Pengurus Baru FSPPB Dikukuhkan, Kedaulatan Energi Tetap Jadi Tujuan Perjuangan

0
64
Pelantikan Pengurus FSPPB periode 2021-2024.

Jakarta (Samudranesia) – Bertepatan dengan Hari Buruh Internasional 2021 (May Day), Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menghelat acara pengukuhan sekaligus pengenalan kepengurusan baru periode 2021-2024 kepada stakeholders FSPPB di Hotel Harris Vertu Jakarta Pusat, Sabtu (1/5/2021).

Dalam kesempatan itu, Presiden FSPPB 2021-2024 Arie Gumilar menyatakan bahwa momentum 1 Mei ini merupakan Hari Peringatan Buruh Internasional yang mengandung harapan dan semangata.

“Memanfaatkan momentum ini juga mudah-mudahan pengurus yang ditetapkan pada hari ini juga memiliki semangat perjuangan yang sama dengan buruh-buruh internasional,” ucap Arie.

Selain itu, dia juga mengharapkan bertepatan di bulan suci Ramadhan ini para pengurus senantiasa dirahmati Allah SWT. Terutama dalam perjuangan mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Pada acara tersebut, pihaknya juga mengundang para stakeholders dari internal dan eksternal perusahaan. Namun tidak semua bisa diundang karena masih dalam masa pandemi Covid 19. Yang hadir secara luring pun mengikuti aturan ketat protokol kesehatan.

“Kita mengundang para stakeholders yang selama ini sama-sama berjuang, untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan dan juga  dalam mewujudkan kedaulatan energi. Harapan kita kedepan mudah-mudahan kita diberikan kekuatan dan kekompakan di kepengurusan, solid dengan jiwa korsa berjuang bersama- sama. Karena saya yakin bahwa perjuangan kedepan akan lebih berat lagi dari sebelumnya,” jelasnya.

Beberapa isu yang terjadi belakangan soal Petamina turut menjadi pembahasan dalam acara tersebut. Arie menyebutkan Pertamina tidak akan terganggu dengan hadirnya Energi Baru Terbarukan (EBT).

“Kita tidak bicara soal minyak dan gas saja. Sebab Pertamina sejak 2009 sudah mempersiapkan diri jadi perusahaan energi. Di mana yang namanya energi itu harus berdaulat. Karena salah satu kedaulatan yang menopang kokoh tidaknya suatu negara selain kedaulatan pangan dan ekonomi itu adalah juga kedaulatan energi,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan energi tidak akan pernah habis dan akan selalu dibutuhkan manusia sampai hari kiamat nanti. Tapi mungkin hanya bentuknya yang bertransformasi.

“Dulu sebelum kita mengenal minyak bumi, kita menggunakan kayu bakar. Setelah ada minyak bumi barulah bergeser. Minyak bumi pada akhirnya akan habis karena energi yang tidak bisa terbarukan. Kemungkinan akan bergeser ke energi baru terbarukan,” bebernya.

“EBT sangat banyak jenisnya di Indonesia, yang salah satunya paling banyak potensinya adalah panas bumi dan energi laut. Ini mungkin yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Apalagi Indonesia berada di garis khatulistiwa. Di mana bioenergi pun bisa tumbuh subur di negeri ini. Artinya bahwa ke depan bisa saja Pertamina bertransformasi menjadi perusahaan energi baru terbarukan,” imbuhnya.

Masih kata Arie, yang terpenting dimiliki oleh seluruh stakeholder Pertamina adalah selalu memperjuangkan bagaimana penguasaan energi itu.

“Yang jelas yang selalu kita perjuangkan bagaimana penguasaan energi itu tetap selalu dikuasai oleh negara sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 ayat 2,” pungkasnya.

Sementara itu, Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa yang dipercaya kembali sebagai Kepala Bidang Media FSPPB mengutarakan harapannya agar seluruh rakyat Indonesia bisa mendoakan kepengurusan yang baru terpilih ini untuk selalu amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya.

“Semoga ketiga pilar penopang Pertamina yaitu Direksi, Dekom dan FSPPB bisa saling bahu-membahu untuk bisa mencapai tujuan besar bersama dan membawa Pertamina semakin jaya,”tuturnya..

Sementara di lokasi yang sama, SVP Human Capital Development PT Pertamina, Tajudin Noor mengharapkan dengan kepengurusan FSPPB periode 2021-2024 ke depannya semakin bersinergi dengan perusahaan.

