Pertamina Prime, Kapal Crude Oil Raksasa Terbaru Milik Pertamina

0
180

Jakarta (Samudranesia) – PT Pertamina International Shipping (PIS) menjamin pasokan minyak mentah ke refinery atau kilang di Indonesia optimal. Hal ini disampaikan oleh Tri Purnajaya, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Jepang, dalam peluncuran kapal Very Large Crude Carrier (VLCC) berkapasitas 2 juta barel bertajuk VLCC Pertamina Prime di Galangan Japan Marine United (JMU), Ariake, Jepang, Selasa 30 Maret 2021.

Pertamina Prime sebelumnya sudah melakukan sea trial pada 8 Maret 2021 hingga 13 Maret 2021 di Goto Islands of Nagasaki Prefecture, Jepang. Selanjutnya kapal ini akan ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan feedstock kilang yang dijalankan oleh Subholding Refinery & Petrochemical Pertamina.

Sebelumnya PERTAMINA PRIME juga telah melakukan keel laying yang dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2020 dengan peletakan Block No. G1-6AP seberat sekitar 533 ton. Peletakan lunas pertama ini menandai milestone dimulainya konstruksi fisik joint erection/block kapal di Dry Dock No. 2, Galangan JMU Ariake.  Pekerjaan konstruksi terkait dengan lambung kapal “PERTAMINA PRIME” telah selesai dan memenuhi conformance sesuai completion certificate pada tanggal 29 Desember 2020. Kemudian, milestone pembangunan dilanjutkan dengan launching kapal pada 19 Januari 2021 yang disaksikan oleh manajemen Pertamina melalui Live Streaming Event.

“Dengan hadirnya PERTAMINA PRIME ini, kami harap dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan feedstock kilang di Indonesia serta untuk mengamankan pasokan kebutuhan minyak mentah ke refinery atau kilang Pertamina,” ujar Tri Purnajaya, Wakil Duta Besar Indonesia untuk Jepang.

Dibangun sejak Desember 2019, PERTAMINA PRIME merupakan kapal single screw driven single deck type crude oil tanker dengan panjang 330 meter dan draft 21.55 meter. Berbagai keunggulan juga dimilikinya, di antaranya adalah menggunakan teknologi Super Stream Duct pada desain kapal sehingga membuat performa VLCC PERTAMINA PRIME memiliki kecepatan trial sebesar 16.9 knot, serta efisiensi fuel oil consumption (metric Ton/day) mencapai 20-25% dibanding kapal sejenis dengan design lama. Selain itu, kapal VLCC mutakhir ini juga telah memenuhi requirement terminal modern di dunia dan regulasi internasional yaitu IMO Annex VI Tier III yang berguna untuk pembatasan emisi gas buang Sulphur Oxide (SOx) dan Nitrogen Oxide (NOx).

Memiliki kapasitas daya angkut yang besar membuat VLCC PERTAMINA PRIME dapat memperkuat jaminan stok dan ketahanan energi nasional yang tentunya dapat memberikan manfaat bagi negara Indonesia.

Acara delivery PERTAMINA PRIME dihadiri secara langsung oleh Wakil Kepala Perwakilan Republik Indonesia, Tri Purnajaya, serta secara daring oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati untuk melakukan naming, dan oleh Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS), Erry Widiastono bersama dengan jajaran direksi PIS.