Pembangunan Kampung Bahari Nusantara Butuh Sinergitas Seluruh Pihak

0
202
Wakasal Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono.

Jakarta (Samudranesia) – Seluruh  Satuan Kerja (Satker) TNI Angkatan Laut harus  mengoptimalkan program Kampung Bahari Nusantara (KBN) dengan menjalin sinergitas bersama pemerintah daerah (Pemda) dan instasi terkait.

Demikian salah satu penekanan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M., saat memberikan  pembekalan kepada seluruh Komandan Satuan Kerja TNI AL se-Indonesia tentang penyelenggaraan KBN TNI AL secara tatap muka dan virtual bertempat di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta, Senin (5/4).

Menurut Wakasal dalam mewujudkan program KBN di wilayah, setiap Satuan Komando Wilayah (Satkowil) harus fokus pada desa binaan TNI AL yang telah berjalan dengan cara menggandeng pemerintah daerah (Pemda) setempat sehingga akan terselenggara dengan baik dan dengan hasil yang lebih optimal. Selain Pemda, TNI AL harus bisa menggandeng mitra perusahaan dengan memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dimiliki.

Wakasal menjelaskan perwujudan KBN ditentukan dengan adanya kesungguhan, semangat, keterampilan, tanggung jawab dan kerja sama yang baik antara aparat potensi maritim di satkowil/satnonkowil TNI AL dengan Pemda, instansi lain serta segenap komponen masyarakat.

Setiap bentuk kegiatan harus bisa disinergikan seperti penyelenggaraan kegiatan karya bakti di wilayah-wilayah juga dapat diarahkan untuk mendukung program KBN. Babinpotmar TNI AL memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan KBN ke depan

“Keberadaan Babinpotmar TNI AL menjadi ujung tombak pembinaan KBN yang berkelanjutan di wilayahnya,” ujar Wakasal.

Lebih lanjut ditambahkan Wakasal dalam membangun program KBN supaya hasil maksimal bisa dibagi dalam 5 klaster utama yaitu Klaster Pertahanan, di mana masyarakat dapat diberdayakan sebagai komponen pendukung dalam pertahanan negara; Klaster Ekonomi yakni meningkatkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan pembinaan kelompok masyarakat/usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan pendampingan; Klaster Edukasi yakni meningkatkan pengetahuan masyarakat desa melalui pembentukan rumah pintar sebagai wadah untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi khususnya terkait dengan berbagai kegiatan, pekerjaan dan wawasan teknologi dan kebangsaan.

Sementara itu untuk Klaster Kesehatan yakni meningkatkan kesehatan masyarakat desa melalui penyuluhan, dan sosialisasi budaya hidup sehat dan peningkatan pelayanan Puskesmas/Polindes, peralatan medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan dengan melibatkan relawan, sedangkan Klaster Pariwisata bertujuan menciptakan desa agar dapat dijadikan destinasi pariwisata khususnya wisata bahari dengan cara memelihara dan melestarikan Sumber Daya Alam (SDA) dan sumber daya buatan.

Pada kesempatan ini pula, Wakasal mengajak prajurit TNI AL untuk menyosialisasikan dan menginformasikan keberadaan KBN melalui media massa maupun media sosial kepada publik supaya masyarakat dapat secara langsung melihat dan memahami program KBN TNI AL. (*)