Hotong Pulau Buru, Miliki Potensi Majukan UMKM

0
981
Panen Padi Hotong: Ketua Umum DPP AKUMANDIRI, Hermawati Setyorinny (tengah), Ketua DPW Akumandiri Maluku Daniel Rigan (kanan) dan isti Bella Sophie (kiri).

Ambon (Samudranesia) – Panen perdana hotong, sejenis tanaman pangan yang dimanfaatkan masyarakat Pulau Buru, Maluku berjalan sukses. Tanaman khas Pulau Buru, hotong merupakan sejenis padi, lebih mirip alang-alang, yang tumbuh di dataran rendah sampai dengan dataran tinggi pada semua jenis lahan.

Panen Perdana pada Rabu, 27 Januari 2021 lalu dengan mengembangkan tanaman hotong  seluas tujuh (7) Ha, di desa Waipereng Kabupaten  Buru, Maluku dihadiri oleh Ketua Umum  DPP Assosiasi Industri UMKM Indonesia (Akumandiri) Hermawati Setyorinny, Ketua DPW Akumandiri Provinsi Maluku Daniel Rigan, Pengurus DPD Akumandiri Kabupaten Buru, Pimpinan Bank BNI Namlea dan Ambon, tokoh agama, tokoh masyarakat juga masyarakat di Kecamatan Lilialy.

Daniel Rigan, Ketua DPW AKUMANDIRI Provinsi Maluku asal Pulau Buru terpanggil untuk mengangkat kembali makanan pokok Pulau Buru yang oleh orang Buru disebut padi Hotong. Nantinya hasil Panen Padi Hotong seluas 7 hektare di kawasan Desa Waeperang, Kecamatan Lilialy, Kabupaten Buru akan dijadikan bibit untuk dibagikan ke petani–petani yang punya lahan dan siap untuk ditanam.

Daniel Rigan menyampaikan dari bibit yang ada ini bisa membuka lahan baru padi di sekitar 300 hektare. 

“Dari hasil bibit hotong, para petani yang lahannya sudah tersedia untuk menanam padi hotong dapat berhubungan dengan pengurus DPD Akumandiri Kabupaten Buru atau berhubungan dengan Kepala Desa (Kades) setempat untuk mendapat bibit padi hotong, Dan untuk mesin pengolahan padi hotong hasil petani kami siapkan sehingga para petani mudah mengolah hasil mereka nantinya,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Umum DPP AKUMANDIRI, Hermawati Setyorinny berharap Kabupaten Buru Provinsi Maluku, ke depan bisa menjadi lumbung ketahanan pangan melalui produksi Padi Hotong Nasional.

“Hal ini sejalan dengan program DPD Akumandiri Maluku diketuai Pak Daniel Rigan dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan petani dan Akumandiri akan membantu memfasilitasi petani dan UMKM lainnya untuk mendapatkan kemudahan dalam berusaha. Selanjutnya, Saya bersama Pak Daniel juga berupaya membantu petani untuk pemasaran hasil petani nantinya,” kata Rinny biasa disapa.

Dengan begitu petani bukan saja sebagai penggarap sawah, tetapi ke depannya petani juga bisa menjadi pengusaha sukses.

“Kita juga bisa mengambil contoh baik dari Pak Daniel Rigan yang sangat luar biasa, Pak Daniel dari keberhasilannya sebagai pengusaha terpanggil untuk mengembangkan semangat petani hotong supaya maju di daerahnya, apalagi padi hotong ini merupakan makanan masyarakat Pulau Buru sejak leluhur terdahulu dan menjadi makanan khas warga di daerah ini serta punya gizi lebih tinggi,” jelas Rinny.

Ahmad Solissa (79) salah satu tokoh masyarakamengemukakan, sangat mendukung niat baik Daniel Rigan dengan melakukan pemerataan terhadap perekonomian di daerah ini, dengan mengembangkan padi hotong. Selain papeda dan sagu orang tua di Buru juga makan padi hotong.

“Padi hotong ini sudah dikenal sejak turun temurun bahkan waktu presiden RI pertama Ir. Soekarno, beliau juga disuguhkan makanan dari padi hotong.

Saya ingat ketika beliau datang waktu tahun 1954 dengan berpakaian putih-putih dan selendang berwarna merah di dada, dimana pada saat itu beliau dusuguhkan makanan dari hotong dan sagu,” kenang Solissa.

“Sejak kedatangan Pak Presiden RI, Ir Sukarno Putra datang di Pulau Buru, sejak leluhur, hotong ditanam di dataran Waeapo, tepatnya di Waegeren, kini Pak Daniel Rigan mulai  membuka lagi lahan padi hotong di kawasan Desa Waeperang,” ungkap Solissa.

