Punya ‘Background’ Pengusaha Kelautan, Witjaksono Layak Jadi Menteri Investasi

0
223
Tokoh Muda NU, Witjaksono. Foto: Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Sosok tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Witjaksono beberapa waktu lalu menjadi perhatian publik. Pasalnya, Ketua Serikat Nelayan NU (SNNU) itu tengah dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sorotan kepada pria asal Jawa Tengah itu semakin deras tatkala pihak Istana tengah mewacanakan adanya reshuffle kabinet. Adapun Presiden Jokowi memberi isyarat adanya kementerian baru yakni Kementerian Investasi.

Nama Witjaksono pun digadang-gadang bakal menempati pos tersebut. Sejumlah pihak menyatakan dukungannya kepada Witaksono. Mereka menganggap bahwa Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) layak menempati jabatan tersebut.

Salah satu dukungan datang dari mantan Ketua PB HMI Bidang Agraria dan Maritim 2016-2018, Mahyudin Rumata. Yudi panggilan akrabnya sudah lama mengenal Witjaksono dan banyak bertukar pikiran soal dunia kemaritiman.

“Melihat iklim perkembangan investasi secara global di tengah situasi Pandemi saat ini, dengan masuknya nama Witjaksono sebagai nominator salah satu kandidat Menteri Investasi menjadi angin segar bagi perkembangan ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Yudi kepada Samudranesia, Kamis (22/4).

Dia menilai kedekatan Witjaksono dengan beberapa negara-negara Eropa seperti Turki, Inggris dan Rusia menjadi salah satu pertimbangan rasional jika Presiden Jokowi ingin membangun kekuatan ekonomi Indonesia.

Selain itu, sambung Yudi, sepak terjang Witjaksono dalam bisnis perikanan beberapa tahun terakhir mampu mengeskpor produk perikanan ke sejumlah negara-negara di Asia maupun Amerika.

“Tentunya ini menjadi latar belakang yang cukup kuat bagi Witjaksono ke depan jika ditempatkan sebagai Menteri di bidang Ekonomi,” jelasnya.

Yudi menambahkan kekuatan jaringan Internasional Witjaksono dan mengacu kepada swasta oriented, harapannya dapat menjadikan perekonomian Indonesia pulih kembali pasca diterpa badai Covid-19.

“Kementerian Investasi yang Insya Allah dipimpin Witjaksono dapat mendorong roda perekonomian indonesia untuk mencapai target pertumbuhan GDP sebesar 7 persen,” tegasnya.

“Sebagai Pengusaha Multi Nasional, Witjaksono telah membuktikan diri dengan usahanya mampu menghasilkan rupiah dengan nilai berlipat kemudian menjadi aset dengan valuasi triliunan rupiah,” tambahnya.

Bukan hanya itu, Yudi menyebut Witjaksono berhasil mempekerjakan ribuan karyawan dan memproduksi 100 ton ikan per hari dengan kemampuan daya simpan mencapai 25 ribu ton yang mencakup ikan dan sumber daya laut lainnya.

“Sebagai negara dengan dikelilingi sebagian besar lautan dan meminjam apa yang disampaikan Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu bahwa “kita telah lama memunggungi laut”, yang artinya daratan tetap diurus namun laut tak bisa kita tinggalkan, seluruh sumber daya patut kita kerahkan untuk pemanfaatan sumber daya laut untuk kepentingan kesejahteraan rakyat Indonesia,” bebernya.

Witjaksono yang merupakan penulis buku Reborn Maritim Indonesia itu dipandang Yudi menjadi figur yang tepat dalam mengelola ekonomi kelautan Indonesia yang sudah lama tertidur.

“Dengan background pengusaha sektor kelautan dan jejaring internasional yang kuat, sangat pantas ditempatkan pada Kementerian Investasi, terutama dalam mengelola ekonomi berbasis kelautan,” pungkasnya. (*)