Tagline “Bangga Berwisata di Indonesia” Jadi Harapan Pulihkan Sektor Pariwisata

0
856
Ilustrasi Foto: Istimewa

 

Jakarta (Samudranesia) – Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali sektor pariwisata. Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus berupaya melakukan terobosan guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Untuk itu, pemerintah mendorong berbagai program salah satunya Bangga Berwisata di Indonesia.

“Kalau kita lihat permasalahan utama adalah turunnya angka perjalanan domestik dan berkurangnya nilai pengeluaran per perjalanan oleh wisatawan nusantara. Nah, tujuan kebijakannya adalah untuk membangun rasa bangga dan kepemilikan atas kegiatan berwisata di dalam negeri, sehingga mendorong masa tinggal yang lebih lama dan pengeluaran yang lebih tinggi,” ungkap Menko Marves Luhut B. Pandjaitan dalam rapat koordinasi terkait Bangga Berwisata di Indonesia pada hari Rabu (6/1) kemarin.

Dia kemudian menambahkan bahwa program ini bisa berjalan dengan baik apabila diikuti dengan pelaksanaan vaksin yang lancar.  Untuk itu, program pariwisata juga harus dipersiapkan.

“Perkiraan wisata domestik akan mengalami pemulihan 1-2 tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri. Wisata internasional akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023. Oleh karena itu, pembangunan pada 5 DPSP (Daerah Pariwisata Super Prioritas) harus dipercepat sehingga ketika pariwisata kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas,” imbuhnya.

Adanya pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas luar ruang dan aktivitas olahraga. Terkait hal ini, Menko Luhut menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus.

“Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” sambungnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, yang turut hadir secara virtual juga turut menyampaikan pandangannya. Sandi menyepakati bahwa Gernas BBI dengan Bangga Berwisata di Indonesia dapat diselaraskan dalam satu narasi.

Dia mengatakan bahwa penggunaan tagline #DiIndonesiaAja itu dapat menjadi salah satu trending atau top of mind yang dapat didorong ke depan.

“Konteks kondisi pariwisata wisata kita sekarang 70 persen turun yang sejalan dengan global. Kepercayaan untuk travel saat ini memang rendah. Oleh karena itu, kita melihat pandemi menciptakan tren baru. Pemulihan wisata harus berfokus pada wisatawan Nusantara, karena kalau bukan kita, siapa, dan kapan lagi,” ungkap Sandi.

Fokus sesuai arahan Presiden, pemulihan pariwisata akan dilakukan di 5 DPSP sekaligus dilakukan trial run. Selanjutnya akan diturunkan pula produk ekonomi kreatifnya serta upaya untuk terus berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan konsep Bangga Berwisata di Indonesia.

“Target untuk #DiIndonesiaAja ini adalah kaum milenial dan menurut saya langkah ini baik dan tentunya harus bersandingan dengan BBI. Jadi ekonomi kreatif 17 subsektor itu kami persiapkan juga,” jelasnya.

“Selain itu, terkait wisata berbasis kesehatan. Kami sedang siapkan produk wisata kesehatan berkelas dunia yang diharapkan dapat menjadi tren wisata baru pasca pandemi yang dapat membuka banyak lapangan kerja,” tandasnya.

Guna mendukung program Bangga Berwisata di Indonesia, pemerintah juga terus mendorong pembayaran digital, bahkan dari hal kecil seperti pembayaran toilet. Pembayaran digital ini dilakukan untuk mendorong transparansi dan mengurasi resiko berbasis tunai. Pembayaran tersebut bisa dilakukan menggunakan QRIS.

Menutup rapat, Menko Luhut meminta agar konsep Bangga Berwisata di Indonesia terus dimatangkan. Terus lakukan simulasi protokol kesehatan dan keamanan pada lokasi wisata.

“Saya minta peningkatan kualitas di 5 DPSP dan hal-hal kecil dibenahi agar orang tidak kapok datang ke sana. Terus meningkatkan QRIS di 5 DPSP dan para pelaku usaha dompet digital. Saat ini sedang di desain suatu platform agar bisa menampung semua pembayaran digital,” tutup Menko Luhut. (*)