SAKTI, Harapan Baru Pelaut Indonesia

0
1610
Para pelaut pendiri organisasi SAKTI.

Jakarta (Samudranesia) – Kebutuhan terhadap adanya wadah serikat pekerja pelaut atau awak kapal guna memperjuangkan nasib pelaut Indonesia di tengah gelombang pembangunan menjadi sangat penting. Banyaknya praktik ketidakadilan yang dialami oleh pelaut Indonesia membuat keberadaan serikat pelaut menjadi sebuah harapan bagi banyak pelaut di Indonesia.

Terkait itu, Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (SAKTI) telah resmi terbentuk dan telah mendapatkan legitimasi hukum sebagai sebuah organisasi “Serikat Pekerja” pelaut sebagaimana ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan aturan turunannya.

“Serikat ini digagas oleh 45 pelaut sebagai Anggota Pembentuk, pada 11 November 2020 SAKTI telah tercatat sebagai Serikat Pelaut dengan Tanda Bukti Pencatatan (TBP) Nomor: 2393/III/SP/XI/2020 yang diterbitkan oleh Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara,” kata Sekjen SAKTI Imam Syafii dalam keterangannya kepada Samudranesia, Jumat (13/11).

Menurut Imam, mekanisme penetapan pengurus organisasi di SAKTI dilakukan secara demokratis dan transparan.

“SAKTI dikomandoi oleh Dewa Nyoman Susilayasa, ST., MT., M.Mar.E sebagai Ketua Umum. Saya sebagai Sekretaris Jenderal, dan Syofyan sebagai Bendahara Umum,” ungkapnya.

Lanjut dia, di pembidangan, SAKTI memiliki empat bidang, yakni Keanggotaan, Kerja Sama, Penelitian & Publikasi, dan Advokasi, Hukum & Hak Asasi Manusia.

“Di masing-masing bidang, terdapat dua orang pengurus, yakni Rachmat Noor Yasin dan Timbul Pardamean Sinurat di bidang Keanggotaan. Ganti Lubis, S.Sit dan Azhari Anwar di bidang Kerja Sama. Muhamad Solichan dan Arik Efendi di bidang Penelitian & Publikasi. Mahesa Pramana, S.H dan Chandra Sahat Panjaitan di bidang Advokasi, Hukum & HAM serta Al Azhar selaku Wakil Bendahara Umum,” jelasnya.

SAKTI berkantor pusat di Jl. Tenggiri No. 103B, Kel/Kec. Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta (dekat Terminal Tanjung Priok).

Adapun visi SAKTI adalah terwujudnya Sumber Daya Manusia Pelaut Indonesia yang Berkualitas dan Unggul, Solidaritas dan Soliditas Tinggi, Bermartabat, Adil dan Sejahtera.

Kemudian, misinya adalah (1) melakukan Advokasi Kasus dan Kebijakan yang berkaitan dengan Pelayaran, Perikanan, dan Ketenagakerjaan; (2) Menjadi Mitra Pemerintah dan Pengusaha dalam melaksanakan Perwujudan Hubungan Industrial dan Hubungan Kerja Pelaut Indonesia yang Harmonis, Dinamis dan Berkeadilan. (3) Melakukan Kegiatan-Kegiatan atau Usaha-Usaha Positif dan Sosial demi peningkatan Kesejahteraan Anggota, Pelaut dan keluarganya serta masyarakat pada umumnya.

Imam menambahkan langkah pertama yang akan SAKTI lakukan adalah Memberitahukan keberadaannya ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya, memberitahukan keberadaannya sebagai Serikat Pelaut tingkat Nasional ke Kementerian Ketenagakerjaan sebagaimana ketentuan Surat Edaran Dirjen PHI & JSK Kemnaker R.I. No. B.432/PHIJSK/VIII/2012 tentang Pemberitahuan Perangkat Organisasi/Kepengurusan Wilayah SP/SB, Federasi dan Konfederasi SP/SB.

“Kita juga akan memberitahukan keberadaannya sebagai Serikat Pelaut ke Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Direktorat Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI),” terang Imam.

Tak hanya itu, keberadaan SAKTI juga akan diberitahukan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok (KSU Tj. Priok), Indonesian National Shipowners’ Association (INSA), Indonesian Fisherman Manning Agents (IFMA) serta instansi lainnya seperti TNI, Polri, Basarnas, KNKT dan lembaga Legislatif serta Yudikatif.

Masih kata Imam, selain melakukan penyuratan untuk memberitahukan keberadaan, SAKTI juga akan melakukan audiensi dengan instansi-instansi terkait, baik pihak swasta maupun pemerintahan.

“Kita juga akan sosialisasi ke Badan-Badan Diklat, Komunitas-Komunitas, Mess-Mess, atau Alumni-Alumni pelaut mengenai peran penting Serikat Pelaut. Harapannya, pelaut Indonesia dapat bergabung dan bersama-sama berjuang di SAKTI untuk mewujudkan Visi dan melaksanakan Misi-Misi Organisasi,” pungkasnya.