“Kita mengharapkan ke depannya pengurus menjadi mitra strategis yang baik. Kita siap dari perusahaan untuk bersinergi dalam memajukan perusahaan khususnya saat menghadapi tantangan-tantangan ke depan,” katanya.

Lanjut dia, sinergitas antara serikat pekerja dengan perusahaan merupakan bagian yang sangat penting dari hubungan industrial. “Karena bagaimana pun ini adalah organisasi yang menjadi tumpuan semua pekerja kita dan diakui oleh negara dalam kebebasan berserikat,” tegasnya.

Tajudin juga percaya FSPPB di bawah kepemimpinan Arie Gunilar akan komitmen memajukan perusahaan.

“Saya percaya Pak Arie orangnya wise dan sangat komit untuk memajukan perusahaan, karena dia tahu bahwa yang paling penting perusahaan. Karena dengan majunya perusahaan secara otomatis akan membawa kebaikan untuk pekerja,” pungkas Tajudin.

Beberapa harapan dari pengamat dan hahasiswa yang hadir pada kesempatan tersebut juga disampaikan terhadap kepengurusan FSPPB periode 2021–2024. Mereka menaruh asa yang besar terhadap kengurusan baru ini.

Sekjen DEM (Dewan Energi Mahasiswa) Robi Juandry menyatakan dukungannya kepada pengurus FSPPB yang baru.

“FSPPB harus kembali menjadi menjadi garda terdepan dalam membawa perjuangan di sektor energi menuju Indonesia yang lebih baik. Semoga Presiden dan segenap kepengurusan yang baru terbentuk dapat selalu diberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan perjuangan yang ada,” tegas Robi.

Pengamat Sepakbola, Sarman yang juga merupakan Caketum PSSI 2019-2023 memberikan harapannya kepada FSPPB di bawah kepemimpinan Arie Gumilar.

“Seluruh kepengurusannya yang baru ini bisa membuktikan dan bila perlu menangkap para koruptor yang selama ini membuat citra Pertamina di mata masyarakat Indonesia menjadi begitu buruk, sehingga kedepannya kepercayaan masyarakat Indonesia kepada Pertamina menjadi semakin membaik,” kata Sarman.

Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori juga mengucapkan selamat Pak Arie Gumilar yang telah terpilih untuk kedua kalinya.

“Terpilihnya Pak Arie Gumilar dapat diartikan bahwa kepemimpinannya di periode yang pertama dapat diterima dan memenuhi ekpektasi teman-teman Pekerja sehingga dipandang layak mengemban tugas di periode kedua. Saya berharap kehadiran SP di Pertamina dapat menjadi roda penggerak dan kemudian dapat mendukung pelaksanaan visi dan misi Pertamina, karena kita semua tahu bahwasanya FSPPB jelas tujuannya untuk mempersatukan seluruh Pekerja,” jelas Defiyan.

“Saya berharap di periode 2021–2024, Pak Arie Gumilar dapat menjalankannya secara Hubungan Industrial Pancasila. Kita tahu bahwa pasal 33 UUD 1945, pasal satu-nya menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan, Jadi kalau ada permasalahan yang berhubungan dengan masalah Hubungan Industrial, selayaknya FSPPB dan Direksi dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan,” harapnya.

Direktur Eksekutif CERI (Center of Energy and Resources Indonesia) Yusri Usman menyatakan sesuai tujuannya, FSPPB meningkatkan kesejahteraan anggotanya, juga memberikan konstribusi yang positif bagi kinerja perusahaan. Selanjutnya dapat membina hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar wilayah-wilayah operasi pertamina maupun dengan komponen masayarakat yang lain.

“Tentunya harmonisasi ini penting dijaga guna menciptakan suasana kondusif sehingga kinerja perusahaan pun semakin baik dan tentu Mas Ari terpilih karena memiliki prestasi di periode-periode sebelumnya. Mudah-mudahan prestasinya semakin meningkat dan bermanfaat bagi perusahaan dan konstituennya,” imbuh Yusri.

Sementara itu, Direktur Eksekutif CBA (Center for Budget Analysis) Ucok Sky Khadafie mengungkapkan kepengurusan FSPPB periode 2021-2024 ini bisa menjembatani antara kepentingan pekerja dan manajemen sehingga tidak terjadi konflik.

“FSPPB juga harus bisa memfasilitasi kritik-kritik yang diberikan oleh para pemerhati kepada manajemen demi tujuan kebaikan Pertamina. Jadi tantangan FSPPB sangat berat ke depannya,” tandas Ucok. (*)