Mencari Rumah Subsidi Lebih Mudah Lewat Aplikasi SiKasep

0
705
Ilustrasi Rumah Subsidi

Jakarta (Samudranesia) – Pemerintah terus mendorong penyerapan bantuan rumah subsidi. Salah satunya dengan pemanfaatan aplikasi teknologi telepon pintar. Melalui aplikasi bernama SiKasep (Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan), masyarakat kini bisa mencari dan memiliki rumah subsidi dengan mudah.

Aplikasi Si Kasep diluncurkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejak awal tahun 2020. Aplikasi yang bisa diunduh di telepon pintar berbasis sistem operasi android ini sampai dengan saat ini sudah diunduh lebih dari 100 ribu.

Masyarakat  cukup mengunduh dan memasang aplikasi SiKasep  pada ponselnya dan langsung bisa mencari rumah bersubsidi yang diinginkan. Caranya pun cukup mudah. Pengguna bisa memilih lokasi rumah subsidi yang diinginkan, baik sesuai dengan domisili saat ini maupun rumah di dearah lain.

Berdasarkan data management control PPDPP, hingga 4 April 2020 terdapat 8.782 lokasi perumahan dari 5.987 pengembang yang berasal dari 19 asosiasi perumahan tercantum pada aplikasi SiKasep.

Perumahan menjadi salah satu perhatian pemerintah, terutama untuk memastikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memperoleh hunian yang layak.  Aplikasi SiKasep merupakan upaya Kemen PUPR untuk meningkatkan jumlah rumah tangga yanh memiliki rumah layak huni dari 56,75 persen menjadi 70 persen.

Pandemi Covid-19 selama 10 bulan ini telah memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Terbatasnya aktivitas masyarakat akibat pemberlakuan masa Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB) membuat perdagangan mengalami penurunan. Sektor properti mengalami dampak yang cukup besar.

Menurut Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia (BI), pertumbuhan penjualan properti skala perumahan pada periode Juli-September 2020 atau kuartal ketiga hanya tumbuh 1,51% (year on year/yoy). Pertumbuhannya melambat dari kuartal kedua tahun ini yang tercatat mencapai 1,59% (yoy). Melambatnya pertumbuhan ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun.

Di tengah kondisi tersebut, Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PPDPP PUPR) memastikan proses penyaluran rumah subsidi pada pembiayaan perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap dilakukan kendati masyarakat harus berada di rumah.

Tahun ini pemerintah bekerjasama dan menyediakan 37 bank pelaksana terdiri dari 10 bank nasional dan 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD), baik konvensional maupun syariah pada aplikasi SiKasep. Sampai per tanggal Mei 2020 pemerintah mencatat penyaluran FLPP telah mencapai Rp4,36 triliun untuk 43.282 unit rumah. Sehingga total penyaluran FLPP sejak tahun 2010 hingga per 4 Mei 2020 adalah sebesar Rp48,73 Triliun untuk 698.884 unit rumah.