Supaya Anak Suka Makan Ikan, Coba Lakukan Tips Ini

0
627

Jakarta (Samudranesia) – Beberapa problematika pada proses belajar makan pada anak adalah anak memiliki sifat picky eater atau suka memilih-milih makanan, alergi, dan kondisi emosional lainnya. Dengan mengajak anak suka makan ikan sejak dini akan mencegah timbulnya stunting.

Menurut Irma Gustiana Andriani, psikolog dan Founder ruangtumbuh.id, salah satu upaya untuk mendorong agar anak suka makan ikan perlu mengutamakan kenyamanan anak saat kegiatan makan. “Karena suasana saat makan sangat menentukan motivasi anak,” jelasnya.

Andriani juga menyebut pentingnya penggunaan visualisasi yang menarik pada perangkat makan yang digunakan anak-anak. Misal dengan memilihkan perangkat makan yang berwarna atau memiliki tematik tertentu. Menurutnya, anak-anak memerlukan contoh karena pada anak-anak mereka jagonya meniru.

Baca Juga: Budidaya Nila Bioflok Cegah Stunting pada Anak

“Sajikan secara unik, kombinasikan dengan menu ikan. Kenalkan tentang ikan melalui kegiatan bermain. Berikan apresiasi pada proses pembelajaran dengan pujian verbal ataupun non verbal,” sambungnya.

Sementara menurut Julia Wingantini, penulis buku “Cute Bento Praktis, penyebab anak tidak suka makan ikan biasanya karena pengenalan awal kurang tepat saat masa pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), orang tuanya tidak suka ikan, bau amis, trauma (tertelan duri), atau tampilan penyajiannya yang kurang menarik.

Menurut Julia, orang tua harus mengetahui trik agar anak gemar makan ikan. Julia menyampaikan 4M Tips agar anak suka makan ikan, yaitu Masa MPASI, berikan menu dengan lauk terpisah agar anak mengenal cita rasa asli ikan, Meneladani, orang tua harus meneladani dengan mengonsumsi ikan juga, Menu Makanan Variasi seperti nugget, fish steak , kaki naga, bakso ikan, fish and chips dll. dan Membuat tampilan makanan menarik.

“Contohnya membuat Bento Karakter, bekal makan siang khas Jepang yang dikemas dalam bentuk kotak,” terang Julia.

Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Netti Herawati mengingatkan komunikasi selalu menjadi kunci keberhasilan. Menurutnya, pengenalan ikan sudah bisa dilakukan sejak janin.

“Jadilah panutan, jadikan anak memimpin saat belanja, masak dan menyajikan, jadwalkan menunya, kreatif berbelanja, memasak dan menyajikan dengan beragam variasi bentuk dan pilihan, kesan pertama sajian ikan harus indah,” ulas Netti.

Mengutip Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019, angka  prevalensi stunting di tahun 2019 turun menjadi 27,67 persen dari 30,8 persen pada tahun 2018. Namun angka tersebut masih di atas angka toleransi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 20 persen.  Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, Minggu 15 November 2020.

“Angka prevalensi stunting ini berpotensi meningkat dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia yang berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat,” urainya.

Karenanya, Artati memastikan KKP akan terus mendukung program prioritas percepatan penurunan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024. Salah satu caranya dengan melakukan intervensi sensitif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan protein khususnya dari ikan untuk perbaikan gizi masyarakat. Tak hanya itu, KKP juga terus  mendorong peningkatan konsumsi ikan nasional melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Menurutnya, kandungan gizi ikan, sangat-sangat relevan untuk mendukung program pencegahan stunting, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Ikan antara lain mengandung asam lemak Omega 3 tinggi untuk perkembangan mata, otak, dan jaringan syaraf serta memiliki komposisi asam amino lengkap. “Sehingga mudah dicerna dan diserap tubuh, serta sumber vitamin D dan Kalsium bagi pertumbuhan tulang,” ujar Artati.