Peserta Workshop ALDFG Kunjungi Pelabuhan Benoa

0
682
Kunjungan peserta Workshop ALDFG di Pelabuhan Benoa.

Bali (Samudranesia) – Sebanyak 21 peserta Workshop on the Best Practices to Prevent and Reduce Abandoned Lost or Otherwise Discarded Fishing Gear (ALDFG) mengunjungi Pelabuhan Benoa di Bali, Kamis (11/7).

Tujuan kunjungan rombongan yang dipimpin oleh Asisten Deputi Bidang Keamanan dan Ketahanan Maritim Basilio Araujo itu adalah untuk melihat prosedur keamanan kapal perikanan dan jaring ikan yang digunakan.

“Terkait dengan rekomendasi ALDFG yang sudah dihasilkan, kita ingin menunjukkan kepada peserta yang berasal dari berbagai negara tentang jaring yang digunakan di dalam kapal perikanan,” kata Asdep Basilio.

Di awal kunjungan, rombongan diterima oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Benoa-Bali Agustinus Maun. Kepada peserta, dia menjelaskan berbagai hal seputar standar perizinan kapal, operasional pelabuhan dan navigasi keselamatan pelayaran.

Kunjungan tersebut dilanjutkan ke sektor barat yang merupakan lokasi bersandarnya kapal-kapal perikanan. Para peserta diberikan kesempatan untuk melihat proses loading ikan tangkapan nelayan dari kapal ke mobil pengangkut.

Lalu, masih lokasi yang sama, dari sana mereka diajak melihat kondisi salah satu kapal nelayan yang sedang menunggu terbitnya buku pelaut. Ketua GGGI Ingrid Giske mengaku prihatin dengan peralatan keselamatan yang seharusnya tersedia bagi anak buah kapal.

“Saya mengkhawatirkan keselamatan anak buah kapal karena tadi saya tidak lihat ada pelampung dan sekoci penyelamat,” ujarnya usai kunjungan.

Giske berharap pemerintah Indonesia dapat lebih tegas menerapkan aturan tentang standar keamanan dan keselamatan kapal perikanan. Namun di sisi lain, ia mengapresiasi alat tangkap berupa gill net (jaring insang) yang telah dikelola dengan baik di dalam kapal nelayan tersebut.

“Saya lihat sudah dilipat dengan rapi, tidak berserakan, hanya saja pemerintah perlu segera menerapkan standar penanda jaring yang lebih ramah lingkungan untuk mencegah ALDFG,” pungkas Giske. (Tyo)