Sandiaga Uno Sepertinya Bisa Cepat Belajar

0
535
Sandiaga Uno saat diperkenalkan sebagai Menparekraf pada resuffle kabinet 22 Desember 2020 (Dok. Setkab)

Jakarta (samudranesia) – Sandiaga Uno secara mengejutkan dipilih oleh Presiden Joko Widodo untuk menduduki posisi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) pada reshuffle kabinet, Selasa 22 Desember 2020. Padahal sebelumnya ia banyak diisukan akan menggantikan posisi Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

“Banyak pertimbangan dilakukan dalam memutuskan posisi menteri seperti kita tahu di Indonesia unsur politik itu masih menjadi acuan menentukan suatu jabatan atau posisi menteri,” kata pengamat dan praktisi pariwisata, Sapta Nirwandar, kepada Samudranesia, Selasa, 22 Desember 2020.

Menurut Sapta, pergantian atau reshuffle kabinet tidak melulu karena program kerja yang tidak terealisasi dengan baik. Dalam sektor pariwisata, misalnya, bukan hanya Indonesia saja yang terpukul tapi mengglobal atau dunia mengalami keterpurukan. “Sektor pariwisata sangat berat sekali. Sudah berapa juta orang yang kehilangan pekerjaan pasca pandemi,” jelasnya. “Artinya sudah banyak orang tidak memiliki penghasilan yang sekarang memikirkan kebutuhan pokok dibanding untuk berwisata.”

Baca Juga: Dikhawatirkan Jaringan Mafia Lobster Kembali Kuasai KKP

Sapta mengamati kebangkitan pariwisata butuh waktu lama setidaknya dua tahun ke depan. Semua praktisi, pelaku industri pariwisata, bahkan pemerintah pembuat regulasi, menurutnya masih akan terus bekerja keras. Hal ini dikarenakan, kondisi yang terjadi saat ini belum bisa diprediksi sampai kapan akan berakhir. ”Seketat apa pun aturan yang dibuat oleh pemerintah, jika masyarakatkan acuh dan tidak patuh makan akan terus berlanjut kondisi tidak baik ini. Tentu hal yang ini yang perlu kita waspadai bersama,’ ucapnya.

Menteri Muda

Menanggapi dicopotnya Wishnutama dari posisi Menparekraf, Sapta menggambarkan tentang menteri muda, sedang belajar, tapi langsung diperhadapkan dengan kondisi yang sangat sulit. ”Ceritanya Menteri pariwisata sebelumnya bukan berlatar belakang pariwisata, ketika diberikan kepercayaan tentu harus belajar keras. Namun lagi belajar tiba-tiba langsung dihadapkan masalah yang sangat berat,” katanya. Ia juga menyinggung kemungkinan anggaran yang baru terserap 40 persen yang menurutnya menjadi indikator.

Dia menambahkan, pada intinya pemimpin itu harus memiliki tiga hal. Yaitu, leadership, adaptif, dan pandai memilih sfat pejabat yang akan mendukung program kerja. ”Untuk Sandiaga Uno saya rasa bisa belajar cepat, meski beliau olahragawan, sehingga sangat ideal untuk menggantikan menteri sebelumnya,’’ tukasnya.

Sebelumnya beredar bahwa ada desakan pencopotan Wishnutama karena adanya kebijakan Gubernur Bali yang mewajibkan semua wisatawan harus melakukan rapid test antigen untuk keluar masuk Bali. Sapta menilai jika kebijakan tersebut bukan alasan dicopotnya Wishnutama.

“Kalau kebijakan pemda Bali menjadi salah satu penyebab digantinya Wisnuhutama saya rasa kurang relevan. Saya melihat itu berkat masukan dari teman teman wartawan, dan menteri baru harus berkeja lebih ekstra dan penuh tantangan,” pungkasnya. (ney)