Sandi ‘Ngantor’ di Bali, Semoga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Cepat Pulih

0
454
Ketua Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Koperasi dan UMKM Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Rano Wiharta (kiri) bersama Menparekraf Sandiaga Uno di Patra Resort Bali, Senin (15/2).

Jakarta (Samudranesia) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak seluruh pelaku industri pariwisata dalam hal ini Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) berkolaborasi bersama memulihkan sektor pariwisata. Sandi optimistis, pariwisata segera bisa kembali bangkit selama para pelaku industri pariwisata saling bahu-membahu.

Ketua Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Koperasi dan UMKM Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Rano Wiharta mengatakan, HIPMI Bali mendapatkan support dari Menparekraf Sandiaga Uno. Menteri Sandiaga Uno langsung mendengar segala permasalahan yang dihadapi pengusaha UMKM HIPMI Bali di sektor pariwisata.

“Bapak menteri yang juga sebagai Mantan Ketua Umum BPP HIPMI memberikan beberapa masukan sebagai solusi kepada teman-teman HIPMI Bali. Kami menyampaikan langsung harapan dan masukan dari para pemangku kepentingan dan pelaku usaha pariwisata untuk mendapatkan solusi,” ujar Rano, dalam pertemuannya dengan Menparekraf Sandiaga Uno, di Patra Resort Bali (15/2).

Dalam kesempatan ini, kata Rano, Menparekraf mendengar langsung harapan dan masukan dari para pelaku usaha pariwisata di Bali dan juga para pemangku kepentingan terkait solusi yang bisa diambil di situasi yang penuh tantangan ini. Menurutnya, pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor dan banyak hal yang menurunkan kualitas hidup orang banyak.

“Selama masa pandemi ini, banyak pelaku usaha yang kehilangan usahanya, harus mem-PHK karyawannya, kehilangan penghasilannya, bahkan harus makan dari tabungan dan makan dari jual hasil aset. Kami sangat menaruh besar harapan dari Pak Menteri untuk bisa mempertimbangkan keseimbangan antara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang di sektor lain dan di daerah tujuan wisata,” ucapnya.

Rano berharap, dapat memutar ratusan juta wisatawan domestik yang potensial, sehingga seluruh destinasi yang ada di Indonesia terutama 10 destinasi ini bisa bergeliat kembali. Serta bagaimana bisa berjalan berdampingan, sehingga dampak daripada ekonomi yang sudah ada di Bali dirasakan tidak semakin parah.

“Ini harapan kami bagaimana melihat komplikasi ini menjadi sebuah fakta di Bali. Kita harus pastikan gerak cepat untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Bali ini bisa bertahan dengan kebijakan-kebijakan yang tentunya penuh dengan inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan, sedang mengupayakan berbagai terobosan agar sektor pariwisata Bali bisa bertahan sekaligus bangkit. Keputusannya untuk Work From Bali karena memberikan dampak moral dan motivasi tersendiri bagi pariwisata Bali, agar bisa cepat menyerap, merespons, dan menindaklanjuti.

“Mari kita menciptakan inovasi-inovasi di tengah pandemi agar tetap bisa bertahan. Saya tidak ingin, ada yang menjual aset, kendaraan, karena modal tergerus akibat terus menurunnya kunjungan tamu. Kemenparekraf akan berupaya keras untuk membantu supaya keadaan ini membaik,” ujar Sandiaga.

Dikatakan Sandiaga, pada 2019 tercatat ada lebih dari 34 juta orang menggantungkan hidup di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hotel dan restoran menjadi sektor penting dalam penciptaan lapangan kerja.

“Pandemi Covid-19 di samping menimbulkan dampak kesehatan, juga memberi dampak ekonomi yang sangat dahsyat khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Yang terjadi pada saat ini adalah pengusaha sudah terkapar dan mengarah kepada kebangkrutan,” ucapnya.

Untuk menyelamatkannya, Kemenparekraf telah berkolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk membantu para pelaku usaha parekraf dalam beberapa hal. Seperti memberikan relaksasi kewajiban pengusaha terhadap perbankan.

“Selain itu, juga dana bantuan sosial yang sudah memberikan pertolongan perpanjangan nafas bagi sejumlah pengusaha hotel dan restoran,” tutupnya.

Kemudian, Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agus Pande Widura pun mengapresiasi langkah Work From Bali Menparekraf Sandiaga Uno. Ia pun berharap, selama berkantor di Bali, Sandiaga Uno dapat melihat secara langsung dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor kepariwisataan.

“Di samping itu dapat memberikan kepercayaan baik kepada tamu domestik ataupun internasional yang akan ke Bali, dengan berkantornya Pak Sandi di Bali. Jadi, itu memberikan rasa percaya kepada calon wisatawan yang akan datang ke Bali. Saya juga berharap dengan hadirnya Pak Menteri di Bali, dapat mencarikan solusi-solusi terbaik untuk pariwisata Bali pada khususnya, dan pariwisata Indonesia pada umumnya,” ujar Agus.

Ketika kepercayaan wisatawan terbangun, pemerintah diminta mengambil sejumlah langkah strategis. Langkah strategis itu seperti pembangunan Rumah Sakit bertaraf internasional dan memprioritaskan Bali dalam program vaksinasi.

Selain itu, program tersebut dianggap sejalan dengan ajakan Sandiaga Uno kepada pengusaha dan profesional untuk bekerja dari Bali. Ajakan ‘Work from Bali’ dianggap juga dapat ditularkan kepada pelaku usaha mancanegara.

“Jika bisa saya jabarkan, saat ini di zaman Covid-19 dan dimana kita ketahui digital semakin naik, saya melihat bahwa ke depannya mereka bisa bekerja dimana saja. Saya berharap perusahaan-perusahaan, investor atau pemilik perusahaan yang memiliki penghasilan lebih dari Rp 10 miliar dapat diberikan kemudahan untuk bisa bekerja dari Bali,” ucapnya.

Jadi, kata Agus, program ini bisa menarik perhatian daripada pengusaha-pengusaha internasional untuk datang ke Bali. Artinya ketika mereka bisa bekerja dari Bali, tentunya ada efek domino ke semua bidang usaha di Bali.

“Sehingga, efek dominonya sangat besar. Kebijakan strategis yang diambil pemerintah harus diimbangi dengan keputusan lainnya,” ungkapnya. (*)