Pushidrosal Terima Penghargaan dari LAPAN Terkait Inovasi Penginderaan Jarak Jauh

0
300
Ilustrasi Foto: Istimewa.

Jakarta (Samudranesia) – Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidros TNI AL) menerima Penghargaan “Indriya Mandrawa” dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Republik Indonesia. Penghargaan ini diterimakan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Citra Satelit Penginderaan Jauh yang diselenggarakan secara daring, pada hari Rabu tanggal 27 Januari 2021 dengan tema “Inovasi Pemanfaatan Teknologi Satelit Penginderaan Jauh Untuk Perencanaan Kota Pemantauan Hutan dan Kebencanaan”.

Penghargaan tersebut diberikan Kepala LAPAN Thomas Jamaluddin dan diterima oleh Kapushidrosal Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P dalam kegiatan Rakornas yang digelar secara daring tersebut. Apresiasi ini diberikan LAPAN kepada Pushidros TNI AL sebagai  pelaku yang aktif dalam memanfaatkan data dan informasi satelit Penginderaan Jauh selama periode 2020. Ini adalah untuk yang kedua kalinya Pushidros TNI AL menerima penghargaan ini.

Penyerahan penghargaan tersebut merupakan salah satu langkah LAPAN untuk memacu penggunaan dan pemanfaatan data serta informasi satelit Penginderaan Jauh oleh stakeholder terkait.

Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan data dan informasi penginderaan jauh, LAPAN terus melakukan riset dan inovasi di bidang pemanfaatan teknologi satelit penginderaan jauh. Upaya yang telah dilakukan yaitu pengembangan platform Sistem Penyajian Data Penginderaan Jauh yang Cepat, Mudah, Aman dan Populer (SPACeMAP) yang akan membantu pengguna dalam mengakses data dan informasi penginderaan jauh.

Rakornas Citra Satelit Penginderaan Jauh tahun ini, membahas perihal peran penting data satelit penginderaan jauh yang telah dikembangkan guna mendukung perencanaan kota. Data dan informasi penginderaan jauh telah dimanfaatkan untuk pemantauan hutan dan kebencanaan serta berbagai kegiatan prioritas Pembangunan Nasional.

Sampai dengan saat ini, Pushidrosal telah memanfaatkan citra satelit inderaja yang diperoleh dari LAPAN untuk melakukan verifikasi peta laut, khususnya perubahan pada wilayah perairan pesisir dangkal,  garis pantai dan atau wilayah perairan yg kedalamannya berkisar +/- 0 sampai dengan 10 meter.

Adanya data citra penginderaan jauh ini juga sangat bermanfaat bagi Pushidrosal untuk mampu menjangkau pemutakhiran data pada area yang terpencil secara efektif dan efisien dalam berbagai bidang.

Dalam operasi SAR Sriwijaya SJ 182, Pushidrosal dengan KRI Rigel berhasil menggunakan teknologi mutakhir dalam penginderaan jarak jauh untuk mencari korban dan black box pesawat.

Misalnya seperti pemetaan area terdampak bencana maupun dalam melaksanakan fungsi dukungan pemetaan laut bagi pembangunan  nasional seperti kawasan konservasi laut, kawasan perlindungan lingkungan laut serta kawasan potensi pariwisata bahari maupun prioritas nasional lainnya dalam mewujudkan blue economy  serta kebijakan visi pembangunan maritim nasional. (*)