Sriwijaya Air ‘Jatuh’ ke Laut, Apakah Usia Pesawat Mempengaruhi?

0
681
ist

Jakarta (Samudranesia)- Pesawat komersial Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 yang memiliki rute Jakarta-Pontianak hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB, Sabtu 9 Januari 2021. Pesawat bertipe Boeing 737 ini diduga jatuh di perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Laut Jawa.

Beberapa warga di Pulau Lancang di waktu kejadian mengaku menyaksikan peristiwa tersebut. “Dari atas turun, seperti peitr, lalu begitu turun ke bawah ada ledakan di dalam air, serpihannya hampir kena kapal saya berupa seperti papan-papan tipis,” cerita Solihin, nelayan di Kepulauan Seribu seperti dikutip BBC Indonesia, Sabtu 9 Januari 2020. Beberapa gambar dan video beredar internet, menunjukan ditemukannya serpihan-serpihan yang diduga berasal dari pesawat.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito dalam keterangan persnya mengatakan jika pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini tidak memancarkan sinyal emergency location transmitter (ELT) saat terjadi hilang kontak. ELT merupakan seperangkat alat penentu lokasi pesawat dan merupakan bagian dari standar peralatan yang ada di badan pesawat. ELT ini bisa otomatis menyala saat pesawat menghantam sesuatu namun juga bisa dinyalakan oleh pilot. “Seharusnya terdapat pancaran ELT, itu tidak ada,” kata Bagus.

Apakah usia pesawat pengaruhi kelaikan penerbangannya?

SJ182 merupakan pesawat produksi Boeing dengan tipe 737-500. Pesawat yang memiliki daya angkut hingga 132 penumpang ini pertamakali dirilis tahun 1984 dan memulai penerbangan pertamanya tahun 1994. Artinya, SJ182 sudah memasuki tahun ke-27 usia penerbangan saat terjadi kecelakaan. Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono, mengatakan “Jika dirawat dengan baik, pesawat tersebut mestinya tidak bermasalah”.

Perlu diketahui, Kementerian Perhubungan menetapkan aturan batas usia maksimal pesawat yang boleh dioperasikan di Indonesia melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 115 Tahun 2020 tentang Batas Usia Pesawat yang Digunakan untuk Angkutan Udara Niaga. Dalam Permen tersebut batas usia untuk pesawat kategori angkutan penumpang yang diperbolehkan adalah 20 tahun.

Artinya, pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang memasuki usia 27 tahun  ini telah melebihi batas usia penerbangan yang ditetapkan. “Kondisi pesawat dalam keadaan sehat, sebelumnya pulang pergi ke Pontianak dan harusnya tidak ada masalah. Semuanya lancar,” kata Dirut Sriwijaya Air Jefferson.

Pakar penerbangan Gerry Soejatman menyebutkan jika usia 27 tahun bagi sebuah pesawat sudah masuk kategori usia lanjut. “Namun mengenai kelayakan terbangnya tergantung audit yang dilakukan oleh Kemenhub,” jelas Gerry dalam siaran langsung di Kompas TV, Sabtu 9 Januari 2021. Ia lebih lanjut menjelaskan jika kelaikan terbang sebuah pesawat tidak berdasar pada usia pesawat. “Sepanjang perawatan atau maintenance yang dilakukan terhadap pesawat dilakukan dengan baik, seharusnya tidak ada masalah untuk terbang.”