpur 2 Mar Kolonel Marinir Citro Subono memimpin langsung prajuritnya dan didukung alat berat seperti eskavator untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur yang berada di Kesatrian Marinir Soetedi Senaputra, Surabaya, Jumat (03/04/2020).

Hal itu untuk membuka, mengolah dan menanami lahan tersebut dengan berbagai tanaman palawija seperti jagung, singkong, ubi dan talas serta budidaya ikan air tawar antara lain ikan lele.

Dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, hand sanitizer maupun social dan physical distancing, para prajurit Menbanpur 2 Mar mengubah lahan tidur menjadi lahan tanaman palawija maupun kolam ikan lele. Kolam ikan lele yang dikerjakan tersebut sangat praktis karena menggunakan terpal kolam Bioflok.

Selain praktis, juga dapat diatur dan dimanfaatkan pembuangan air limbah bau tidak enak yang mengandung banyak Nitrogen dan Pospor sebagai pupuk tanaman sayuran seperti cabai, tomat, bayam, kangkung dan selada yang ditanam di sekitar kolam ikan. Keuntungannya antara lain, sayuran tersebut akan lebih hijau, segar, awet, dan tidak mudah menguning serta menjadi lebih sehat karena bersifat organik.

“Kegiatan ini selain untuk merumuskan kebijakan pemerintah dalam rangka penyelenggaraan ketahanan pangan juga harus dapat memberikan output yang dapat mengarah pada suatu pemantapan ketersediaan pangan berbasis kemandirian, peningkatan kemudahan dan kemampuan mengakses pangan,” terang Danmenbanpur 2 Mar.

“Selanjutnya kegiatan ini dapat menjadi percontohan bagi kegiatan lain yang serupa dan hasilnya dapat dikonsumsi oleh prajurit kita,” pungkasnya. (Tyo)