Personel The Beatles tetap Hidup Irit, Meski Kaya Raya

0
794
Dok. voi.id

Jakarta (Samudranesia) – Gaya hidup setiap orang secara natural bisa dipastikan berbeda-beda. Tak sedikit orang yang sebenarnya secara ekonomi hidup pas-pasan tapi sepak terjangnya dalam keseharian tengil abis. Sebaliknya, ada juga orang yang gaya hidupnya nampak biasa-biasa saja, tapi jika ditelusuri kekayaan dia lebih pantas dijuluki “maharaja”. Seperti salah satu personel The Beatles ini.

Paul McCartney, selama karirnya sebagai pemusik kelas dunia sudah bisa ditebak, berapa kira-kira pundi-pundi kekayaan yang dimilikinya. Bayangkan, pemusik yang pernah dianugerahi gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris ini menggeluti musik sejak dekade 60-an sampai sekarang loh. Hebatnya lagi, di rentang waktu selama itu karirnya terbilang gacor banget. Itu artinya uang hasil jual suara maupun musiknya mengalir terus.

Baca Juga: Pendaki Cantik Asal Rusia ingin Jajal Gunung Indonesia

Lantas, apakah kekayaan yang ia dapatkan selama menghidupkan The Beatles kemudian membuat Paul yang berusia 78 tahun ini menjadi berubah? Paling tidak, punya gaya hidup sebagaimana lazimnya sebagai pemusik kaya raya. Ternyata, jauh sekali dari bayangan banyak orang. Paul McCartney malah punya gaya hidup yang sederhana. Bahkan, terlalu sederhana buat ukuran pemusik kelas dunia. Padahal, asal tahu saja kekayaan yang dimiliki Paul, diperkirakan mencapai USD. 800 juta atau kalau dirupiahkan sebesar Rp 10,4 triliun.

Pemusik gaek yang pernah menggawangi grup band Wings di era 70-an ini tetap saja hidup irit alias hemat, meski kekayaannya mencapai triliunan rupiah. Bahkan, terhadap putri-putrinya, pelantun lagu Another Day yang begitu hit itu meminta buat membayar uang kuliahnya sendiri. Intinya, ia tidak mau membiasakan buah hatinya untuk bermanja-manja dalam hal materi. Gak cuma sampai di situ. Kesederhanaan itu ia terapkan juga dalam pergaulan sehari-hari. Bisa dibilang ia selalu menolak buat mentraktir orang lain.

Selintas sikap ini memang terkesan sangat kikir alias pelit. Punya kekayaan yang luar biasa berlimpah, tapi dalam kesehariannya terkesan pelit banget. Tentu saja, ada alasannya. Pertimbangannya simpel, tapi punya makna yang dalam. Paul ingin mempersiapkan putrinya itu kelak agar mampu menghadapi kehidupan yang keras. Utamanya, jika berkaitan dengan masalah materi.