Salon Cupang Jadi Trend, Bagaimana Perawatan Ikan Ini

0
2908

Jakarta (Samudranesia) – Menang di setiap kontes sepertinya sudah menjadi mimpi para pemilik ikan cupang, khususnya jenis cupang hias. Bukan rahasia lagi, menjadi jawara gak bisa dipungkiri bukan cuma berimbas pada persoalan gengsi, tapi juga nilai ekonomi si cupang. Gak heran, kalau mereka ngotot banget supaya cupang mereka bisa jadi jawara dalam setiap kontestasi. Salah satunya membawa ikan mereka ke salon cupang.

Buat jadi juara sebenarnya gak susah-susah banget koq. Yang penting si cupang hias yang mau diikutsertakan dalam kontes kondisinya sehat. Nah, cupang yang sehat bisa dilihat dari gerakannya, agresif dan lincah. Terus, warnanya cerah dan sirip serta ekornya bisa mengembang sempurna, alias tanpa cacat atau sobek.

Lantas, bagaimana kalau si cupang tidak bisa tampil dalam top performanya, alias sakit? Soal itu, simpel koq mengatasinya. Rawat aja secara proporsional, seperti yang pernah dimuat Samudranesia.id beberapa waktu lalu. Pokoknya, dijamin beres dan bisa beraksi lagi. Nah, sekarang kalau ada sirip dan ekornya bermasalah, semisal ekor sobek atau sirip tumbuh gak rapi?

Kondisi itu pastinya bakal mengurangi penilaian, jika dipaksakan ikutan kontes. Makanya, biar si cupang bisa tampil cantik dan prima gak ada cara lain kecuali  “dipoles” terlebih dulu. Semua bagian tubuh si cupang yang bermasalah itu harus diperbaiki sebegitu rupa biar bisa tampil keren. Caranya? Masukkan ke salon khusus ikan cupang. Salon ini ada, memang tujuannya untuk memperbaiki bagian-bagian tertentu cupang yang dianggap gak sempurna, utamanya pada bagian sirip dan ekor.

Malah, bukan cuma itu. Gak jarang si cupang dibawa pemiliknya ke salon cuma sekadar menambah kecantikannya saja. Padahal, sebenarnya cupang tersebut  sudah punya tampilan yang oke. Nah, buat yang kepingin banget membawa cupangnya ke salon, gak terlalu sulit koq mencarinya. Hampir di setiap kota di Pulau Jawa terdapat salon cupang, mulai dari Bogor, Jakarta hingga Kudus, bahkan hingga ke Pulau Bali. Dan, biasanya dalam komunitas-komunitas penggemar ikan hias pun, satu atau dua orang anggota ada yang memiliki keahlian sebagai tenaga salon.

Atau, mau ngerjain sendiri cupang hiasnya yang bermasalah? Sebenarnya, gak susah koq. Begitu juga, kalau mau bikin cupang tambah cantik. Karena, hampir semua yang menekuni usaha salon cupang keahlian mereka didapat secara otodidak. Yang penting punya modal keberanian, dan telaten. Juga, harus dibekali sejumlah peralatan kerja berikut ini: 1. Serok halus, 2. Cawan, 3. Piring dan kain halus, 4. Es batu, 5. Gunting tajam bermata tipis, 6. Pinset, 7. Silet/cutter.

Cara operasinya? Sebelum itu dilakukan, si cupang harus dibius dulu. Sebab, pastinya gak gampang mengoperasi ikan yang agresif, lincah dan suka meronta seperti cupang. Biusnya simpel aja, cukup dengan es batu. Es batu itu dimasukkan ke cawan atau mangkok sampai kemudian menjadi air. Baru, perlahan masukkan si cupang. Bukan langsung diceburkan, karena ini akan berakibat fatal, ikan bisa mati.

Si cupang pun bakal bereaksi. Perlahan akan kehilangan keseimbangan dan terhuyung setelah air menjadi dingin. Lalu, lemas, tubuh membiru dan insangnya terbuka lebar. Dan, di saat itulah, operasi sudah bisa dilakukan. Namun, pelaksanaannya harus cepat, gak lebih dari tiga menit.

Setelah cupang benar-benar terbius pindahkan ke tatakan, yang dilapisi kain halus. Biarkan tubuhnya tergenang air setengahnya, sirip terbuka dan gak lengket, buat mengurangi risiko salah operasi. Harus diketahui juga, terkadang saat operasi, si cupang meronta. Buat mengatasinya, masukkan kembali cupang ke cawan berisi air es. Begitu pingsan, lanjutkan kembali operasinya. Terus, bagian mana aja sih yang sering dioperasi? Secara umum ada dua bagian vital, yakni:

1. Tulang sirip

Secara estetika, cupang dibilang keren, kalau memiliki sirip yang harmonis dan rapi. Susunan seritnya teratur. Contoh, cupang jenis serit empat yang pada ekornya terdapat serit dengan cabang yang sama. Namun, sering terjadi tulang sirip cupang ini gak rapi dan harmonis. Nah, pada kasus seperti inilah tindakan operasi diperlukan. Solusinya, cabut tulang sirip yang tidak teratur itu.

Praktiknya, tulang sirip cupang yang akan dicabut sudah ditentukan. Lantas, selaput sirip di sekitar tulang itu disobek dengan cutter buat memudahkan pencabutan. Setelah terpisah dari selaputnya cabut dengan pinset secara lembut dan cepat. Tarik kencang biar sirip tercabut. Tapi ingat lo, tercabut bukan terputus karena tekanan pinset. Dampaknya, bakal terjadi pendarahan pada bagian itu. Dan, biar terbebas dari penyakit, masukkan cupang ke dalam larutan antibiotik.

2. Serit lebih atau patah

Kasus ini juga kadang bisa terjadi, ada bagian serit lebih panjang dari serit yang lain. Jelas ini bisa mempengaruhi penilaian juri dalam sebuah kontes. Lalu, menyiasatinya? Cukup dengan digunting. Mengguntingnya harus miring biar nantinya hasil potongan membentuk sudut lancip. Sebab, kalau gak begitu serit yang bakal tumbuh cenderung bengkok. Satu lagi, soal serit yang patah. Khususnya, pada cupang yang disiapkan untuk kontes. Tapi, karena cara penangkapannya kasar, serit itu pun patah. Nah, kasus ini bisa diatasi cukup hanya dengan gunting. (guss)