Belajar Memahami Bahasa Tubuh Lawan Bicara Ala FBI

0
467
Dok. farbooksventure.com

Jakarta (Samudranesia) – Mengorek informasi dari seseorang yang lebih banyak bungkam memang bukan pekerjaan gampang. Tidak seperti secara verbal, jawaban itu langsung bisa diperoleh ketika yang bersangkutan buka suara. Terlepas pada akhirnya jawaban itu benar atau tidak. Tapi, paling tidak ada yang dihasilkan dari upaya itu.Satu-satunya cara yang paling mungkin untuk menguak itu adalah lewat bahasa tubuh atau nonverbal.

Dan, metode inilah yang coba diterapkan oleh Joe Navarro lewat bukunya yang berjudul What Every Body is Saying” yang kemudian diindonesiakan menjadi “Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh”. Dalam buku ini tersaji dengan gamblang, bagaimana Joe Navarro menawarkan kepada para pembaca sebuah konsep yang sangat jitu dalam upaya mengungkap setiap geliat tubuh seseorang sekecil apa pun. Tak heran, sehebat apa pun perilaku nonverbal lewat metode ini pasti terbongkar. Tak ada kebohongan yang dengan mudah bisa “melenggang” begitu saja.

Membaca bahasa tubuh, Joe Navarro memang pakarnya. Bagaimana tidak, selama 25 tahun aktif di FBI, bidang ini boleh dibilang menjadi “makanannya sehari-hari”. Banyak kasus besar di Amerika Serikat yang kemudian terbongkar berkat kepiawaiannya. Di antaranya, kasus pembunuhan yang bertajuk “cangkul es” dan “si ahli mata-mata”.

Baca Juga: Anak Anda Tak Suka Makan Ikan? Coba Tips ini

Skill Joe Navarro dalam membongkar perilaku nonverbal seseorang, selain diperoleh secara akademis dan special trainning, juga digodok lewat pengalaman hidup sehari-hari. Di instansi tempatnya mengabdi, Joe – menurutnya – banyak berteman dengan orang-orang hebat dan ahli di bidangnya. Dan, jauh sebelumnya, semasa kanak-kanak, kemampuannya bukan saja terasah oleh pembelajaran hidup dari kedua orang tua dan neneknya, tapi juga oleh hasil interaksi antarsesama anak-anak pengungsi. Untuk diketahui, Joe Navarro sejak umur 8 tahun dibawa orang tuanya mengungsi dari Meksiko, negara asalnya ke Amerika Serikat. Pengalaman itu semua, alhasil, secara natural memberi andil dalam mempertajam sensitivitas kemampuannya membaca setiap bahasa tubuh seseorang.

Secara global membaca bahasa tubuh tak bisa dipungkiri punya fungsi yang amat luas dalam kehidupan ini. Tak lagi terbatas pada bidang intelijen maupun keamanan saja, tapi bisa juga dimanfaatkan di lingkup yang lebih kecil, seperti lembaga pendidikan, perusahaan, bahkan keluarga. Tak salah, jika tujuan Joe Navarro menulis buku ini adalah untuk mengajari pembaca cara mengamati dunia di sekitarnya, sekaligus menentukan arti dari situasi nonverbal.

Tak berlebihan, jika buku “Cara Cepat Membaca Bahasa Tubuh” karya fenomenal Joe Navarro sangat layak dimiliki dan dijadikan pegangan oleh semua kalangan. Pasalnya, selain sarat akan pengetahuan, buku yang dicetak pertama kali, Juni 2014 ini ditulis dengan gaya bahasa komunikatif yang sangat enak untuk dibaca. Soal ini, Joe Navarro bukan cuma ahli dalam membaca bahasa tubuh, tapi kemampuannya menulis pun sangat mumpuni. Logis, karena setelah pensiun dari FBI, dia aktif menjadi pengajar dan penulis. (guss)