Penyelam Marinir Terus Berjibaku Mencari Korban dan CVR Sriwijaya Air SJ 182

0
146
Penyelam Denjaka dan Taifib susuri perairan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di Kepulauan Seribu.

Jakarta (Samudranesia) – Di hari kelima pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Tim Gabungan dari Detasemen Jalamangkara  (Denjaka) TNI AL dan  Intai Para Amfibi (Taifib) Korps Marinir TNI AL terus melanjutkan pencarian korban dan Kotak Hitam atau Black Box berupa Cockpit Voice Recorder (CVR) di Perairan Kepulauan Seribu, Rabu (13/01/2021).

Mereka tiada henti berjibaku mencari jenazah korban jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182. Begitu pula dengan CVR yang merupakan alat penting dalam proses investigasi jatuhnya pesawat.

Sehari sebelumnya Tim Gabungan dari Penyelam TNI AL telah menemukan bagian dari kotak hitam atau balck box berupa Flight Data Recorder (FDR) milik Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh pada hari Sabtu 09 Januari 2021 di antara Perairan Pulau Laki dan Pulau Sacang.

Dalam penyisiran tersebut Tim Gabungan yang terdiri dari 50 personel Denkaja dan 14 personel Taifib terus mengupayakan pencarian korban jiwa  dengan menggunakan seluruh peralatan yang ada serta pencarian CVR atau perekam suara kokpit pada salah satu bagian dari black box pesawat Sriwijaya Air.

Walaupun cuaca saat itu tidak sedang bersahabat dengan ketinggian gelombang dua meter sampai dengan tiga meter, jarak pandang atau visibility tiga sampai dengan lima meter, mereka tetap gigih menyusuri bawah laut Kepulauan Seribu.

Pencarian kali ini, Tim Gabungan menggunakan alat bantu yang dimiliki Korps Marinir yaitu Underwater Metal Detector yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengidentifikasi logam yang ada di dalam atau bawah permukaan tanah di kedalaman laut. (*)