Petrokimia Gresik Kembangkan Ekowisata Hutan Mangrove

0
1593
Ekowisata Hutan Mangrove yang dikembangkan oleh Petrokimia Gresik.

Gresik (Samudranesia) – Sebagai perusahaan pupuk nasional PT Petrokimia Gresik memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan hutan mangrove. Salah satu hutan magrove yang sedang dikembangkan adalah ekowisata mangrove di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Menurut Manager Corporate Social Responsibility (CSR) PT Petrokimia Gresik, Muhammad Ihwan, Petrokimia Gresik melelaui pengembangan ekowisata mangrove ingin menjadikan Desa Sukorejo sebagai kampung tangguh nasional atau nusantara.

“Kepedulian Petrokimia Gresik terhadap Kampung Tangguh Desa Sukorejo sudah terbina sejak dulu. Dan saat ini kita akan wujudkan sebagai Kampung Tangguh Nusantara” kata M Ihwan, Rabu (17/2/2021).

Guna mewujudkan gagasannya tersebut Petrokimia Gresik juga menggandeng Komisi IV DPR RI. Salah satu anggota Komisi IV DPR RI Haerudin yang telah meninjau langsung ekowisata mangrove Sukorejo mengatakan keberadaan Desa Sukorejo ini memang sudah layak menjadi Kampung Tangguh Nusantara.

“Sarana dan Prasarana yang terdapat di Desa Sukorejo saya kira sudah lengkap dan memenuhi persyaratan sebagai Kampung Tangguh Nusantara,” ucap Haerudin.

Atas dasar itulah Haerudin menilai keberadaan ekowisata mangrove Desa Sukorejo patut dan layak dikembangkan sebagai wisata alternatif yang memiliki nilai tambah baik untuk peningkatan potensi ekonomi lokal masyarakat maupun untuk sarana pengenalan keragaman ekosistem.

“Kuncinya baik untuk masyarakat dan bermanfaat untuk semua” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Sukorejo, Fatkhur Rokhman sangat mengapresiasi atas perhatian besar yang diberikan pihak Petrokimia Gresik dan komisi IV DPR RI melalui salah satu anggotanya Haerudin untuk menjadikan Desa Sukorejo sebagai Kampung Tangguh Nusantara.

“Tentu kami sangat berterima kasih kepada Petrokimia Gresik dan Komisi IV DPR RI yang memiliki kepedulian besar kepada Desa Sukorejo. Semoga dengan dikembangkannya ekowisata mangrove bisa membawa banyak manfaat bagi warga serta menjadi destinasi wisata mangrove di Kota Gresik,” ungkap Fatkhur Rokhman.

Sebagai informasi tambahan pada tahun 2020 Petrokimia Gresik telah merealisasikan program bantuan CSR sebesar Rp 45 miliar lebih yang terbagi melalui 2 jenis program CSR yakni Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. (Sah)