Suku Osing, Asal Muasal dan Sejarahnya

0
1052
Foto: bromo dream tour

Rasanya gak berlebihan juga kalau menyebut Banyuwangi itu kota yang fenomenal. Kota yang mendapat julukan sunrise of Java ini memang layak punya atribut itu. Pasalnya, meski pamornya gak  sementereng Kota Jakarta, Bandung, atau Surabaya misalnya, tapi kelebihannya bisa dibilang gak kalah dengan kota-kota itu.

Pasti masih ingat, kalau Banyuwangi punya beragam objek wisata berkelas. Wisata pantainya keren, dan wisata alam pegunungannya pun apalagi. Belum lagi wisata bawah lautnya, di perairan kota ini punya dive spot atau snorkeling eksotis. Hebatnya lagi, di luar itu semua, Banyuwangi masih menyimpan objek wisata lain, namanya Desa Wisata Osing Kemiren. Gak salah dong, kalau kota ini disebut-sebut punya destinasi wisata yang komplet.

Baca Juga: Rahasia Kenikmatan Kopi Osing yang Bikin Ketagihan

Nah, buat wisata budaya di Banyuwangi rasanya gak salah kalau Desa Wisata Osing yang dijadikan pilihan. Layak, karena secara gamblang menjadi potret adat-istiadat serta budaya Suku Osing. Suku keturunan Kerajaan Blambangan Hindu yang masih tersisa. Jadi, kalau penasaran ingin menelusuri keseharian mereka di masa lalu di desa inilah tempatnya. Suku ini menetap di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, sebuah desa yang memang sudah ada sejak zaman Belanda pada 1830-an.

Memasuki Desa Wisata Osing, Anda tak perlu kaget, kalau akan dibuat terkesima. Terkesima oleh pesona alam desa yang asri dan alami banget. Nampak jelas lingkungan di sini sangat terjaga. Gak aneh, kalau keaslian alamnya nyaris gak berubah sejak zaman nenek moyang mereka. Ini, karena warganya menjaga betul lingkungan desa, biar tetap lestari.

Daya pikat Desa Wisata Osing menjadi terasa lebih kuat lagi, karena panorama Gunung Ijen dan Raung yang begitu memukau. Asal tahu saja, desa ini dipagari oleh kedua gunung yang keindahan panoramanya sudah menjadi buah bibir di mana-mana. Jangan lupa, keberadaan padang savana di sekitarnya menjadi nilai lebih dari desa ini. Tak berlebihan, kalau nuansa ini bakal membuai Anda buat berlama-lama di sini. Terlebih, sejuknya udara yang menyelimuti desa adat ini begitu terasa. Bukan tak mungkin, rasa enggan pulang dalam diri Anda makin menjadi-jadi.

Desa wisata Osing bukan cuma punya pesona alam yang luar biasa. Masih banyak hal lain yang bisa dinikmati di sini.

Sikap masyarakatnya yang open banget dan ramah. Bahkan, sikap ini sudah terasa ketika kaki menjejaki gerbang desa. Gak aneh dong, kalau menyambangi desa adat ini membuat siapapun merasa nyaman.

Bukan cuma itu. Deretan kegiatan yang tak jarang dihelat di Desa Wisata Osing pasti akan membuat Anda enggan beranjak. Satu hal perlu diingat, desa ini kerap menyajikan beragam kegiatan yang bikin kesengsem. Seperti contoh yang paling heboh, Festival Ngopi Wuluh Ewuh. Festival ini melibatkan para pengunjung, termasuk tentunya para penggila kopi. Dan, kopi yang dipakai buat kegiatan ini, apa lagi kalau bukan kopi osing. Kopi asli hasil budidaya dan olahan masyarakat Suku Osing sendiri.

Tradisi lain yang gak kalah khas dan uniknya adalah ritual bercocok tanam. Masyarakat di Desa Wisata Osing punya kebiasaan bercocok tanam yang unik, khususnya padi. Kegiatan tanam padi selalu dibarengi dengan ritual selamatan, mulai dari tanam benih hingga panen. Dan, buat memanen, mereka masih tetap menerapkan cara-cara yang klasik banget, pake ani-ani. Pada saat itulah gendang ditabuh dan angklung dimainkan di pematang buat mengiringi kegiatan panen. Buat kaum perempuannya, biasanya memainkan tradisi gedhongan. Memukul lesung dan alu sehingga menghasilkan suara yang asyik didengar. Dan, musik lesung ini kemudian menjadi kesenian  warisan budaya asli suku Using.

Masih ada sederet tradisi unik lain yang menghiasi keseharian masyarakat Suku Osing di desa ini. Kegiatan yang jelas enak banget buat ditonton, plus diambil sisi edukatifnya. Contoh lain tradisi itu misalnya atraksi Barong Osing. Barong yang khas banget, berwujud singa bermahkota. Lalu, tari gandrung juga kerap menjadi atraksi seni yang bisa ditonton, bahkan bisa juga dipelajari.

Anda juga bisa melihat potret lain kehidupan Suku Osing di masa lampau. Tradisi ini jelas tergambar kalau menyambangi Sanggar Genjah Arum. Sanggar yang boleh dibilang sebagai reprsentasi pola hidup asli suku ini. Salah satu koleksi yang dipamerkan adalah angklung pagak, sebuah rumah gubuk terbuat dari bambu dan beratap ijuk. Dan, jangan lupa di tempat ini pula biasanya tari gandrung digelar.

So, masih gak percaya juga dengan Desa Wisata Osing? Kenapa Anda gak sambangi aja langsung lokasinya? Di sini, Anda bukan cuma bisa menikmati wisata alam yang cantik dan tradisi budaya Suku Osing yang unik, tapi lebih jauh dari, bisa menikmati seni budayanya yang beragam. Lalu, mau sekadar nyantai di tempat serta dalam suasana yang berbeda pun, oke. Di desa ini sudah dilengkapi banyak fasilitas modern juga loh. Contohnya, kolam renang dan tempat bermain. Makanya, wisata di sini dijamin gak bakal rugi, karena terlalu banyak yang bisa dinikmati.