Mengobati Sirip Cupang yang Robek

0
46729
Dok. diadona.id

Jakarta (Samudranesia) – Memandang ekor dan sirip cupang yang lagi mengembang sempurna itu memang asyik banget. Karena, di momen itulah kecantikan sejati seekor cupang nampak jelas. Bukan rahasia lagi, kalau kecantikan cupang itu sangat bergantung pada kesempurnaan ekor dan siripnya. Bahkan, bukan cuma itu. Sehat atau nggak-nya cupang pun di bagian ini juga letaknya.

Terus, bagaimana jika sirip dan ekor cupang itu terganggu atau robek misalnya? Jelas, bisa fatal akibatnya. Yang pasti, nilai jual dari cupang bisa jadi bakal merosot tajam. Malah, bisa-bisa gak laku lagi dilego. Nah, biar kondisi ini gak  terjadi, mungkin perlu juga ditelusuri beberapa kasus yang sering banget membuat sirip atau ekor cupang jadi rusak atau robek.

1. Digigit sendiri

Tak jarang lo sirip atau ekor cupang itu robek karena ulahnya sendiri. Koq bisa? Sangat bisa. Karena sifatnya yang agresif dan liar, sering terjadi cupang melahap sendiri ekor dan siripnya, saat dalam keadaan lapar. Kasus ini sering terjadi ketika cupang dalam proses pengiriman yang memakan waktu lama.

Kasus lain yang kerap membuat cupang menggigit sirip dan ekornya sendiri karena gak bisa melihat dengan baik. Ini juga bisa terjadi saat pengiriman. Biasanya cupang dibungkus plastik dan dilapisi tisu atau lainnya, masuk boks pengiriman. Karena situasi gelap, saat menekukkan ekornya ke samping dan mengenai kepala, secara refleks cupang akan menggigitnya. Ini terjadi karena faktor instingnya semata sebagai petarung.

Perilaku menggigit sendiri sirip dan ekor bisa juga terjadi dalam kasus lain. Cupang yang dirawat dalam wadah relatif kecil sering membuat ikan tersebut gak bisa bebas bergerak. Di sisi lain, kotoran dan sisa pakan yang mengendap di dasar sering membuatnya stres. Tak jarang cupang pun menggigit sirip atau ekornya sendiri.

2. Bertarung

Rusaknya sirip maupun ekor cupang yang paling mungkin terjadi tentu karena pertarungan. Ini khususnya dialami oleh jenis cupang aduan. Sebuah kondisi yang sangat natural mengingat perannya sebagai mahluk petarung. Saling serang dan pastinya saling mengoyak. Tak aneh, jika sirip maupun ekor yang selalu jadi target serangan lawan menjadi robek.

3. Efek perkawinan

Perkawinan juga kerap digadang-gadang sebagai penyebab sirip dan ekor cupang menjadi rusak. Asal tahu saja, sifat cupang yang agresif banget terbawa-bawa juga dalam proses perkawinan. Selintas, pasti gak ada yang menyangka perilakunya yang mirip bertarung itu sebenarnya sedang dalam proses perkawinan. Kebiasaan unik ini sering kali memicu ekor maupun sirip cupang robek.

4. Penyakit

Terakhir, yang juga kerap menyebabkan ekor maupun sirip cupang robek tentu karena faktor penyakit. Di kalangan komunitas pencinta cupang penyakit tersebut dikenal dengan nama rot fin. Penyakit ini disebabkan karena bakteri dan selalu menyasar pada ekor cupang. Biasanya, rot fin akan membuat ekor cupang rusak. Dan, bakteri ini timbul karena kualitas air yang buruk. Serta, bisa jadi cupang lagi stres, tak pelak membuat sistem kekebalan tubuh jadi rentan.

Lantas, mungkinkah semua itu bisa diatasi? Pastinya, sangat mungkin dan gak susah. Semua orang pun jelas bisa ngelaksanainnya. Bisa begitu, karena semua tips yang harus dikerjakan terbilang standar, gak beda dengan cara memelihara cupang itu sendiri. Praktiknya, seperti ini:

1. Jaga kondisi air

Kualitas air yang ideal mutlak diperlukan, buat mendukung upaya pemulihan. Terkait ini, air harus bebas bakteri, sehingga diharapkan proses pemulihan sirip maupun ekor cupang yang robek gak terganggu oleh serangan bakteri. Praktiknya, simpel aja. Jangan ada kotoran cupang serta sisa pakan yang mengendap di dasar. Lalu, taburkan juga garam ikan, agar kualitas air selalu terjaga dan tentunya bebas bakteri. Selain itu perlu juga ditambahkan daun ketapang. Daun ini diklaim bisa membantu menjaga air agar tetap dalam pH yang diinginkan cupang. Plus, akan membuat cupang lebih nyaman dalam proses pengobatan.

2. Pakan bernutrisi tinggi

Biar sirip dan ekor cepat tumbuh lagi, cupang butuh pakan yang punya kandungan nutrisi tinggi. Nah, pakan dengan kategori itu biasanya ada pada pakan alami. Contohnya, jentik nyamuk, cacing sutera dan banyak lagi lainnya. Sebab itu, kebiasaan memberi pakan seperti pelet agar di-stop.

3. Ganti Air

Gak kalah krusialnya adalah penggantian air. Langkah ini tentu perlu dilakukan secara berkala. Bisa dipastikan, upaya ini bakal sangat membantu buat pemulihan ekor dan sirip cupang yang robek.

Gimana? Sekarang tahu kan, apa aja sih yang sering banget bikin sirip dan ekor cupang robek? Harapannya sih, setelah ini kejadian-kejadian tersebut tentunya bisa diantisipasi. Biar kejadian serupa gak terulang lagi. Dan, kalau pun masih juga terjadi, toh solusinya simpel banget koq. Baca aja artikel ini sampai tuntas. (Guss)