Menjadi Pintu Gerbang NKRI, Sabang harus Diperkuat Aspek Ekonomi dan Pertahanannya

0
685
Pelabuhan Balohan Sabang. Dok Foto: Istimewa

Medan (Samudranesia) – Keberadaan Sabang sebagai kota strategis di wilayah barat Indonesia perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Baik dari aspek ekonomi dengan infrastruktur pelabuhan yang memadai maupun aspek pertahanannya dengan adanya pembangunan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal).

Hal itu sebagaimana diutarakan oleh Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono saat mengunjungi Markas Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan TNI I Belawan, Sumatera Utara, Sabtu (28/11). Nono mengingatkan, Indonesia dalam upaya mewaspadai perkembangan lingkungan strategi kawasan Asia Pasifik yang berpengaruh terhadap pergeseran geopolitik, geoekonomi dan geostrategi, perlu mengelola Sabang dengan baik.

“Kita sepakat akan membangun Indonesia bagian barat, yakni Sumatera Utara dan Aceh. Kami akan usulkan untuk membangun Sabang sebagai pintu gerbang perairan laut sekaligus membangun markas pertahanannya. Saya usulkan ada Lantamal juga di Sabang, maka berarti akan ada Batalyon Marinir lagi di sana,” ucap Nono.

Nono yang juga merupakan Dankormar di era Presiden Abdurachman Wahid (Gus Dur) itu mengimbau agar Indonesia harus bisa menghadapi persaingan dalam perdagangan global yang saat ini dikuasai oleh negara tetangga.

“Karena, 90 persen perdagangan dunia itu melalui laut dan melintasi Indonesia. Untuk bersaing dan merebut perdagangan global itu, kita juga tidak bisa abaikan kekuatan militer. Jadi selain kekuatan ekonomi, pertahanan militer kita juga harus diperkuat,” tegasnya.

“Perkembangan lingkungan strategi kawasan Asia Pasifik pasti akan membawa pengaruh ke Indonesia. Sebagai negara dengan wilayah terluas dan memiliki area yang menjadi penghubung sebagian besar negara di Asia Tenggara, Indonesia harus mengoptimalkan peluang strategis di kawasan tersebut tidak hanya ekspor produk barang maupun jasa, namun juga investasi,” tambahnya.

Wakil Ketua DPD Nono Sampono (kiri) bersama Danyonmarhanlan I Letkol Mar Farick (kanan)

Senator asal Maluku ini juga menyebut komponen TNI harus menjadi kekuatan, maka perlu terus memelihara dan meningkatkan kompetensi, militansi, profesionalitas, dan loyalitas prajurit.

“Hati dan pikiran harus selalu NKRI dan Pancasila. Tidak ada tawar menawar, kalau ada pikiran lain ya lebih baik keluar. Jaga identitas apapun tugas yang kalian lakukan. Jangan sampai orang lain dapat melakukan lebih baik dari kita. Prajurit harus menjadi yang dibanggakan dan dicintai oleh rakyat,” tegasnya lagi.

Sementara itu, Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan TNI I Belawan, Letkol Marinir Farick, M.Tr.Opsla mengatakan sebagai prajurit, satuan pertahanan pangkalan harus siap mendukung perintah apabila terjadi sesuatu.

“Kami siap pengamanan obyek vital, atas perintah Dantamal, seperti pengamanan Kota Medan. Soliditas TNI/Polri juga tetap terjaga, kerjasama terjalin dengan baik,” tegas Farick.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua PURT DPD RI Ahmad Nawardi, Ketua PPUU DPD RI Badakenita Sitepu, Wakil Ketua Komite IV DPD RI Novita Anakotta dan sejumlah anggota DPD RI lainnya Arniza Nilawati (Sumatera Selatan), Herlina Murib (Papua), Hilda Manafe (NTT) dan Andi M. Irsan (Sulsel).

(tyo)