Mengulas Rumusan Strategi Militer Pertahanan Negara Kepulauan di Seskoal

0
231
FGD “Strategi Militer Pertahanan Negara Kepulauan” di Seskoal.

Jakarta (Samudranesia) –  Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD)  Bidang Strategi TA. 2021 dengan tema “Strategi Militer Pertahanan Negara Kepulauan” yang berlangsung secara Virtual bertempat di Kelas A dan B Gedung R.E. Martadinata Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Kamis (04/03), dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Komandan Seskoal Laksamana Muda TNI Dr.Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr (Han) diikuti oleh Wadan Seskoal Laksamana Pertama TNI Imam Musani, S.E., M.Si., M.Tr.Opsla., Kapusjianmar Seskoal Laksamana Pertama TNI Suharto, S.H., M.Si (Han)., Kakoordos Seskoal Laksamana Pertama TNI Judijanto,S.T., M.Si., M.A.,CHRMP., Dirjianstraops Seskoal Kolonel Laut (P) Avianto Rooswirawan, S.E., M.Si., para Pejabat Utama Seskoal, para Patun Dosen Seskoal, mahasiswa program Sit In Seskoal yang merupakan Mahasiswa Program Doktoral Universitas Pertahanan dan Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) Seskoal Angkatan ke-59 TA 2021.

FGD yang dilaksanakan satu hari ini menghadirkan pembicara atau narasumber antara lain Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman Dr. Arif Havas Oegroseno, S.H., M.H., Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio dan Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, dengan moderator Wakapusjianmar Seskoal Kolonel Laut (P) Salim, S.E.

Dalam paparannya, Laksamana TNI (Purn) Prof Marsetio menyampaikan bahwa setiap negara yang ingin perdamaian harus bersiap untuk perang. Maka itulah diperlukan strategi militer yang sesuai dengan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

“UU Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara Pasal 3 ayat (2) disebutkan pertahanan negara disusun dengan memperhatikan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan,” ungkap Prof. Marsetio.

Kasal tahun 2012-2015 itu menyatakan bahwa amanat UU tersebut sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Salah satu pilarnya menyebut tentang pertahanan maritim.

Hal tersebut kemudian dirinci ke dalam Perpres No.16/2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI). Prof Marsetio kemudian menjelaskan lebih lanjut tentang Strategi Perang Laut Nusantara (SPLN).

Dalam kesempatan itu, Guru Besar Unhan ini juga menyampaikan konflik Laut China Selatan yang kian memanas setelah China mengklaim teritorial lewat nine dashed lines dan menurunkan Coast Guard-nya untuk menjaga nelayannya di lokasi tersebut.

“China kian hari semakin agresif dalam perselisihan di Laut Natuna Utara melawan Amerika Serikat dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Demi memperkuat angkatan militernya, China bahkan baru saja mengesahkan Undang-Undang yang memperbolehkan penjaga pantai di wilayah perairan Luat Natuna Utara untuk menembaki kapal asing yang berani masuk,” jelasnya.

Guna mengurangi ketegangan di LCS, Indonesia menggagas konsep perdamaian lewat konsep Indo-Pasifik. Konsep tersebut dijadikan sebagai panduan dalam pengembangan kerjasama ASEAN dengan negara lain di wilayah Indo Pasifik.

Di kesempatan yang sama, Mantan KSAU, Marsekal TNI (Purn) Cheppy Hakim dalam paparannya menyampaikan konsep pertahanan negara kepulauan melalui pertahanan perbatasan wilayah negara dengan konsep pagar melalui patroli.

Sedangkan Arif Havas Oegroseno menyatakan mengenai besarnya ancaman yang terjadi saat ini menghendaki untuk negara memiliki pertahanan kita.

Danseskoal dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Narasumber FGD Bidang Strategi Seskoal TA 2021 yang telah menyempatkan waktunya untuk mengisi materi dan paparan dalam FGD ini.

“Sesuai dengan tema yang dirumuskan sebagai hal penting yang menjadi perhatian kita bahwa Indonesia sebagai Negara kepulauan terbesar di dunia memerlukan suatu strategi dalam menegakkan kedaulatan Negara, khususnya dalam bidang Pertahanan yang menjadi tugas utama yang diemban oleh militer yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI) sesuai dengan amanat undang-undang nomor 2 tahun 2003 tentang pertahanan negara,” ucap Danseskoal.

Danseskoal Laksda TNI Dr Iwan Isnurwanto.

Adapun tujuan dilaksanakannya FGD ini adalah sebagai wadah bagi para Perwira, Peneliti dan Dosen dalam menyampaikan gagasan akademis untuk dapat berkontribusi dalam pertahanan Indonesia dalam rangka mengembalikan dan mewujudkan identitas negara Indonesia yang besar, kuat serta mandiri sebagai negara dengan strategi pertahanan negara kepulauan.

“Melalui kegiatan FGD ini akan diperoleh tambahan wawasan dan pemahaman bersama terkait Strategi Militer Pertahanan Negara Kepulauan sehingga dapat menjadi dasar untuk berpikir dan bertindak dalam melaksanakan tugas-tugas ke depan,” ujar Danseskoal.

Pada akhir FGD Moderator Kolonel Laut (P) Salim, menyampaikan bahwa ide, ilmu, pengalaman dan arahan dari para pembicara nantinya akan dijadikan masukan dalam penyusunan Konsep Strategi Militer Pertahanan Negara Kepulauan.

Moderator Kolonel Laut (P) Salim

“Rumusan dari hasil FGD ini  akan menjadi masukan Strategi Militer Pertahanan Negara Kepulauan yang saat ini masih belum ada,” tegas Salim.

Kegiatan FGD ini selaras dengan Program Prioritas Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan profesional di bidang strategi. (*)