Menyambut Baik Gagasan Penyatuan BUMN Perikanan

0
584
Ekspor ikan Indonesia semakin meningkat seiring adanya merger BUMN Perikanan.

Jakarta (Samudranesia) – Merger antara Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dan PT Perikanan Nusantara (Perinus) diharapkan dapat meningkatkan bisnis perikanan nasional. Baru baru ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengeluarkan perintah pembentukan holding BUMN Industri Pangan No.S-1131/MBU/12/2020 yang salah satunya penggabungan Perum Perindo dan PT Perinus menjadi PT Perikanan Indonesia. Sehingga ke depannya hanya ada satu BUMN Perikanan di Indonesia.

Menurut Direktur Maritim Research Institute (Marin) Nusantara, Makbul Muhammad, langkah Erick Thohir menggabungkan BUMN perikanan tersebut merupakan suatu gagasan yang briliant untuk mendongkrak industri perikanan nasional yang lesu akibat pandemi Covid-19.  

“Jika melihat beberapa statement Menteri BUMN Erick Tohir, pertama pada bulan Januari 2020, dia menginginkan agar perusahaan perikanan hadir di Natuna,” jelas Makbul kepada Samudranesia, Rabu (30/12).

“Jika ini bisa diwujudkan saya kira akan ada dua keuntungan sekaligus yang didapatkan oleh Indonesia, yang pertama adalah aspek pemanfaatan potensi perikanan di Natuna, dan kedua Aspek Keamanan Laut dalam pendekatan ekonomi yakni mengisi dan meramaikan nelayan-nelayan Indonesia di Laut Natuna Utara,” tambahnya.

Baca Juga:

Kemudian dengan adanya penggabungan 2 BUMN perikanan menjadi PT Perikanan Indonesia, Makbul menilai industri perikanan akan semakin kuat dan nelayan tambah sejahtera.

“Tidak boleh perusahaan perikanan bersaing dengan nelayan. Itu ditegaskan oleh Menteri BUMN. Rencana ini tentu kita harus sambut baik, sudah seharusnya nelayan dan perusahaan perikanan milik negara harus berjalan berkolaborasi,” ungkapnya.

Lulusan Keamanan Maritim Universitas Pertahanan (Unhan) itu menambahkan bisnis perikanan dari hulu hingga ke hilir dapat terjaga.

“Di sektor hulu, Perusahaan Perikanan Indonesia harus memperkuat sinergi dengan nelayan. Di basis-basis nelayan perlu sinergi yang kongkrit antara nelayan dengan BUMN ini. Mulai dari penyerapan hasil tangkap nelayan dan pengembangan industri olahan berbahan ikan dengan metode marketing yang modern,” bebernya.

Sambung dia, Perusahaan Perikanan Indonesia perlu mengisi ruang-ruang kosong di laut Indonesia yang rawan aktivitas pencurian ikan, seperti misalnya di laut Natuna Utara.

“Ini sebagai bentuk pemanfaatan potensi perikanan dan sebagai perwujudan keamanan laut dengan pendekatan ekonomi perikanan di wilayah-wilayah perbatasan,” tegas dia.

Sedangkan di sektor hilir, Makbul menekankan bahwa BUMN perikanan harus menjadi pelopor industri olahan ikan.

“Tentunya BUMN perikanan harus memperluas pasar pasar ekspor dan moderninasi pasar perikanan basah di Indonesia,” tandasnya. (*)