Tanda Kehormatan Untuk 53 Patriot Bangsa

0
270
Menhan Prabowo Subianto dan pimpinan TNI memberikan tanda kehormatan kepada 53 KRI Nanggala.

Jakarta (Samudrenasia) – Prajurit KRI Nanggala-402 yang gugur dalam tugas di utara Perairan Bali pangkatnya dinaikan satu tingkat lebih tinggi dan dianugerahi Tanda Kehormatan RI Bintang Jalasena Nararya dalam sebuah Upacara Militer dipimpin Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Prabowo Subianto di Hanggar 2 Bandara Juanda, Sidoarjo, Kamis (29/4).

Acara penganugerahan pemberian tanda kehormatan dan kenaikan pangkat ini dihadiri Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M serta para perwira tinggi dan para pejabat TNI-Polri.

Penganugerahan tanda kehormatan dan kenaikan pangkat tersebut berdasarkan Keppres RI No 26/TK/Tahun 2021 tentang penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Jalasena Nararya, Keppres RI No 39/TNI/ Tahun 2021 tentang kenaikan pangkat luar biasa operasi selain perang anumerta, Kepmenhan RI No 466/IV/2021 tentang pemberian kenaikan pangkat anumerta dan  Kep Panglima TNI Nomor Kep 341/IV/2021 tentang penetapan kenaikan pangkat luar biasa operasi militer selain perang anumerta.

Dalam sambutannya Menhan mengatakan bangsa Indonesia tengah dilanda musibah yang mengejutkan semua pihak atas peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala-402. Gugurnya 53 awak kapal di medan latihan telah membawa duka yang sangat mendalam bagi keluarga Hiu Kencana, Keluarga Besar TNI Angkatan Laut, dan seluruh rakyat Indonesia.

“Untuk itu atas nama pemerintah Republik Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka cita atas gugurnya 53 prajurit terbaik TNI Angkatan Laut dalam melaksanakan tugas diperairan utara Pulau Bali,” ucap Prabowo.

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra itu mengungkapkan bahwa kru KRI Nanggala-402 telah menjaga kedaulatan negara dan bangsa di samudera Indonesia. Pengorbanan para prajurit tersebut tidak sia-sia dan para keluarga yang ditinggalkan patut merasa bangga atas pengorbanan yang besar tersebut. Menhan juga berharap agar semua keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, tegar menghadapi musibah ini dengan ikhlas.

Sementara itu Kasal menuturkan tentang hak-hak sebagai Jalasenastri dan jaminan pendidikan putra-putri dari keluarga KRI Nanggala, tentunya pimpinan TNI AL akan memperhatikan kelangsungan masa depan anak-anak baik kehidupan dan pendidikannya.

Usai upacara pemberian tanda kehormatan Bintang Jalasena Nararya dan kenaikan pangkat kepada keluarga awak KRI Nanggala-402 dilanjutkan pemberian tali asih dari Kasal, Asabri dan mitra,  Bank Mandiri, Bank BRI, PT Sido Muncul dan PLN. Esok hari direncanakan akan dilaksanakan tabur bunga oleh Kasal dan keluarga ABK KRI Nanggala-402 di perairan Selat Bali tempat terjadinya musibah.

Terima 53 Dokumen ABK KRI Nanggala-402

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., mewakili Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., menerima 53 dokumen Akta Kematian ABK KRI Nanggala-402 yang diserahkan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Prof. Dr. Zudan Arif Fakhrulloh, S.H., M.H., bertempat di Lobby Gedung Utama R.E. Martadinata Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (29/4).

Penyerahan dokumen ini sebagai wujud dukungan Kementerian Dalam Negeri untuk memudahkan keluarga atau ahli waris dalam mengurus administrasi dokumen pokok atas gugurnya prajurit-prajurit terbaik TNI AL yang On Eternal Patrol di perairan utara Bali saat melaksanakan latihan penembakan torpedo pada Rabu (21/4) dini hari lalu di kedalaman 838 meter.

Selain akta kematian, juga ikut diserahkan dokumen kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) terbaru bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dirjen Dukcapil mengatakan penerbitan dokumen kependudukan ini dilakukan secara cepat, mudah dan gratis. Keluarga korban tidak perlu mengurus sendiri, karena sudah diuruskan oleh jajaran Dukcapil kabupaten/kota sesuai alamat KTP-el atau Kartu Keluarga (KK) korban.

“Kami atas nama Menteri Dalam Negeri turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa para awak kapal KRI Nanggala-402. Kami menyampaikan dokumen kependudukan berupa akta kematian, kartu keluarga dan KTP-el terbaru satu pintu melalui Mabes TNI AL agar dapat diserahkan kepada keluarga yang ditinggalkan para korban,” terang Dirjen Dukcapil Zudan Arif.

Sementara itu, Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono pada kesempatan itu menyampaikan ucapan terima kasih atas respon cepat Dukcapil dengan menerbitkan akta kematian dan dokumen lain yang dibutuhkan para keluarga korban.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Dalam Negeri yang sangat responsif. Kami secepatnya akan menyerahkan kepada keluarga korban,” kata Wakasal.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Asisten Intelijen (Asintel) Kasal Laksda TNI Angkasa Dipua, S.E., M.M, Asisten Logistik (Aslog) Kasal Laksda TNI Puguh Santoso, S.E, M.M, Sekdiswatpersal Kolonel Laut (P) Bram Rusman Namin, dan Kasubdis Sahguna Disminpersal Kolonel Laut (S/W) Dwi Susilowati, S.E., M.A.P. (*)

Pembinaan Psikologi Untuk Keluarga ABK

TNI Angkatan Laut (TNI AL) menunjuk Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) sebagai tim pendamping keluarga KRI Nanggala-402 yang On Eternal Patrol  di perairan utara Bali pada kedalaman 838 meter yang menyebabkan gugurnya 53 ABK KRI Nanggala-402.

Kondisi ini dapat membuat permasalahan psikologis bagi keluarga terutama anak-anak yang masih kecil sehingga membutuhkan pendamping untuk meminimalisir hal-hal yang dapat terjadi secara psikologis.

Dispsial telah membentuk 14 Tim pendampingan psikologi keluarga ABK KRI Nanggala-402 di bawah Koordinator Kasubdis Psiops Kolonel Laut (KH) Drs. Bachrul Ulum, M.PPO., Psikolog di mana setiap tim pendamping terdiri dari 1 psikolog dan 1 asisten sarjana psikologi. Selain itu juga telah didirikan Posko Crisis Center bertempat di Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmada II.

Menurut Kadispsial Laksma TNI Dr. Wiwin D.Handayani, M.Si., Psikolog bahwa tim psikologi yang sudah dibentuk telah bekerja  mendampingi para keluarga korban. Tim pendamping keluarga ini, selain bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga, tim juga bekerja untuk mendata permasalahan-permasalahan keluarga yang timbul dan memberikan solusinya. (*)