Nakhodai PKP, Yussuf Solichien Jadi Pensiunan AL Pertama yang Jabat Ketum Parpol

0
319
Mayjen TNI Mar (Purn) Yussuf Solichien menjadi Ketum PKP periode 2021-2026.

Jakarta (Samudranesia) – Mayjen TNI Marinir (Purn) Yussuf Solichien resmi dikukuhkan menjadi Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) pada Munaslub tanggal 26 Mei 2021 lalu. Partai yang didirikan oleh mantan Wakil Presiden RI Try Sutrisno pada tahun 1999 itu tak pernah absen dalam perhelatan Pemilu di negeri ini.

Kendati sempat menyandang nama Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sejak tahun 2002, melalui Munaslub lalu partai ini kembali menggunakan nama awalnya seperti di tahun 1999.

Sebelumnya partai ini dipimpin oleh Diaz Hendropriyono yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Presiden RI. Tampuk kepemimpinan melalui Munaslub kemudian diserahkan kepada Mayjen TNI Marinir (Purn) Yussuf Solichien.

Di kalangan orang-orang kelautan, nama Yussuf Solichien sudah tak asing lagi. Ia merupakan Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) sejak 2007 dan pernah menjadi Anggota Dewan Kelautan Indonesia (Dekin). Gagasannya dalam membangun dunia kemaritiman Indonesia sudah tak terhitung lagi.   

Di kalangan militer khususnya TNI Angkatan Laut (TNI AL), nama Mayjen (Purn) Yussuf Solichien bukanlah orang yang boleh dianggap biasa-biasa saja. Yussuf merupakan mantan prajurit AL yang masuk pasukan elite TNI atau korps Marinir Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Ini menandakan Yussuf Solichien memiliki keterampilan khusus.

Boleh dibilang, jebolan AAL tahun 1973 ini merupakan satu-satunya purnawirawan TNI AL yang menjadi ketua umum partai.

Memang tidak banyak pensiunan matra bermotto Jalesvevea Jayamahe ini yang terjun ke gelanggang politik di usai masa kedinasannya. Meskipun ada, mereka bukan orang nomor satu di partai alias menjadi ketua umum.

Sebut saja Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, sempat menjadi petinggi Partai Nasdem dan saat ini Partai Berkarya. Namun Kasal tahun 2008-2009 ini tidak pernah menempati posisi ketua umum partai.

Selain Tedjo Edhy ada juga nama Muchlas Sidik yang menjadi pengurus DPP Gerindra. Selain kedua nama itu masih ada beberapa lagi yang menjadi kader partai politik.

Sebagai matra pertahanan laut, TNI AL yang didirikan pada 10 September 1945 dengan nama Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut telah melahirkan banyak nama-nama besar yang menjadi tokoh nasional.

Ada nama-nama seperti Mas Pardi, RE Martadinata, Ali Sadikin, Sudomo dan lain sebagainya. Mereka merupakan jebolan TNI AL yang sempat memegang jabatan-jabatan penting di republik ini.

Kini nama besar TNI AL berada di pundak Mayjen TNI Marinir (Purn) Yussuf Solichien yang memimpin DPN PKP periode 2021-2026. Di bawah nakhoda Yussuf Solichien, PKP siap bertarung dalam dinamika perpolitikan Indonesia pada Pemilu mendatang.

Melalui Munaslub yang digelar pada 26 Mei 2021 lalu, Yussuf dipercaya menakhodai PKP sebagai ketua umum menggantikan Diaz Hendropriyono. Saat ini, PKP yang dipimpin Yussuf Solichien telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum dan HAM.

“Yang selalu diingatkan Ketua Umum PKP Mayjen TNI Marinir (Purn) Yussuf Solichien, seorang prajurit Sapta marga, mantan komandan pasukan khusus Denjaka kepada seluruh kader PKP. Petuahnya PKP harus menjadi partai politik pemersatu, dan harus menjadi simbol persatuan,” kata Sekjen PKP terpilih, Said Salahuddin kepada media, Kamis (2/9).

Yussuf Solichien yang dilahirkan di Jakarta 8 Maret 1950 merupakan AAL tahun 1973. AKABRI angkatan 1973 telah banyak melahirkan nama-nama besar di republik ini, seperti contohnya Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam Korps Baret Ungu (Marinir TNI AL), Yussuf Solichien terplih ke dalam pasukan Intai Amfibi (Taifib), yang kemudian masuk ke pasukan elite anti-teror TNI AL Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) dan sempat menjadi orang nomor satu di korps Satya Wira Dharma tersebut.

Selepas dari situ, Yussuf menempuh karier militernya dengan menjabat sebagai Komandan Satuan Marinir Armada Barat, Asisten Operasi Korps Marinir, Direktur Pengkajian Strategi Seskoal, Komandan Pangkalan Utama TNI AL V/Jayapura, Papua (2000-2001), Kepala Dinas Pembinaan Potensi Maritim (2001-2003), Komandan Kodikal (2003-2004) dan Asisten Perencana Kasal.

Di masa pensiunnya, Yussuf juga pernah menjadi Ketua Bidang Kerjasama dan Pemasaran Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) Kementerian Pertahanan. (*)