Program PEN ICRG Berhasil Dongkrak Perekonomian Masyarakat Bali

0
134
Pelaksanaan Program PEN ICRG di Bali. Dok Foto: KKP

Jakarta (Samudranesia) – Program padat karya Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) atau restorasi terumbu karang yang dijalankan oleh Kemenko Maritim dan Investasi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menyerap lebih dari 10 ribu tenaga kerja.

Luasan cakupan terumbu karang yang sudah direstorasi bahkan melebihi target, dari yang semula 50 haktare menjadi 74.3 haktare atau setara 95.768 struktur. Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melalui Plt. Dirjen Pengelolaan Ruang Laut (PRL) TB Haeru Rahayu, dalam rapat koordinasi secara virtual membahas pelaksanaan ICRG yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Rabu (6/1/2021).

“Berdasarkan data, tenaga kerja yang terserap dari kegiatan ICRG ini lebih 10.171 orang. Bahkan realisasi struktur terumbu karang yang dibangun melebihi target,” ujar TB Haeru dalam keterangan resmi KKP.

Menurut TB, pembayaran upah puluhan ribu pekerja yang terlibat ICRG dilakukan secara cashless melalui BPD Bali. Realisasi upah juga melampaui target dari yang semula 32 persen menjadi 33,68 persen.

“Tenaga kerja terdata berarti yang mempunyai rekening, ini tidak termasuk tenaga kerja lain seperti tukang perahu dan sopir. Sehingga bila dihitung tenaga kerja yang terserap atau yang ikut menikmati perputaran ekonomi dari kegiatan ini sebenarnya lebih dari 11 ribu orang,” tambah TB Haeru.

ICRG merupakan bagian program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digalakkan pemerintahan pusat sebagai solusi dari dampak pandemi Covid-19. Di antaranya untuk menciptakan lapangan kerja, menjaga ekosistem terumbu karang, serta sebagai lokasi wisata dan edukasi.

Program padat karya yang bergulir sejak Oktober 2020 ini dilakukan di lima lokasi di Bali, yakni Pulau Nusa Dua, Pandawa, Serangan, Sanur dan Buleleng. Total dana yang digelontorkan untuk mensukseskan ICRG lebih dari Rp111 miliar, bersumber dari pemerintah pusat dan daerah.

Capaian dan keberhasilan ICRG ini diapresiasi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam kesempatan tersebut, dia menekankan agar upah pekerja benar-benar dibayarkan agar tujuan program PEN bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dipastikan semua gaji, upah semua betul-betul dibayarkan, jangan sampai ada komplain di kemudian hari,” tegasnya.

Menko Luhut juga meminta jajarannya memastikan kualitas dan kerapihan struktur terumbu karang yang dibangun. Terlebih program ini bertujuan menarik minat wisatawan. Karenanya, dia mengingatkan bila ada karang yang mati untuk segara diganti sebelum akhir Januari 2021.

Menurutnya, perlu kerjasama linstas sektor agar program restorasi terumbu karang bisa berkelanjutan dan terus memberikan kesejahateran pada masyarakat. “Kita satu padu dalam tim, ada KKP, Kemenparekraf, KLHK, Pemda. Dengan satu padu program ini hasilnya lebih bagus,” tegasnya lagi.

Dia meminta agar pekerjaan PEN ini dipastikan sesuai dengan rencana. Dengan demikian dia yakin perekonomian masyarakat bisa terangkat naik.

“Kita perlu untuk terus saling membantu dan bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan ini. Ini semua kita kerjakan untuk mengembalikan roda perekonomian di masyarakat, terutama di masyarakat pesisir pantai. Jangan sampai program yang sudah kita kerjakan dan kita janjikan, tidak kita selesaikan dan kita tidak kontrol dengan baik,” jelasnya.

Program berskema padat karya ini berada dalam koordinasi Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim yang dipimpin oleh Safri Burhanuddin. Secara rutin, Deputi Safri terus melakukan monitoring pekerjaan secara rutin di lapangan maupun daring menggunakan Aplikasi Dashboard sistem Monitoring Terumbu Karang terpadu. Tujuannya, untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan PEN di lapangan.

Program PEN-ICRG di Bali telah berhasil menyerap 10.171 tenaga kerja, dengan anggaran biaya Rp. 111,23 Milyar dan luasan restorasi 74,3 Hektar. Para pekerja di bayar secara non-tunai, upah di transfer langsung ke rekening mereka. Program PEN ICRG diharapkan akan terus memberikan dampak bagi perekonomian setempat.

“Kita telah mencapai tahap penyelesaian pekerjaan, seluruh struktur karang (95.768 unit) telah berada di dasar laut pada tanggal 30 Desember 2020 yang selanjutnya akan ditata sesuai desain dan akan dipasang bibit terumbu karang hingga Januari 2021,” ungkap Safri.

Dia juga menyatakan untuk terus melakukan pengawasan terkait program ini. “Ada beberapa struktur karang yang belum tersusun baik di Sanur dan Serangan, banyak bibit karang yang ditanam telah mati atau terlalu kecil, juga tali plastik yang belum ditata.

Hal ini dapat mengganggu ekosistem yang ada, dan berpotensi menjadi sampah laut. Untuk itu, pengawasan atau monitoring akan terus dilakukan,” beber Safri.

Sebagai bentuk tindak lanjut, Kemenko Marves dan KKP akan terus melakukan monitoring terpadu bersama Pemprov Bali untuk memastikan pekerjaan ini sesuai dengan output dan outcome yang diharapkan. Kegiatan PEN-ICRG ini dapat menjadi contoh dan diduplikasi pada lokasi lain. (*)