Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Uni Eropa Gelar Talk Show “EU Environment Day 2021″

0
74

Jakarta (Samudranesia) – Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia menggelar talk show virtual bertema “Memulihkan Ekosistem Bumi”. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran publik yang lebih luas, akan pentingnya menjaga kelestarian hutan, laut dan biodiversitas kita bagi pemulihan ekosistem bumi.

Dalam sesi Talk Show, para pegiat lingkungan, para ahli, dan figur publik berbagi pengalaman mengenai inovasi cerdas yang telah mereka terapkan.

Henriette Faergemann Konselor Pertama urusan Lingkungan, Aksi Iklim, Digital dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesiamengatakan, “Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat kita untuk selalu menjaga kelestarian bumi. Uni Eropa turut ambil bagian dengan melibatkan masyarakat umum khususnya anak muda, dalam gerakan global #GenerationRestoration. Restorasi ekosistem dapat dimulai dimana saja. Kita perlu melibatkan banyak pihak untuk mengambil tindakan dan membuat pilihan cerdas sehingga mampu meningkatkan peran kita dalam memulihkan ekosistem.”

Sebagai bagian dari EU Environment Day 2021, Uni Eropa ingin menginspirasi generasi muda untuk melakukan perubahan dan aksi nyata melalui Social Media Challenge #GenerationRestoration. “Ekosistem yang sehat dapat mencegah kehancuran keanekaragaman hayati. Lingkungan yang terpelihara akan tetap menjadi sumber pangan dan mata pencaharian jika kita menjaga hubungan yang harmonis dengan alam,” imbuh Ibu Henriette.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kelompok Kerja Perencanaan Anggaran dan Hukum Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Didy Wuryanto, serta menampilkan beberapa pegiat dan ahli lingkungan hidup dari berbagai sektor.

Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Hartono Prawiraatmadja menyampaikan apresiasinya atas Gerakan #GenerationRestoration untuk menggugah keterlibatan kaum muda dalam menjaga kelestarian alam. “Salah satunya adalah melalui program restorasi dan ekosistem gambut serta rehabilitasi mangrove yang rusak,“ ungkapnya.

Dari sektor maritim, Nadine Chandrawinata, pendiri Seasoldier menekankan kondisi laut yang memprihatinkan karena dipenuhi sampah plastik. “Kegiatan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan laut, terus dilakukan baik di lautan maupun daratan. Para kaum muda khususnya harus terus berjuang mempertahankan Indonesia sebagai negara kelautan, agar bisa diakui sebagai negara yang bersih dan peduli pada sampah kita sendiri,” tutup Nadine.