Tata Cara Sholat Dhuha Arab, Latin Serta Artinya dan Keutamaannya

 

Samudranesia.id – Keutamaan Sholat Dhuha Dapat Menyelamatkan Dari Kefakiran-Sholat duha merupakan salah satu sholat muakkad (sholat yang sangat disunnahkan). Bagi ummat yang mengamalkannya niscaya rezekinya tidak berkurang dilancarkan rezekinya dan mendapatkan pahala, Seluruh tubuhnya dihitung bersedekah bagi yang mengamalkannya.

Keutamaan lainnya adalah bagi siapa saja yang mengerjakan sholat dhuha adalah tidak termasuk ke dalam golongan orang yang lalai dalam mencari rahmat Allah SWT.

Adapun waktu pelaksanaan sholat dhuha mulai matahari terbit seukuran tombak waktu zawal, Yang lebih utama lagi dikerjakan ketika matahari naik dari seukuran tombak dan terik matahari mulai terasa panas, Terhitung mulai selepas sholat subuh sekitar pukul 09.00 Wib yaitu setelah melewati seperempat siang.

Paling sedikit bilangan rakaatnya sholat dhuha yaitu 2 rakaat, dibawah ini niat sholat dhuha yang bisa diamalkan :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

“Ushalli Sunnatad dhuhaa Rak’ataini Lillahi Ta’ala”

Artinya,

“Saya niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Perbedaan tata cara sholat dhuha dari sholat-sholat sunnah yang lain adalah terletak pada niat, doa, dan waktunya. Berikut tata cara sholat dhuha yang dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU).

Tata cara sholat dhuha

Tata cara sholat dhuha1

Berikut tata cara sholat dhuha

  • Sebelum memulai baca niat sholat dhuha di dalam hati.
  • Takbiratul Ihram.
  • Membaca doa Iftitah (Sunnah)
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Membaca surah Ad-DhuhaRuku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninahSujud dengan tuma’ninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surah Al-Fatihah
  • Membaca surah As-SyamsRuku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tasyahud akhir dengan tuma’ninah
  • Setelah salam atau selesai seluruh sholat kemudian membaca beberapa doa sholat dhuha.
BACA JUGA  Bacaan Doa Setelah Sholat Tarawih dan Witir Sesuai Sunnah Lengkap

Berikut doa yang dibaca setelah sholat dhuha.

اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allâhumma innad dlahâ’a dlahâ’uka, wal bahâ’a bahâ’uka, wal jamâla jamâluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allâhuma in kâna rizqî fis samâ’i fa anzilhu, wa inkâna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkâna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kâna harâman fa thahhirhu, wa inkâna ba‘îdan fa qarribhu, bi haqqi dlahâ’ika wa bahâ’ika wa jamâlika wa quwwatika wa qudratika, âtinî mâ atayta ‘ibâdakas shâlihîn.

Artinya,

“Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

Doa lainnya

Doa lainnya

Lalu, Anda bisa membaca doa berikut ini:

اَللّٰهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ

Allâhumma bika ushâwilu, wa bika uhâwilu, wa bika uqâtilu.

Artinya,

“Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.”

Doa ketiga, dibaca sebanyak 40 atau 100 kali:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

BACA JUGA  Tata Cara Sholat Tasbih Lengkap, Keutamaan, Niat dan Doanya

Rabbighfir lî, warhamnî, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwâbur rahîm.

Artinya,

“Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah aku. Terimalah tobatku. Sungguh, Engkau Maha Penerima Tobat dan Maha Penyayang.” (Ad-Dimyathi, Hâsyiyyah I’ânatut Thâlibîn, juz I, halaman 255).

Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha

Mengutip dari jateng.nu.or.id, di antara keutamaan-keutamaan sholat dhuha antara lain:

1. Mengikuti sunah Rasulullah saw. wasiat Nabi kepada Abu Hurairah:

أوْصاني خَلِيلي – صلى الله عليه وسلم – بِثَلاثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَي الضُّحَى،
وَأنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أنَامَ

Artinya: “Kekasihku Rasulullah saw berwasiat kepadaku untuk melaksanakan tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat dhuha, sholat witir sebelum tidur. (HR. Bukhari).

2. Sholat dhuha menjadikan pribadi yang bersih dari dosa sehingga memungkinkan doa mudah dikabulkan oleh

Allah SWT. Rasulullah saw bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barang siapa menjaga sholat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan”. (HR. Hakim).

3. Dalam hadis qudsi disebutkan, bahwa orang yang mendirikan sholat dhuha maka kebutuhannya akan dicukupi oleh Allah SWT.

اِبْنَ آدَمَ ، اِرْكَعْ لِيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Artinya: “Wahai anak Adam, rukuklah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka AKu akan mencukupimu di sisa harimu”. (HR. Ahmad).

Jumlah rakaat sholat dhuha minimal dua rakaat. Sebaiknya dilakukan empat rakaat. Adapun yang paling sempurna adalah dilakukan enam rakaat dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.

Sholat dhuha boleh dilakukan empat rakaat dengan sekali salam, namun paling utama adalah dua rakaat-dua rakaat salam.

4. Tidak termasuk golongan yang lalai

BACA JUGA  Keutamaan Sholat Dhuha Lengkap Beserta Tata Cara Sholat Dhuha

Orang yang melaksanakan sholat dhuha tidak dimasukkan oleh Allah golongan orang yang lengah atau lalai dalam mencari rahmat Allah.

“Rasulullah saw bersabda, orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang lalai.” (HR. Baihaqi dan An-Nasa’i).

5. Dianggap sebagai Sholat Awwabin

Keutamaan sholat dhuha berikutnya adalah orang yang mengerjakan sholat dhuha maka ia tergolong hamba-hamba yang taat. Keterangan ini dijelaskan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berkata:

“Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan sholat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat sholat dhuha karena ia adalah sholat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan.” (HR. Ibnu Khuzaimah).

6. Dibuatkan rumah di Surga oleh Allah

Mereka yang mengerjakan sholat dhuha maka akan dibangunkan rumah di surga oleh Allah. Hal ini sesuai dengan isi hadis Nabi Muhammad saw:

“Barangsiapa yang sholat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al Jami’ No. 634).

7. Memperoleh pahala seperti orang yang pergiu haji dan umroh

Keutamaan lainnya adalah orang yang mengerjakan sholat dhuha akan mendapat pahala seperti orang yang pergi haji dan umroh.

Diriwayatkan Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa melaksanakan sholat subuh berjamaah kemudian ia duduk sambal berdzikir kepada Allah hingga terbit matahari, lalu ia mengerjakan sholat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh. (HR. Tirmidzi No. 586).

Penutup

Demikian tadi mengenai keutamaan sholat Dhuha dan tata cara shalat Dhuha lengkap yang kami tulis semoga pembaca rajin mengamalkannya setiap hari agar kita semua selamat dari kefakiran