Menyaksikan Atraksi Penyu Hijau Di Pantai Pangumbahan

0
729

Menyaksikan penyu hijau bertelur di hamparan pasir putih sungguh merupakan pengalaman berharga yang tak terlupakan seumur hidup.

Pantai Pangumbahan sangat menawan karena memiliki hamparan pasir putih yang halus dan lembut. Selain itu, pantai ini memiliki pemandangan di sekitar yang bagus dan alami yang belum tercemari oleh industri.

Sejuknya hembusan angin pantai dan ombak menerpa hamparan pasir putih yang halus dan lembut, membuat hati tenang. Hal ini juga yang dapat membuat sejumlah penyu hijau dapat mendatangi pantai untuk proses bertelur. Bagaimana, tertarik untuk menikmati pasir putih dan melihat penyu hijau?

Lokasi pantai Pangumbahan berada di Desa Gunung Batu, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Pantai Pangumbahan tidak jauh dari pantai Ujung Genteng, berjarak sekitar 5 km. Waktu yang diperlukan untuk mencapai pantai Pangumbahan ini dari pantai Unjung Genteng, sekitar 10 menit.

Dalam perjalanan menuju Pantai Pangumbahan, Anda akan melewati Pantai Cibuaya. Di situ terdapat beberapa penginapan dengan beberapa variasi harga. Penginapan di Cibuaya merupakan alternatif penginapan selain di pantai Pangumbahan itu sendiri.

Jika Anda ingin merasakan sensasi yang berbeda, cobalah membawa surat izin penelitian, lalu menginap di penangkaran penyu Pangumbahan. Walaupun dirasa kurang layak untuk ditempati, dengan menginap di penangkaran penyu Anda tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.

 

Berselancar Ekstrem

Untuk Anda penikmat olah raga air, Pangumbahan adalah tempat yang tepat untuk berselancar. Dengan ombak setinggi 2-4 meter, rasanya sangatlah cukup untuk menghempaskan Anda dengan papan selancar. Namun berhati-hatilah dalam berselancar, pantai ini penuh dengan karang.

Jadi, bagi Anda yang baru berniat belajar surfing, pantai ini bukanlah tempat yang tepat bagi Anda. Namun, bagi Anda yang merasa tertantang untuk menaklukkan ombak setinggi 4 meter, dan medannya berkarang, tempat ini wajib Anda datangi. Bagaimana? Tertarik untuk berselancar di medan ekstrim? Atau jika Anda mencari sensasi lain, Anda dapat menyaksikan penyu hijau bertelur di malam hari.

 

Penyu Hijau Bertelur

Salah satu daya tarik Pantai Pangumbahan yang paling terkenal adalah penyu hijau dan penangkarannya. Di pantai Pangumbahan, jenis penyu yang sering ditemui adalah penyu hijau (Chelonia mydas). Jenis lainnya seperti penyu belimbing dan penyu sisik sudah mulai jarang ditemui. Penyu hijau dewasa bisa mencapai panjang 1,5 meter dengan berat sampai 300 kg dan sekali bertelur bisa menghasilkan 100-200 butir telur.

Jika Anda berencana untuk melihat proses penyu hijau bertelur, jangan datang ketika terang bulan (bulan purnama). Cobalah menunggu bersama petugas penangkaran pukul 21.00 hingga 04.00 WIB. Pemandangan yang luar biasa jika Anda melihat penyu hijau berukuran rata-rata 1 meter naik ke pantai lalu menghasilkan 100 hingga 200 butir telur saat menggali lubang.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan selama proses penyu bertelur:

  1. Dilarang menyalakan lampu di dekat penyu.

  2. Jangan membuat atau membunyikan suara.

  3. Jangan membuat api atau cahaya yang berlebihan.

  4. Jangan mendekati seekor penyu yang baru datang dari laut, dia akan mudah takut.

  5. Menghindari pemakaian senter jangan pernah mengarah langsung ke penyu.

Pusat Penangkaran Penyu (UPTD Konservasi Penyu Hijau Pangumbahan) yang dikelola oleh Pemerintah Daerah setempat, telah menyediakan enam pos pengamatan yang disiapkan bagi para pengunjung. Masing-masing pos  akan menampung sejumlah kumpulan pengunjung, tentu dibatasi jumlahnya agar tidak terlalu padat dan ramai sehingga mengganggu proses bertelurnya penyu.

Dari pos berkumpul, Anda akan dibawa oleh seorang petugas menuju pos yang telah ditunjuk sebelumnya. Tentu tidak langsung diantar ke lokasi lubang penyu, melainkan menunggu di tempat yang dipilihkan sampai akhirnya mendapat kode untuk mendekat. Harus disadari bahwa penyu akan kaget dan takut jika melihat sinar di Pantai, dan sangat mungkin akan mengurungkan bertelur dan kembali lagi ke laut.

Kita di perbolehkan mendekat jika penyu tersebut sudah menggali lubang dan memulai proses mengeluarkan telurnya. Jika sudah dalam posisi demikian, penyu tidak akan peduli lagi dengan situasi di sekelilingnya dan melanjutkan bertelur hingga tuntas.

Jika ingin merasakan sensasi lain bersama penyu, Anda dapat ikut serta dalam pelepasan anak penyu (tukik). Pelepasan tukik biasanya dilakukan di sore hari. Tukik yang dilepaskan di habitat asli biasanya berumur 60 hari. Membantu tukik untuk mencapai habitat aslinya menjadi suatu pemandangan yang menakjubkan sekaligus mengharukan. Tak jarang banyak pengunjung yang terisak ketika melepaskan tukik-tukik tersebut.

 

Terancam Punah

Ironisnya, penyu yang menjadi lambang Kabupaten Sukabumi ini populasinya semakin mengkerut. Salah satu penyebabnya adalah perburuan penyu hijua tersebut. Belakangan ini pemerintah daerah Sukabumi giat melestarikan hewan langka tersebut. Salah satunya mendirikan UPTD Konservasi Penyu Hijau Pangumbahan, yang disokong oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Masalah lain yang sudah menahun adalah ancaman manusia yang gemar memperdagangkan telur penyu. Padahal Undang-Undang Nomor 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya telah melarang siapapun untuk mengambil, merusak, memusnahkan, menyimpan atau memiliki telur penyu. Tetapi, masih saja banyak orang yang tergiur mencuri telur penyu dan untuk diperjual-belikan.

Bagaimana, tertarik untuk mengunjungi Pantai Pangumbahan ini? Anda dapat merasakan keindahan pantai pasir putih sekaligus turut serta dalam pelestarian penyu hijau. Menarik, bukan?

bambang