Memperbaiki Sistem Rantai Pasok Dingin Lewat Keterpaduan

0
413
Ilustrasi Foto: Dok KKP

Jakarta (Samudranesia) – Kemenko Marves melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Sistem Rantai Pasok Dingin (Cold Supply Chain) Produk Kelautan dan Perikanan (KP) Indonesia, Jumat (18/12). Rakor yang dipimpin oleh Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Kemenko Marves Safri Burhanuddin itu dalam rangka mencapai langkah strategis guna menciptakan keterpaduan antara sentra produksi kelautan dan perikanan dengan infrastruktur konektivitas yang menghubungkan titik-titik vital khususnya di wilayah Timur Indonesia.

“Jadi kita baru saja mengadakan rakor mengenai Rantai Pasok Dingin (Cold Supply Chain). Dalam hal ini, bagaimana Produk kelautan dan perikanan (KP) termasuk dalam kategori “perishable food” di mana untuk mempertahankan kualitas dan mutu produk tersebut dari mulai ditangkap/panen dibutuhkan penyimpanan pada suhu 0°C dan untuk penyimpanan lebih lama dengan pembekuan dibutuhkan suhu yang lebih dingin lagi,” kata Safri.

“Nah sistem rantai pasok dingin ini selanjutnya adalah sistem supply di mana prosesnya bertujuan untuk menjaga suhu agar tetap terjaga selama proses pengumpulan, pengolahan, dan distribusi hingga ke konsumen,” tambahnya.

Selanjutnya, Asisten Deputi (Asdep) Peningkatan Daya Saing Kemenko Marves Dedy Miharja menjelaskan adapun dalam rakor ini menghasilkan suatu keputusan antara lain memperkuat pelaksanaan RPJMN 2020-2024 sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 18 Tahun 2020.

“Pelaksanaan RPJMN 2020-2024 diperkuat dengan penyusunan 41 Major Project 2020-2024 untuk memperkuat  fokus dan pengendalian program (delivery mechanism) dengan major project memuat proyek-proyek strategis yang terintegrasi dengan melibatkan K/L,” ujar Asdep Dedy.

Selain itu, mengenai perbaikan sistem pasok rantai dingin pada sisi hilir perikanan, lanjut Asdep Dedy, mempunyai peranan penting dalam perbaikan pengelolaan hulu-hilir perikanan di Indonesia.

Ilustrasi Rantai Pasok Dingin.

Sistem pasok rantai dingin juga berperan penting untuk meningkatkan kualitas dan mengurangi losses produk perikanan Indonesia serta perlunya dukungan lintas sektor dan sinergi antara pemerintah swasta dan masyarakat di dalam pengembangannya.

“Kunci daya saing logistik rantai pendingin adalah stabilitas pasokan harga, pemenuhan kapasitas angkut, kelancaran, akurasi, efisiensi, kecepatan, daya saing dan efisiensi itu sendiri,” jelasnya.

“Intinya pertemuan ini dimaksudkan untuk mengindentifikasi kendala sesungguhnya yang ada di lapangan, dan menentukan prioritas dan langkah solusi terbaik dengan melibatkan semua K/L yang terkait,” pungkas Asdep Dedy.

Adapun rakor ini dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi lainnya seperti Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kemenko Marves, Kepala Dinas KP Provinsi Bali, Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya (Kemenko Marves), Asisten Deputi Hilirisasi Produk KP (Kemenko Marves), Direktur Pengembangan Ekonomi Lokal (Kemendes), Direktorat Jenderal Bina Pembanguan Daerah (Kemendagri), Ditjen EBTKE (ESDM), Direktorat Pelabuhan Perikanan (KKP), PT. PELNI, PT. Perinus, PT, Perindo, PT. Garuda Indonesia, Pelindo III, Pelindo IV, ATLI, KSOP Benoa dan Kepala Bidang Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali. (*)