Suku Sawang di Ambang Kepunahan

0
896

Suku Sawang dikenal sebagai pelaut tangguh sekaligus “penjaga” laut di Belitung.

Sebagai negara maritim, kehidupan bangsa kita sangat dekat dengan dunia laut. Ini ditandai oleh kebiasaan sejumlah suku bangsa tertentu yang menghuni negeri ini yang umumnya tinggal di perairan pantai atau kawasan pesisir dalam kesehariannya nyaris tak pernah jauh dari laut. Tak hanya mencari nafkah, tinggal pun mereka banyak yang masih di atas perahu. Pendek kata, mati dan hidup mereka ada di laut.

Dan, Indonesia memiliki banyak sekali suku bangsa dengan corak kehidupan yang seperti ini. Hampir di seantero wilayahnya, dari ujung barat di wilayah Aceh, terus ke tengah hingga ke ujung timur di sekitar Papua, suku bangsa tersebut ikut mewarnai perikehidupan laut di tanah air. Mungkin Anda pernah mendengar Suku Bajau, yang banyak hidup di Indonesia bagian timur, mulai dari seputaran Sulawesi hingga Maluku dan berujung di Papua. Atau, Suku Laut atau Suku Anak Laut di wilayah Kepulauan Riau, serta banyak lagi yang lainnya.

Keberadaan mereka tentu menjadi warna tersendiri dalam khazanah kehidupan bangsa ini secara komprehensif. Warna kehidupan yang bersumber dari keunikan serta kearifan lokal yang biasa mereka tonjolkan. Tentu ini menjadi pola yang unik di tengah arus modernisasi yang sangat individualis serta tak kenal kompromi. Meski dalam balutan tradisi yang begitu bersahaja, namun perilaku mereka nyaris tak pernah bertabrakan dengan prinsip-prinsip yang telah digariskan alam. Artinya, apapun yang mereka lakukan untuk memenuhi hajat hidup tak pernah sampai merusak atau menghancurkan lingkungan alam.

Nah, jika ditelusuri lebih jauh, sejatinya Indonesia masih memiliki banyak lagi suku bangsa dengan pola hidup demikian. Hanya saja sejauh ini yang lebih terekspos secara luas terbatas pada dua suku bangsa tersebut. Jadi, selain Suku Bajau dan Anak Laut, sebenarnya masih banyak suku lain yang menghuni negeri ini. Satu di antaranya adalah Suku Sawang,  suku yang hidup di kawasan pesisir Belitung. Sebagai komunitas yang mendedikasikan hidupnya di laut, Suku Sawang tentu memiliki pola hidup yang tak jauh beda dengan dua suku bangsa tersebut.

Hampir semua aktivitas rutin dalam kehidupan mereka dilakukan di atas perahu. Seperti contohnya mencari ikan. Kegiatan ini seperti juga Suku Bajau maupun Suku Anak Laut menjadi salah satu aktivitas penting yang selalu dilakukan dalam keseharian mereka. Mencari ikan menjadi begitu vital karena merupakan sarana untuk menafkahi keluarga. Dan, caranya pun banyak kesamaan dengan suku-suku serupa. Di samping dengan cara memancing, mereka juga bisa berburu dengan tangan kosong, atau menangkap langsung ikan yang diburu.