Pemerintah Inggris Ingatkan Pemimpin Dunia Terkait COP26

0
109
cop26

Perubahan Iklim (Samudranesia) – Pada bulan Desember 2015, dunia bersatu dan menyetujui Perjanjian Paris dalam hal perubahan iklim. Hal ini menjadi  sebuah titik penting dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim. Dalam perjanjian yang mengikat ini, 196 negara – termasuk Inggris dan Indonesia – telah berkomitmen untuk menjaga kenaikan rata-rata suhu global di bawah 2 derajat dan berupaya untuk membatasinya hingga 1,5 derajat Celcius, dibandingkan dengan tingkat sebelum era industri.

Menyambut COP26 di Glasgow, Inggris yang akan berlangsung pada 31 Oktober 2021 hingga 12 November 2021, pemerintah Inggris mengingatkan kembali pentingnya menjalankan komitmen yang tertuang dalam Perjanjian Paris.

Presiden COP26 alok Sharma, dalam pidatonya, menyoroti empat elemen COP26 untuk mencapai tingkat ambisi yang diperlukan. Antara lain,  1) rencana aksi iklim untuk mengurangi emisi secara signifikan pada tahun 2030, mencapai emisi nol bersih pada pertengahan abad, dan mendukung adaptasi dalam mengatasi ancaman iklim; 2) tindakan nyata untuk mewujudkan rencana ini, termasuk kesepakatan dalam mobil listrik, pengurangan penggunaan batu bara, perlindungan pohon, dan pengurangan emisi metana; 3) untuk menepati janji $100 miliar dolar; dan 4) hasil negosiasi yang membuka jalan bagi ambisi yang makin kuat selama satu dekade.

Dalam upaya mendukung seruan dari negara-negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim, Alok Sharma juga dalam kesempatan yang sam mengajak semua negara G20 dan penghasil utama gas rumah kaca untuk maju dengan rencana aksi iklim 2030 yang ambisius (Nationally Determined Contributions). Para pemimpin negara-negara G20 akan bertemu di Roma pada akhir bulan ini.

Pada COP26 ia juga akan mendesak para pemimpin dunia untuk mengikuti negara-negara yang rentan terhadap perubahan iklim yang sudah mengambil langkah-langkah nyata untuk melindungi planet dan rakyatnya ditengah situasi yang paling sulit.

 “COP26 bukanlah tempat untuk berfoto, ataupun tempat untuk hanya sekedar berbicara. Acara ini harus menjadi forum di mana kita menempatkan dunia di jalur yang tepat untuk menyelamatkan iklim. Dan itu tergantung pada para pemimpin yang telah membuat janji kepada dunia di kota besar ini enam tahun lalu. Dan para pemimpinlah yang harus menghormatinya,” tegasnya mengingatkan.

“Tanggung jawab kita ada di setiap negara, dan kita semua harus berperan. Karena akibat iklim, dunia bisa berhasil bersama, atau gagal bersama.”

Alok Sharma juga menegaskan bahwa kita harus melihat komitmen baru pada sektor keuangan publik dan swasta untuk mendukung negara-negara yang paling rentan terhadap perubahan iklim dan bergerak menuju adaptasi terhadap dampak perubahan iklim kita, serta memperhitungkan kerugian dan kerusakan yang dapat ditimbulkannya.