Mau Kerja ke Luar Negeri, Ini Hal yang Harus Diperhatikan Pelaut

0
444
Ilustrasi Gambar: Istimewa

Jakarta (Samudranesia) – Bekerja di luar negeri dengan gaji besar merupakan cita-cita di benak banyak pelaut Indonesia. Namun untuk bekerja di luar negeri ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pelaut.

Ketua Umum DPP Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) Andri Yani Sanusi mengutarakan beberapa poin yang harus diperhatikan oleh pelaut sebelum bekerja ke luar negeri.

“Sebelum join dengan perusahaan asing, sebaiknya lakukan beberapa langkah sebagai berikut pertama cari tahu keberadaan Perusahaan tempat anda (pelaut) akan bekerja, pastikan perusahaan tersebut tidak termasuk kategori mafia laut. Bisa searching di mbah Geogle, jika tidak menemukan informasi yang akurat, sebaiknya dibatalkan joinnya,” kata Andri dalam keterangannya, Kamis (3/12).

Pasalnya, jika perusahaan calon tempat pelaut bekerja tidak jelas keberadaanya tentu akan menjadi risiko untuk pelaut. Terutama ketika pelaut menghadapi permasalahan dalam dunia kerjanya.

Andri menegaskan agar pelaut berhati-hati dengan maraknya modus penipuan dari agen-agen palsu.

“Jangan menerima tawaran pembuatan Certificate of Competency (COC) dan Certificate of Proficiency (COP) palu dari agen hanya untuk kepentingan anda join di kapal yang ditawarkan kepada anda, karena ini sudah sindikat mafia dalam negeri yang bekerjasama dengan mafia luar negeri yang akan mempekerjakan anda di kapal busuk dan tidak jelas alat-alat keselamatannya,” terang Andri.

Selanjutnya Andri juga mengimbau kepada pelaut untuk tidak berangkat jika belum ada Agreement dan LG.  Karena modus penipuan dari agen sindikat mafia ialah janji pemberian Agreement baru dilakukan ketika sudah di kapal.  

“Hati hati pelaut akan dibujuk dan dijanjikan Agreement setelah sampai di kapal, jika hal ini terjadi lebih baik batalkan saja,” tegasnya.

Yang tidak kalah pentingnya sambung Andri ialah para pelaut memperhatikan suasana kantor Agency di Indonesia. Setelah itu menanyakan izin usahanya.

“Untuk saat ini izinnya dari Kemenhub (Kementerian Perhubungan) yang bernama SIUPPAK surat Izin Usaha Perekrutan dan penempatan Awak Kapal). Jika izin tersebut tidak dimiliki oleh manning agency sebaiknya waspada, karena biasanya yang tidak memiliki SIUPPAK dan jika pelaut memiliki permasalahan di luar negeri biasanya mereka kurang rasa tanggung jawabnya, dan yang tidak memiliki SIUPPAK sudah jelas ilegal,” tegas dia lagi.

“Inilah beberapa tips dari saya. Saya memberitahukan hal ini karena saya dihubungi oleh beberapa pelaut yang sudah terjebak di kapal asing yang saat ini masih saya urus kepulangannya. Satu rang sudah berhasil dipulangkan sebelum kapal berlayar,” tuturnya.

Masih kata Andri, PPI sebagai serikat pekerja pelaut merupakan wadah yang terus memperjuangkan kepentingan pelaut baik yang bekerja di luar negeri maupun di dalam negeri.

“PPI tidak menginginkan pelaut Indonesia ada permasalahan. Jika ada masalah terhadap pelaut PPI selalu mambantu kapanpun itu,” tandasnya. (*)