Menteri Budi Karya: Pembangunan Pelabuhan Patimban Harus Dipercepat

3
436
Menteri Budi Karya saat kunjungan kerja ke Solo (Dok Humas Kemenhub)

Pelabuhan Patimban, Karawang, Jawa Barat,  ditargetkan beroperasi pada tahun 2019. Hal ini dikemukakan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Persiapan Pembangunan dan Pengoperasian Pelabuhan Patimban yang Berwawasan Lingkungan’ di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (27/7).

Menteri Budi Karya meminta agar semua pihak yang akan berkolaborasi dalam proyek tersebut untuk bergegas dan berkoordinasi mencapai target tersebut. “Saya harap operasional pelabuhan ini bisa berkolaborasi dengan Bandara Kertajati ,” ujarnya.

Baca Juga : Pelabuhan Banjarmasin Raih KPI Positif

Menurutnya, di sekitar-sekitar lokasi bandara dan pelabuhan tersebut terdapat beberapa kota yang sedang memiliki industry yang berkembang, . “Ini bisa menjadi kekuatan tersendiri dan menjadikan Patimban dan Kertajati membuat kegiatan industri yang padat modal,” ungkap Menteri Budi Karya.

Join Operator

Sementara itu, Menteri Budi Karya juga menyoroti skema join operator antara Indonesia dan Jepang yang menurutnya terbagi menjadi tiga tahap dengan total biaya menelan sekitar Rp 43,22 triliun.

Terkait skema persentasi operator join antara Indonesia dan Jepang serta pembangunan Pelabuhan Patimban dibagi dalam tiga tahap dengan total dana sekitar Rp. 43.22 triliun.“Tentunya ini kita harap bisa berjalan sesuai dengan rencana dan  yang sudah sepakat bahwasanya Indonesia akan memagang mayoritas dan Jepang hanya 49%,” jelas Menhub.

Menurut Menteri Budi Karya, Patimban akan dijadikan sebagai pelabuhan bongkar muat petikemas dan kendaraan dengan kapasitas kontainer berbobot 7,5 juta TEUs dengan kendaraan sebanyak 600 ribu CBU. “Untuk mencapai skala ekonomi pelabuhan maka harus  mencapai suatu volume yang besar sehingga membuat kapal-kapal yang datang dan pergi di Pelabuhan Patimban-Priok menjadi efisien,” jelasnya.” Kita sudah kedatangan dengan kapasitas 8 ribu TEUS, nanti dengan mudah kita untuk mengisi setengah, sepertiga atau dua pertiga,” tegasnya.

Pembangunan Pelabuhan Patimban dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp17 triliun untuk fase satu dan Rp 14 trilun untuk fase kedua. Tahap kedua akan dibutuhkan sekitar Rp7,5 triliun, sementara tahap ketiga membutuhkan dana hingga Rp3,8 trilun.

“Proyek ini cukup besar dan harus dilakukan secara fokus,” kata Menteri Budi Karya. Pelabuhan Patimban, menurutnya , akan menjadi fasilitas favorit untuk aktivitas industry di Karawang dan sekitarnya.

3 COMMENTS