Presiden PKS: Pangan Bisa Menjadi Instrumen Diplomasi dan Senjata Politik

0
75
Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Jakarta (Samudranesia) – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu, menekankan pentingnya konsep kedaulatan pangan saat membahas kenaikan harga daging sapi di pasaran dalam webinar bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Sabtu (20/2/2021).

Dia menilai pentingnya realisasi, bukan hanya soal ketahanan pangan, tetapi juga pada konsep kedaulatan pangan itu sendiri.

Syaikhu membahas pangan sebagai sektor strategis yang dimensinya bukan hanya dilihat dari aspek pertanian, kesehatan, atau ekonomi. Namun, pangan juga bagian dari dimensi ketahanan nasional.

“Pangan bisa menjadi instrumen diplomasi dan senjata politik  untuk menekan kepentingan dan kedaulatan suatu negara,” kata Syaikhu.

“Konsep kedaulatan pangan lebih kepada kemandirian (souvereignty), kesinambungan (sustainability), pertahanan dan keamanan (defense and security),” tutur Syaikhu.

Sementara ketahanan pangan, lebih fokus pada ketersediaan (availability), keterjangkauan (affordability), dan aksesibilitas (accessibility).

Ketergantungan pangan yang tinggi, lanjutnya, akan semakin melemahkan ketahanan Indonesia sebagai bangsa.

Risikonya juga bukan hanya soal ekonomi. Sebab, dengan kenaikan harga (inflasi) juga akan berdampak pada stabilitas politik, hingga keamanan national.

“Oleh karena itu, saya perintahkan DPP dan Fraksi PKS di DPR RI dan MPR RI untuk mengawal agenda kedaulatan pangan ini. Sebagai salah satu agenda strategis dan prioritas yang harus diperjuangkan,” imbuhnya tegas.

Dia kembali menekankan, bahwa ketahanan pangan memang baik, tetapi tidak cukup. “Good is the enemy of great,” ujarnya, mengutip pernyataan seorang ahli kepemimpinan di Amerika Serikat (AS), Jim Collins.

“Kalau kita hanya merasa cukup dengan ketahanan pangan, maka kita tidak akan pernah menjadi bangsa yang berdaulat secara pangan,” pungkas Syaikhu. (*)