Menu Imlek dan Makna Tersembunyi di Baliknya

0
428
pixabay.com

Tradisi Imlek harus diakui sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Tionghoa. Logis, kalau tradisi ini punya kedudukan sangat sakral dan karenanya wajib dihelat setiap tahunnya. Buat mereka, Imlek jelas punya makna yang sangat dalam. Tak heran, kalau perayaan ini kemudian begitu mengakar dan tetap eksis hingga memasuki tahun ke 2572 pada tahun ini. Termasuk soal menu imlek yang dihidangkan.

Adalah lumrah, kalau buat menyambut hari yang sakral ini persiapan dilakukan dengan sangat serius. Keseriusan itu bisa dilihat dari upaya mereka mempersiapkan tampilan rumah sekeren mungkin. Biasanya demi menyambut Imlek rumah bukan cuma dibersihkan, tapi juga diberi beragam dekorasi yang cantik sekaligus khas. Contohnya lampion.

Lalu hidangan. Masalah ini juga mendapat perhatian yang tak kalah seriusnya. Di mata masyarakat Tionghoa, hidangan bisa dibilang punya kedudukan yang krusial demi menyambut Imlek. Pasalnya, hidangan ini bukan lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi semata, tapi di balik itu terselip pula makna-makna tertentu. Ada simbol-simbol tertentu dari setiap hidangan yang tersaji di momen spesial tersebut. Bukan rahasia lagi, Imlek identik dengan makan-makan bersama. Lantas, apa saja sih jenis menu Imlek yang biasa dihidangkan itu, dan apa pula makna di baliknya? Simak saja di bawah ini.

Siu mie

Menu Imlek yang satu ini berupa mie goreng. Siu mie boleh dibilang menjadi hidangan yang wajib disajikan dalam setiap perayaan Imlek. Pasalnya, menurut kepercayaan, mie ini punya makna panjang umur, kebahagiaan sekaligus rezeki yang berlimpah. Lalu, menyantapnya? Tentu saja, harus utuh sampai bagian ujung mie.

Jiaozi

Dari tampilannya menu ini memang mirip banget dim sum. Jiaozi menjadi menu Imlek yang khas buat seluruh anggota keluarga. Mengapa hidangan yang satu ini harus ada? Karena punya arti yang tentu saja sangat khusus. Yakni, harapan akan hadirnya rezeki yang berlimpah. Sekaligus, kerukunan dalam keluarga.

Yu sheng

Menu Imlek ini tak ubahnya seperti salad. Isinya tentu saja sayur-mayur, ikan, buah dan mie. Yu sheng, di mata masyarakat Tionghoa menjadi simbol keberuntungan di tahun yang baru.

Dan, hidangan ini disantap dengan cara yang cukup seru, beramai-ramai. Semua anggota keluarga diharuskan memegang sumpit. Lalu, pada hitungan ketiga, salad diaduk secara bersamaan. Adukan itu semakin tinggi dianggap makin baik.

Ikan bandeng

Tak kalah pentingnya adalah menu yang terbuat dari ikan bandeng. Seperti menu lainnya, ikan yang satu ini juga punya makna yang dalam. Yakni, membawa rezeki, serta membuat usaha agar selalu lancar. Dalam penyajiannya, ikan bandeng itu harus utuh. Kepalanya diarahkan ke tamu atau orang tua, sebagai bentuk penghormatan. Setelah orang-orang yang terhormat itu mulai menyantap, barulah anggota keluarga yang lain boleh ikut menyantap.

Bebek panggang

Menu Imlek yang juga tak boleh ketinggalan adalah bebek panggang. Pasalnya, menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa ini merupakan lambang kemakmuran. Sehingga, dengan menyantap bebek panggang diyakini akan membuat kehidupan seseorang semakmur para raja.

Sup delapan bentuk

Namanya memang cukup unik, sup delapan bentuk. Jenis masakan ini juga menjadi menu yang wajib disajikan dalam ritual Imlek. Pasalnya, sup ini dipercaya akan membuat bisnis menjadi lebih cepat berkembang. Sup delapan bentuk berisi: ikan, jamur tungku, teripang, abalone, kerang kering, udang, perut ikan, kacang ginko, biji lotus dan jamur hitam.

Makanan lain

Di luar itu. Masih ada beberapa macam makanan lain yang dijadikan sajian wajib dalam perhelatan Imlek, sekaligus maknanya. Makanan itu adalah: Manisan. Disajikan di tempat berbentuk segi delapan atau juga kotak. Contoh manisan biji teratai bermakna kesuburan, dan leci, keluarga yang kuat. Kue keranjang. Kue ini lambang harapan keluarga yang rukun dan sejahtera. Lalu disusun bertingkat dari yang paling besar hingga terkecil, lambang rezeki dan kemakmuran yang meningkat.

Telur rebus dalam teh. Direbus dengan bumbu kecap asin, rempah-rempah dan daun teh. Rasanya unik dan jadi simbol kesuburan. Jeruk santang. Buah ini lambang kemakmuran dan rezeki yang selalu tumbuh. Disajikan lengkap dengan daunnya, simbol kehidupan dan kesejahteraan. Kue mangkuk. Biasanya berwarna merah, letaknya pada bagian puncak dalam susunan kue keranjang. Ini lambang rezeki yang berkembang. Kue lapis legit. Kue ini punya makna khusus, rezeki yang berlapis sehingga bisa membawa keberuntungan.