Susi Diminta Hargai dan Apresiasi Terobosan Edhy

0
325

Ilustrasi Foto: Net

Jakarta (Samudranesia) – Penggunaan cantrang sebagai alat tangkap ikan setelah sebelumnya dilarang, kini kembali mendapat izin oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Cantrang adalah satu dari delapan jenis alat baru yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menggenjot produktivitas penangkapan ikan.

Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Trian Yunanda dalam konsultasi publik yang digelar di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020 menjelaskan delapan jenis alat tangkap baru adalah pukat cincin pelagis kecil dengan dua kapal, pukat cincin pelagis besar dengan dua kapal dan payang. Selain itu ada cantrang, pukat hela dasar udang, pancing berjoran, pancing cumi mekanis, dan huhate mekanis.

Melalui Keputusan Menteri Nomor 86 Tahun 2016 tentang Produktivitas Kapal Penangkap Ikan, kedelapan alat tangkap ikan itu semula belum diatur ataupun tidak dilarang dalam. Adapun penetapan alat tangkap ikan ini dilakukan setelah pemerintah mengkaji lebih jauh tentang Instruksi Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor B.717/MEN-KP/11/2019 soal Kajian terhadap Peraturan Bidang Kelautan dan Perikanan.

Alhasil, adanya kebijakan itu kembali membuat Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019 Susi Pudjiastuti Kembali berkicau di akun twitter pribadinya.

“Ikan sudah banyak saatnya Kapal2 Raksasa Cantrang, Trawl, Purseiners dll mengeruk Kembali..Saatnya panen bibit lobster yg sudah ditunggu tunggu Vietnam. Inilah Investasi yg kita banggakan,” tulis Susi, Rabu (10/6).

Kicauan Susi pun mendatangkan banyak pujian dari netizen. Kebanyakan dari mereka langsung menuding Menteri KP saat ini tidak peduli dengan keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.

Bukan kali ini saja Susi melayangkan kicauan yang mengkritik pedas rezim KKP di bawah Edhy Prabowo. Sebelumnya, kebijakan soal ekspor benih lobster juga disorotinya lewat akun twitter pribadinya.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan membantah tudingan Susi bahwa cantrang digunakan oleh kapal-kapal besar yang mengeruk kekayaan laut Indonesia.

“Sudah benar Mentri Edhy, dan kapal cantrang itu bukan kapal raksasa kok,” tegas Daniel kepada Samudranesia, Jumat (12/6).

Politisi PKB ini meminta kepada Susi agar menghargai keputusan Menteri Edhy saat ini. Karena menurutnya kebijakan yang dikeluarkan oleh KKP saat ini sudah melalui proses kajian dan pertimbangan yang matang berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo.

“Hargai dan apresiasi terobosan-terobosan yang sedang dilalukan oleh Menteri Edhy. Itu untuk menyelamatkan dan memajukan dunia perikanan nasional, sesuai apa yang menjadi aspirasi terdalam para pelaku selama bertahun-tahun,” pungkasnya. (Tyo)