Mistis di Balik Keindahan Alas Purwo

0
338
dok.misteraladin

Buat refreshing rasanya gak salahkalau Taman Nasional Alas Purwo dijadikan pilihan. Bagaimana nggak, lokasinya menjanjikan banget. Semua jenis wisata ada di sini. Dan, panoramanya pun asyik-asyik semua. Sekarang Anda mau wisata apa? Alam hutan, areal perbukitan serta padang savana dengan segala jenis hewan liarnya, bahkan wisata religi atau sejarah pun ada.

Atau, tertarik menelusur goa-goa, tinggal masuk aja. Di Alas Purwo banyak koq. Gak kurang dari 44 goa ada di sini. Lalu, di kawasan ini juga terdapat sejumlah pantai yang keren abis panoramanya. Pokoknya, Alas Purwo itu lengkap banget. Gak salah kalau objek wisata ini bisa bikin betah. Sebab, selain lengkap, suasananya juga bikin happy. Udaranya jelas sejuk, panorama alamnya juga memanjakan mata. Pastinya, eksotis banget.

Terus, di Alas Purwo gak sedikit loh yang bisa Anda lakukan. Bukan cuma sekadar nyantai-nyantai, sembari melihat keindahan alam, tapi banyak lagi. Bertualang juga bisa, menjelajah setiap sudut taman nasional seluas 43.420 hektar ini. Anda yang penggila trekking, bebas mewujudkan hasrat di lokasi ini. Atau, mau berenang, snorkeling, bahkan diving pasti bisa. Karena, Alas Purwo dikelilingi kawasan pantai yang oke banget.

Mau tahu, apa saja nama kawasan pantai yang ada di Alas Purwo? Selain Pantai Parang Ireng, Pantai Cungur, ada juga Pantai Ngagelan, Pantai Pancer serta Pantai Plengkung. Lalu  objek wisata berupa goa, salah satu yang cukup beken di lokasi ini adalah Goa Istana. Goa ini cukup fenomenal, karena punya keunikan yang gak bisa ditemukan di goa-goa lain. Uniknya, punya kegelapan abadi. Makanya, pas banget buat Anda punya hobi bertualang. Di sini ideal banget buat uji nyali.

Bukan cuma itu loh yang bisa dinikmati. Buat Anda yang suka mempelajari sejarah, sekaligus wisata religi, Alas Purwo juga terdapat sejumlah situs. Salah satunya situs Pura Luhur Giri Salaka, yang letaknya di tengah taman nasional ini, kira-kira 3 km dari Pantai Plengkung. Buat mencapai lokasi ini bisa menumpang grandong atau truk dari Pantai Plengkung. Pura yang ditemukan pada 1967 oleh masyarakat sekitar ini, selain punya nilai sejarah, juga dikenal kental dengan nuansa mistis.

Salah satu cerita mistis tersebut, pernah terjadi batu dari bagian situs diambil dan dibawa pulang warga sekitar. Batu itu lalu dijadikan tungku. Tak lama kemudian warga yang mengambil batu itu mengalami musibah. Lalu, di tempat ini juga selalu diselimuti cerita-cerita mitos yang bikin merinding. Contoh, tak jarang nama pengunjung dipanggil seseorang yang gak nampak wujudnya. Konon, kalau si pengunjung itu menoleh ke arah si pemanggil, biasanya si pengunjung bakal raib.

Keyakinan masyarakat akan hal-hal mistis di Alas Purwo memang cukup kuat. Tak aneh, kalau kawasan ini dianggap tempat yang angker dan keramat. Malah, yang lebih ekstrem lagi Alas Purwo dianggap sebagai kerajaan gaib mahluk astral, seluruh jin di Pulau Jawa. Makanya, tempat ini kerap dimanfaatkan banyak orang untuk mencari “kekuatan” lain secara supranatural. Alas Purwo jadi tempat semedi dan pesugihan.

Dan, di luar itu Taman Nasional Alas Purwo tetaplah menjadi salah satu destinasi wisata yang menakjubkan di Tanah Air. Sekaligus, salah satu kawasan hutan tertua dan terbesar yang menyuguhkan objek yang komplet banget dan fantastik pula. Bayangkan, dari sekian luasnya taman nasional ini terbagi menjadi beberapa zona: zona inti 17.200 ha, rimba 24.767 ha, pemanfaatan 250 ha dan penyangga 1.203 ha.

Di sini boleh dibilang menjadi rumah yang nyaman bagi pelbagai jenis flora dan fauna. Ada sekitar 700 jenis flora hidup di tempat ini, di antaranya bambu maggong dan sawo kecik. Lalu, 320 jenis burung, seperti: burung merak hijau Jawa, kuntul kecil, elang laut, 15 jenis amfibi, 50 jenis mamalia, semisal macan tutul, rusa, linsang, kucing kuwuk, banteng jawa, serta 48 jenis reptil, contohnya buaya, dan sanca bodo.

Dari fakta-fakta itu rasanya gak berlebihan kalau kemudian Taman Nasional Alas Purwo ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Global dan Geopark pada 2018  oleh badan PBB yang punya otoritas di bidang lingkungan alam. Nah, Anda ingin mengalami langsung sensasi di objek wisata yang arti namanya “hutan pertama atau permulaan” ini? Coba aja kunjungiAlas Purwo.

Buat mencapai lokasi harus diakui cuma kendaraan pribadi – motor atau mobil – saja yang bisa digunakan. Di sana gak ada angkutan umum. Dari Banyuwangi kota, Anda bisa menuju Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Srono, Kecamatan Muncar, dan Kecamatan Tegaldimo. Dari situ Anda harus melintasi Jalan Makadam sekitar 10 km hingga sampai di satu tempat, Pos Rawabendo namanya. Di sinilah gerbang utama Taman Nasional Alas Purwo.