Dia juga meminta komponen masyarakat Bupolo untuk dapat mendukung program positif yang dikembangkan anak Desa Jikumerasa itu. 

“Saya secara pribadi sangat mendukung niat baik program IUMKM AKUMANDIRI melalui Pak Daniel Rigan,” tandasnya

Di sela-sela kegiatan itu juga dihidangkan hidangan dari olahan beras hotong dan tepung Hotong. Bella Sophie, istri Daniel Rigan menyatakan 30 lebih hasil olahan pangan bisa dibuat dari tepung hotong, seperti cendol, wajik, aneka kue, cake, lemper, minuman dan banyak lagi.

“Hotong adalah makanan sehat, dan harus dikembangkan menjadi makanan utama seperti padi,” kata Bella.

Aneka panganan dari hotong.

Membangun UMKM

Bertempat di rumah kediaman Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Assosiasi IUMKM Indonesia (Akumandiri) Provinsi Maluku, Muhammad Daniel Rigan dan Istri Bella Sofie, di Desa Jikumersa, Kecamatan Lilialy Kabupaten Buru, disampaikan bahwa IUMKM Akumandiri akan dibukan di 11 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Maluku.

“Kami baru hadir di Provinsi Maluku terkait dengan IUMKM Akumandiri, untuk awal kepengurusan Akumandiri Kabupaten Buru akan menjadi pilot project. Saya jalankan organisasi ini atas mandat dari ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Akumandiri, Ibu Hermawati Setyorinny yang mempercayakan saya sebagai Ketua DPW di Provinsi Maluku,” ujar Daniel Rigan.

“Selaku ketua DPW Akumandiri Provinsi Maluku, saya siap membantu dan mengarahkan anggota IUMKM bagaimana mendapatkan fasilitas kredit melalui Bank BNI yang sebelumnya telah pernah bekerja sama dengan Akumandiri dan kebutuhan lainnya dengan bersinergi dengan pihak pihak terkait,” tambahnya.


Sementara itu Ketua umum DPP Akumandiri, Hermawati Setyorinny dalam arahannya menjelaskan, organisasi Akumandiri merupakan rumah bagi seluruh pelaku industri dan pelaku usaha mikro kecil. Rumah Akumandiri akan mengayomi IUMKM tanpa ada perbedaan suku, agama, pendidikan dan gender.

“Oleh karena itu dengan hadirnya Pak Daniel Rigan sebagai Ketua DPW Akumandiri Provinsi Maluku dan Pak David sebagai Ketua DPD Akumandiri Kabupaten Buru.

Saya mengapresiasi Pak Daniel Rigan sebagai putra daerah Kabupaten Buru yang sudah sukses, ingin berbakti kepada Bangsa dan Negara terutama Tanah Maluku.

Berharap dengan hadirnya Akumandiri di Maluku yang diketuai Pak Daniel Rigan bisa sangat membantu UMKM di daerah ini untuk mendapatkan manfaat dari program pemerintah yang ada,” terangnya.


Disampaikan oleh perwakilan Bank BNI Namlea, kepala kredit BNI Cabang Namlea, Abubakar bahwa tidak perlu khawatir terkait pengajuan KUR ke BNI. Akumandiri akan membantu memfasilitasi membantu dokumen yang dibutuhkan untuk persyaratan diajukan ke BNI.

“Akumandiri akan membantu membawa semua persyaratan ke Bank BNI dan sehingga bapak ibu tidak repot datang ke Bank. Awal setoran pembukaan rekening juga diberikan awal setoran yang paling ringan dan nantinya untuk kartu debit atau ATM sekaligus sebagai kartu keanggotaan Akumandiri, dimana akan ada logo Akumandiri,” jelas Abubakar.

“Dengan demikian, saya berharap anggota Akumandiri yang mendapatkan pinjaman KUR Mikro Kecil melalui BNI benar-benar bertanggung jawab dikembalikan dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPP Akumandiri Hermawati Setyorinny, Sekertaris DPW Akumandiri Provinsi Maluku, Ir Mahmud Tan bersama anggota, Ketua DPD Akumandiri Kabupaten Buru, David; Sekertaris Agil Hukul; Bendahara Santoso Umasugi bersama anggota, Bank BNI Ambon dan BNI Namlea dan Perwakilan PKL 10 Kecamatan, perwakilan dari petani, perwakilan nelayan, tokoh masyarakat. (*)