Penyelundup Benih Lobster Asal Bogor Kena Denda Rp4,2 Miliar

0
94
dok. humas KKP

Batam (Samudranesia) –  Pengadilan Negeri Tanjung Pinang, menjatuhkan vonis hukuman dua tahun penjara dan denda sebesar Rp4,2 miliar kepada tiga terdakwa penyelundupan benih bening lobster asal Bogor.

Tiga terdakwa RAS (39) asal Bogor, DM (41) asal Bogor, dan O (46) asal Bogor, disebut terbukti melanggar unsur pidana Pasal 92 jo Pasal 26 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan, sebagaimana diubah dengan Undang-Undan Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja Bab III Bagian Keempat Paragraf 2 Pasal 92 Jo Pasal 26.

“Serta Peraturan Perundangan lain yang bersangkutan, sehingga majelis hakim memutus ketiga terdakwa dengan hukuman masing-masing dua tahun kurungan penjara dan denda 600 juta rupiah subsider dua bulan kurungan penjara,” demikian bunyi putusan dengan nomor perkara 3/Pid.Prk/2021/PN Tpg tertanggal 8 Februari 2021.

Majelis hakim juga mengenakan denda Rp 600 juta subsider dua bulan penjara. Hakim ketua Tofan Husma dalam amar putusannya, menegaskan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana.

Merespon putusan tersebut, Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam, Anak Agung Gde Eka Susila berharap bisa membuat jera para pelaku penyelundupan benih bening lobster. Selain itu, dia berharap putusan ini menjadi pelajaran bagi masyarakat luas untuk tidak melakukan tindak pidana yang sama ke depannya.

“Kita senantiasa mengimbau agar upaya-upaya penyelundupan untuk dihentikan karena sangat merugikan negara dan masyarakat sendiri,” kata Agung dalam keterangan tertulis, Minggu, 21 Februari 2021.

Aksi penyelundupan bermula  dari pengiriman 42.500 ekor BBL dari Tanjung Priok dan transit di Batam pada 6 Desember 2020. Menurut Agung, rencananya, benur-benur tersebut rencananya akan dikirim ke Vietnam via Singapura. Aparat berhasil menggagalkan aksi tersebut dan membawanya ke proses pengadilan.

“Kita akan terus perkuat sinergitas pengawasan dengan lembaga terkait. Kita perang melawan penyelundupan,” kata Agung terkait penyelundupan benih bening lobster tersebut.

Sidang ini diikuti oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batam dan Tim Penyidik Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Batam. Duduk sebagai majelis hakim diketuai Tofan Husma Pattimura, dan hakim anggota Ir. Khairil Anwar  Hakim Ad Hoc Perikanan dan Abdullah, Hakim Ad Hoc Perikanan serta dibantu Raymond Badar, Panitera Pengganti Pengadilan Perikanan.