Mengupas Sejarah Perjuangan Kota Maritim Cirebon dari KRI Dewaruci

0
284
Dok Foto: Dispenal

Jakarta (Samudranesia) – Di masa kemerdekaan, Cirebon menjadi basis kekuatan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Gabungan kekuatan dari Jakarta serta didukung dengan adanya gudang tanker bahan bakar, tanker bahan makanan, dan amunisi senjata menjadikan kekuatan ALRI di kota ini sangat konkret.

Demikian disampaikan Kepala Sub Dinas Penulisan Produksi Sejarah (Kasubdis Lisprodrah) Dinas Sejarah TNI Angkatan Laut (Disjarahal) Letkol Laut (KH) Drs. Heri Sutrisno dalam Dialog Sejarah yang mengangkat tema “Cirebon Sebagai Kota Perjuangan TNI AL Pada Masa Perang Kemerdekaan” di atas Geladak KRI Dewaruci yang sedang sandar di dermaga Cirebon, Selasa (2/3).

Dialog Sejarah dalam rangkaian kegiatan Syiar Samudera yang akan mengunjungi beberapa daerah di Pulau Jawa dengan menggunakan KRI Dewaruci ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksma TNI Supardi, S.E., M.B.A., CHRMP dan Sejarahwan Cirebon Mustaqim Asteja dengan dipandu moderator Letkol Laut Baratiku.

Menurut Kadisjarahal, Cirebon memiliki sejarah panjang, baik  sebelum kemerdekaan maupun sesudah zaman kemerdekaan.

“Bagaimana dulu para pahlawan berjuang mempertahankan kemerdekaan negara ini. Perjalanan Angkatan Laut di Cirebon turut mewarnai dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkap Kadisjarahal.

Senada dengan Kadisjarahal, Letkol Laut (KH) Drs. Heri Sutrisno menyampaikan bahwa Cirebon merupakan pintu gerbang maritim Indonesia. Dengan hasil keuntungan maritim di Cirebon dapat dibeli kapal perang untuk Angkatan Laut pada masa itu meski hanya memiliki tiga kapal saja.

“Pemuda-pemuda di Cirebon pun dengan penuh semangat membentuk organisasi sendiri untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” ujar Letkol Laut (KH) Heri Sutrisno.

Sementara itu, Sejarahwan Cirebon Mustaqim Asteja mengakui bahwa Cirebon sudah lama dikenal sebagai bandar niaga. Kemudian para pejuang mempertahankan eksistensi keutuhan negara Indonesia dan sudah dibuktikan sejak zaman TKR Cirebon, BKR Cirebon dan seterusnya.

“Di mana peran Cirebon sudah dibuktikan ketika awal penjajahan datang,” ujar Mustaqim.

“Di masa kemerdekaan, Cirebon muncul sebagai pembela proklamasi. Ketika Indonesia baru saja merdeka semua masih bersatu, karena momentum 17 Agustus menjadi momentum kebersamaan dan tidak mementingkan golongan, muncul rong-rongan dari dalam negeri seperti PKI Laskar merah. Dengan bersatunya pemuda Pemuda Cirebon Laskar Merah PKI dapat dihancurkan,” bebernya.

Kegiatan Dialog yang dilaksanakan sepanjang pelayaran Syiar Samudera ini sejalan dengan harapan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., agar keberadaan prajurit TNI AL di manapun dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat sekelilingnya. (*)