Pesawat Tempur KFX/IFX Diharapkan Jadi Tulang Punggung ‘Air Superiority’ Indonesia

0
180
Pesawat Tempur KFX/IF-X. Foto: Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Baru-baru ini, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, menghadiri The Roll-Out Ceremony of the prototype jet tempur generasi selanjutnya KF-X/IF-X di Korea Selatan.

Acara tersebut diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Korea Moon Jae-In, didampingi Menteri Pertahanan Republik Korea Suh Wook dan Menteri Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Kang Eun-Ho. Menhan RI hadir atas undangan Pemerintah Republik Korea atas nama Pemerintah RI.

Pada saat Roll-Out Ceremony KF-X/IF-X ini, Presiden RI Joko Widodo juga menyampaikan sambutannya secara virtual sebagai ucapan selamat atas peluncuran pertama prototype pesawat tempur KFX.

Presiden RI Joko Widodo mengucapkan selamat kepada seluruh entitas di Republik Korea atas peluncuran pertama prototype pesawat tempur KFX. Presiden RI juga mengharapkan kesuksesan peluncuran pertama prototype KFX ini dapat terus memberikan manfaat positif untuk kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Korea.

Menanggapi itu, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati mengucapkan apresiasinya terhadap kerja sama pertahananan antara Indonesia dan Korea yang sudah terjalin lama tersebut.

“Kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan untuk pembuatan pesawat Tempur sudah dimulai sejak era Presiden SBY. Kerjasama tersebut satu paket dengan kerja sama kedua negara untuk membangun kapal Selam,” ujar Nuning biasa disapa kepada Samudranesia, Senin (12/4).

Sambung dia, kerja sama tersebut merupakan proyek strategis untuk memperkuat Alutsista TNI. Salah satunya, Pesawat Tempur KF-X/IF-X yang memenuhi prototype pesawat tempur modern untuk mengimbangi kekuatan udara beberapa negara tertentu di kawasan.

“Pesawat Tempur tersebut dirancang nantinya diproduksi di PT. DI (Dirgantara Indonesia) dengan kapabilitas yang lebih baik dalam rancangan manuver ekstrem. Dengan dilengkapi berbagai jenis rudal dan roket, maka pesawat tempur tersebut akan menjadi salah satu tulang punggung pencapaian air superiority dan air supremacy di langit Indonesia,” jelasnya.

Mantan Anggota Komisi I DPR itu menyebut bahwa dalam konsep perang udara di masa mendatang, perlunya TNI meningkatkan kemampuan Tempurnya tidak saja di ruang udara (airspace) tetapi juga di ruang angkasa (outerspace).

“Baik ruang udara maupun ruang angkasa, keduanya merupakan kedaulatan udara NKRI. Tentu saja transfer teknologi diharapkan akan lebih baik pelaksanaannya,” tandas Nuning. (*)