Pelaku UMKM Masih Kebentur Masalah Pengiriman dan Legalitas Produk

0
209
UMKM perikanan ke depan bisa bermitra dengan perusahaan besar. Ilustrasi Foto: ANTARA

Jakarta (Samudranesia) – Data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) menunjukkan pertumbuhan UMKM di Kota Bandung sebesar 3,8 persen dalam waktu enam tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan peluang bagi perekonomian di Kota Bandung, termasuk pada saat pandemi sekarang ini. Namun, hal itu juga menunjukkan perlunya dukungan berbagai pihak kepada para pelaku UMKM untuk mengatasi sejumlah permasalahannya.

Salah satu masalah yang dihadapi oleh pelaku UMKM termasuk di bidang makanan dan minuman pada masa pandemi ini adalah masalah pengiriman barang karena biaya transportasi yang tinggi. Produk minuman dari pelaku UMKM, misalnya, tidak bisa bertahan lama, sehingga butuh penanganan yang khusus dan biaya yang lebih tinggi apabila ingin melakukan pengiriman ke lokasi yang jauh dari tempat produksinya. Hal tersebut menjadi hambatan untuk pendistribusian produk ke pasar yang lebih luas.

Masalah lain yang dihadapi beberapa pelaku UMKM adalah dalam proses legalitas produk. Izin dari instansi terkait yang menjadi salah satu syarat produk masuk ke ritel besar dirasakan berat bagi pelaku UMKM tersebut. Hal ini menjadikan pelaku UMKM sulit bersaing dengan produk-produk yang sudah memiliki nama dengan skala produksi yang jauh lebih besar.

Beberapa hal itu mengemuka dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang menjadi salah satu kegiatan rutin Program Studi Teknik Industri Universitas Widyatama Bandung dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Margasari, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung secara daring dan luring pada tanggal 14 dan 15 September 2021 dengan melibatkan 10 Dosen dan 12 Mahasiswa.

Kegiatan tersebut bertajuk “Standardisasi Proses Produksi untuk Meminimasi Defect”, “Pengelolaan Pengadaan dan Persediaan Barang”, serta “Pengelolaan Limbah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)”. Kegiatan yang diikuti sekitar 30 pelaku UMKM dengan fokus bidang usaha makanan dan minuman ini disambut baik oleh Lurah Kelurahan Margasari Memed, S.Sos., M.Si.

Memed berharap kesempatan ini digunakan para pelaku UMKM terutama di Kelurahan Margasari untuk dapat menambah ilmu dan wawasan yang dapat meningkatkan kegiatan usahanya.

Pada kesempatan itu, Ketua Program Studi Teknik Industri Universitas Widyatama Dr. Arief Rahmana, S.T., M.T., CIPMP. mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM untuk semakin meningkatkan usahanya dari segala aspek sehingga berujung pada peningkatan kualitas UMKM terutama di Kota Bandung.

Para pelaku UMKM di Kelurahan Margasari berharap kerja sama antara pelaku usaha kecil dan pihak Universitas ataupun berbagai pihak lainnya dapat berlanjut untuk membantu pengembangan UMKM. Hal ini juga menjadi sebuah tantangan bagi dunia pendidikan untuk lebih dekat kepada masyarakat dan menerapkan ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat secara lebih luas. (*)