Mercusuar Cikoneng Saksi Dahsyatnya Letusan Krakatau

0
157
Dok. daerahkita.com

Anyer (Samudranesia) – Gunung Krakatau pernah membuat gempar dunia. Letusannya yang dahsyat bukan cuma menggegerkan seantero Nusantara, tapi juga mancanegara. Amukannya meluluhlantakkan semua yang ada. Tak sedikit jiwa manusia, plus alam sekitar jadi korbannya. Tak terkecuali sebuah bangunan navigasi kapal yang bernama Mercusuar Cikoneng.

Mercusuar Cikoneng, didirikan pada 1806 oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Mercusuar yang dianggap paling sepuh di negeri ini akhirnya hancur lebur oleh ganasnya amukan Gunung Krakatau. Peristiwa yang amat mengerikan itu terjadi pada Agustus 1883. Dan, ketika itu Mercusuar  Cikoneng pun hanya bersisa nama, plus puing-puing serta sisa-sisa pondasi. Memang miris. Tapi, karena dibutuhkan, Pemerintah Kolonial Belanda pun kembali membangun mercusuar dua tahun setelah kejadian.

Bangunan anyar Mercusuar Cikoneng cuma berjarak kira-kira 30 m saja dari sisa bangunan lama. Bangunan berwarna putih ini bertengger kokoh setinggi 75,5 m, terdiri dari 18 lantai dan dihubungkan oleh sebanyak 286 anak tangga. Meski hanyalah sebuah bangunan tunggal yang berdiri tegak, tapi tak bisa dipungkiri ada kharisma yang mencuat dari sosok itu. Bisa dipahami, karena Mercusuar Cikoneng merupakan bangunan yang punya nilai sejarah.

Tak berlebihan, kalau Mercusuar Cikoneng layak banget dijadikan destinasi wisata pilihan. Pasalnya, bangunan mercusuar ini berada tak jauh dari bibir pantai. Masih satu kawasan pantai yang memang terbilang sudah punya nama, Pantai Anyer. Persisnya, lokasi mercusuar ini berada di Desa Cikoneng, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

Gak aneh, jika wisata ke mercusuar ini bukan cuma menawarkan cerita sejarah, tapi juga panorama alam pantai yang eksotis, Kawasan Pantai Anyer yang luar biasa cantiknya. Deburan ombaknya yang amat menggoda, serta dibalut air yang bersih banget, bisa jadi akan menghipnotis siapapun untuk berkunjung. Pokoknya, menyambangi Mercusuar Cikoneng dan sekitarnya dijamin mengasyikkan.

Bukan cuma itu, objek yang bisa dinikmati. Ada sisa-sisa pondasi bangunan mercusuar yang lama yang kemudian  dijadikan monumen, lokasinya tak jauh dari pantai. Bentuknya, berupa bongkahan semen dan batu bata. Monumen ini dibuat tentunya untuk mengenang peristiwa dahsyatnya letusan Gunung Krakatau.

Masih di sekitar mercusuar, terdapat pula Monumen Titik Nol Kilometer Anyer – Panarukan. Monumen ini menjadi simbol titik awal pembangunan jalan Anyer – Panarukan yang terkenal itu oleh Pemerintah Kolonial Belanda di bawah Gubernur Jenderal Daendels. Bentuknya berupa sepasang tangan sedang menyanggah dunia. Pada monumen ini terdapat peta jalan dan kota-kota yang dilewati.

Bagaimana, mau mengalami sendiri sensasi wisata di Mercusuar Cikoneng? Sambangi aja. Yang jelas nggak jauh koq dari Jakarta, plus gak susah buat mencapainya. Satu lagi, butuh apapun di lokasi ini, gampang koq dicari. Mau memanjakan lidah, banyak restoran maupun warung, serta Pondok Ikan Bakar (PIB) juga ada. Atau, mau menghabiskan waktu malam di sini, penginapan dan hotel gak kalah banyaknya.