Tim Penyelam SAR Sriwijaya SJ-182 Berhasil Temukan ‘Black Box’

0
81
Tim Penyelam TNI AL berhasil menemukan black box Sriwijaya Air SJ-182.

Jakarta (Samudranesia) – Di hari keempat Search and Rescue (SAR) Sriwijaya Air SJ 182 di perairan kepulauan Seribu, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan black box atau kotak hitam pesawat. Black box itu berisi data penerbangan yang bisa digunakan untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat naas tersebut.

Penemuan black box ini dilakukan oleh tim penyelam dari Denjaka dan Kopaska TNI AL. Black box tersebut kemudian diangkut menggunakan KRI Rigel-933 ke Posko JICT, Tanjung Priok.

Sriwijaya Air SJ 182 jatuh pada Sabtu (9/1) lalu usai lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Sedianya pesawat nahas tersebut akan menuju Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat. Data sementara mencatat, pesawat sempat berbelok dari jalur seharusnya sebelum turun tajam dari ketinggian. 

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, nyatanya black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.

Black box terdiri dari dua kombinasi perangkat yaitu CVR (Cockpit Voice Recorder) atau percakapan dalam kokpit pesawat dan FDR (Flight Data Recorder) atau rekaman data penerbangan.

FDR terus merekam beragam data tentang semua aspek pesawat saat terbang dari satu tempat ke tempat lain. Sementara CVR merekam percakapan di dek penerbangan dan suara-suara seperti transmisi radio dan alarm otomatis.

Untuk mempermudah menemukannya, black box sebenarnya tidak berwarna hitam melainkan berwarna oranye terang. Dengan penemuan black box Sriwijaya Air SJ 182 ini diharapkan penyebab kecelakaan pesawat nahas tersebut segara terungkap.

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda (Laksda) TNI Abdul Rasyid Kacong menyebutkan tim penyelam dari TNI AL diterjunkan dalam proses pencarian sejak tadi malam. Kapal spesialis pencarian di bawah air yakni KRI Rigel-933 pun turut dikerahkan.

“KRI yang dimiliki Pushidros memang spesialis melakukan pencarian di bawah air. Malam ini juga berangkat, kemudian tim penyelam dari Kopaska dan Denjaka dalam persiapan. Kita harapkan malam ini juga sudah di lokasi,” ujar Abdul Rasyid. (*)